Sabtu, Oktober 21, 2023

Alstonia scholaris, Pohon Pule Berbatang Tegak Menjulang dan Membentuk Kanopi

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Oktober 21, 2023
Pulang dari Sosialisasi Program Prioritas Nasional dan Pelatihan Kader SMARThealth di Puskesmas Pagak, saya diajak mampir ke Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang yang berada di Jalan Trunojoyo No. 6 Dusun Ngadiluwih, Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Lingkungan kantor yang berada di seberang jalan dari Stadion Kanjuruhan itu terlihat teduh dan asri karena banyak pohon-pohon besar. Di antara pepohonan besar itu, tepat di depan Kantor DPKPCK, terlihat dua pohon pule berbatang tegak menjulang dan membentuk kanopi. Kanopi adalah kumpulan dari beberapa tajuk vegetasi yang menutupi area tertentu. Kanopi pohon pule ini menjadikan kondisi di sekitarnya menjadi sejuk.
Nama ilmiahnya dari pohon pule adalah Alstonia scholaris (L.) R.Br. Julukan genus Alstonia diambil dari nama naturalis Skotlandia Dr. Charles Alston  (1685-1760), yang merupakan profesor botani di Universitas Edinburgh, penulis ilmiah dan penjaga taman Raja di Holyrood, dan salah satu dari sedikit ahli botani yang menolak klasifikasi taksonomi Linnaean ketika itu diperkenalkan. Sedangkan, nama spesiesnya scholaris berasal dari bahasa Latin yang berarti “sekolah”, mengacu pada bagaimana kayu pohon secara tradisional digunakan untuk membuat papan tulis untuk anak sekolah [
1https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/7/2705
].

Daun pule (Alstonia scholaris)

Seorang ahli botani Swedia, Carolus Linnaeus (1707-1778), menamai pohon tersebut dengan Echites scholaris pada tahun 1767, dan dipublikasikan dalam Mantissa plantarum : Generum editionis VI. et specierum editionis II [
2Linné, Car. a. (1767). Mantissa plantarum : Generum editionis VI. et specierum editionis II. HolmiƦ: Impensis Direct. Laurentii Salvii. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/item/151919
], atau Mant. Pl. 53 (1767).
Kemudian pada tahun 1811, seorang ahli botani Inggris Robert Brown (1773-1858) merevisinya dan memasukkannya ke dalam genus Alstonia menjadi Alstonia scholaris, yang dipublikasikan dalam Memoirs of the Wernerian Natural History Society: Vol. I. For The Years 1808,-9,-10 [
3Wernerian Natural History Society. (1811). Memoirs of the Wernerian Natural History Society: Vol. I. For The Years 1808,-9,-10. Edinburgh: [The Society]. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/item/165544
], atau Mem. Wern. Nat. Hist. Soc. 1: 75 (1811).
Selain nama ilmiah, Alstonia scholaris memiliki nama umum (common names) lainnya. Dogbane, blackboardtree, deviltree, ditabark, milkwood-pine, milky-bean, pali-mari, palmira alstonia, white cheesewood (Inggris); mahagoni, zitronen-teufelsbaum, weissquirlbaum (Jerman); shaitan, echite (Prancis); alistonia (Spanyol), saptaparna (Sansekerta); chatian; chatin (Bangladesh); taung meok, lettok (Myanmar); tinpet (Laos); m[of] cua, s[uwx]a (Vietnam); sattaban, tin pet, hassaban, sattaban, thia (Thailand); pulai, kacau gitik (Malysia); pulai, pule, rite (Indonesia); dita, dalipaoen, tanitan (Filipina); pulai lilin (Brunei); tang jiao shu, xiang pi mu (China); birrba, koo rool, milkwood, milky pine (Australia) [
4Alstonia scholaris (L.) R.Br. in GBIF Secretariat. GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-10-20.
,
5https://asianplant.net/Apocynaceae/Alstonia_scholaris.htm
,
6‘Alstonia scholaris (white cheesewood)’ (2022) PlantwisePlus Knowledge Bank. CABI. doi: 10.1079/pwkb.species.4463.
,
7Puccio, Pietro (Text) & Beltramini, Mario (English translation). Alstonia scholaris. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/alstonia-scholaris-2/?lang=en
].

Batang pule (Alstonia scholaris)

Di Indonesia, Alstonia scholaris mempunyai nama-nama lokal. Tewer (Aceh), lame (Sunda), Pule (Jawa), polay (Madura), mita (Lombok), hanjalatung (Kalimantan), kita (Minahasa), rite (Ambon), hange (Ternate),  aliag, arasue, pohon susu, kayu susu, igeii, aikahahe, ibuong, yepaa (Papua), [
8https://www.socfindoconservation.co.id/plant/331
,
9Budiarti, M.; Maruzy, A.; Mujahid, R.; Sari, A.N.; Jokopriyambodo, W.; Widayat, T.; Wahyono, S. The Use of Antimalarial Plants as Traditional Treatment in Papua Island, Indonesia. Heliyon 2020, 6, 1–10.
].
Alstonia scholaris (pule) termasuk dalam famili Apocynaceae, dan berasal dari Asia dan Asia Tenggara serta Australia bagia utara.
Ponon pule (Alstonia scholaris) merupakan pohon besar berbatang tegak menjulang, tingginya bisa mencapai 10 meter. Kulit kayu kasar, berwarna abu-abu putih, bagian dalam kekuiningan dan mengeluarkan getah pahit bila terluka. Daunnya tebal, berwarna hijau tua, berbentuk lingkaran, bulat telur hingga lonjong, sempit di pangkal, utuh, kasar, membulat atau tumpul di puncak, bersinar di atas, pucat di bawah.
Bunganya biseksual, majemuk, mengelompk pada pucuk daun, kelopak bulat telur, dan berwarna putih kekuningan. Buahnya berbentuk pita dan berwarna putih. Bijinya berbulu dan berukuran kecil, dan putih warnanya.

Pohon pule (Alstonia scholaris)

Alstonia scholaris
, selain dikenal sebagai pohon peneduh juga banyak digunakan dalam sistem terapi tradisional karena kaya akan bahan aktif alaminya. Pohon pule digunakan untuk mengobati sakit maag, demam, diare, hipertensi, sariawan, dan masalah kesehatan ringan lainnya dalam loloh (ramuan minuman herbal) di Bali [
10Sujarwo, W., Keim, A. P., Savo, V., Guarrera, P. M., & Caneva, G. (2015). Ethnobotanical study of Loloh: Traditional herbal drinks from Bali (Indonesia). Journal of ethnopharmacology, 169, 34–48. https://doi.org/10.1016/j.jep.2015.03.079
], mengobati kencing manis di Lombok Timur [
11Wirasisya, D. G., Hanifa, N. I., & Hajrin, W. (2020). Ethnobotanical Study of Medicinal Plants Used to Treat Degenerative Disease in East Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 20(3), 423–431. https://doi.org/10.29303/jbt.v20i3.2119.
], dan kulit kayunya digunakan untuk mengobati demam dan malaria di Papua [
12Indradi, R.B.; Muhaimin, M.; Barliana, M.I.; Khatib, A. Potential Plant-Based New Antiplasmodial Agent Used in Papua Island, Indonesia. Plants 2023, 12, 1813. https://doi.org/10.3390/plants12091813
]. 
Menurut Dinas Kesehatan Papua, masyarakat setempat memanfaatkan kulit kayu kering. Direndam semalaman dan diminum setiap hari satu gelas untuk melawan penyakit malaria hingga penyakitnya sembuh.
Kemudian dalam disertasinya Ria Cahayaningsih (2021) di School of Biosciences, College of Life and Enviromental Sciences, University of Birmingham, disebutkan bahwa pohon pule (Alstonia scholaris) termasuk salah satu jenis tumbuhan obat yang menjadi prioritas di Indonesia. Bunga, daun maupun tangkainya bisa dimanfaatkan untuk mengobati rematik dan sakit pinggang [
13Cahyaningsih, Ria. (2021). Genetic Conservation Anda Sustainable Use of Indonesia Medicinal Plants. A thesis for Doctor of Philosphy at School of Biosciences, College of Life and Enviromental Sciences, University of Birmingham. Retrieved from https://etheses.bham.ac.uk/id/eprint/11632/7/Cahyaningsih2021PhD.pdf
].
Sementara itu, di negara lain seperti China, India, Thailand, Malaysia, Filipina, Afrika, dan Australia [
14Zhao, Mi-xue, Cai, Jing, Yang, Ying, Xu, Jian, Liu, Wen-yuan, Akihisa, Toshihiro, Li, Wei, Kikuchi, Takashi, Feng, Feng, & Zhang, Jie. (2023). Traditional uses, chemical composition and pharmacological activities of Alstonia R. Br. (Apocynaceae): A review. Arabian Journal of Chemistry 16.8.104857. https://doi.org/10.1016/j.arabjc.2023.104857. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1878535223003192)
], Alstonia scholaris digunakan untuk mengobati malaria, disentri, asma, demam, epilepsi, penyakit kulit, gigitan ular, dan sebagainya. *** [211023]


logoblog

Thanks for reading Alstonia scholaris, Pohon Pule Berbatang Tegak Menjulang dan Membentuk Kanopi

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog