Sabtu, April 16, 2022

Ada Banyak Mukjizat Di Dunia Yang Harus Dirayakan Dan, Bagi Saya, Bawang Putih Adalah Yang Paling Layak

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, April 16, 2022
There are many miracles in the world to be celebrated and, for me, garlic is the most deserving -Leo Buscaglia (Ilustrasi: Photo via Unsplash By Michael Pierce)

Bagi yang gemar memasak, tentu semua sudah mengenal bawang putih. Bawang putih sering digunakan sebagai bumbu dasar dalam banyak hidangan dari berbagai budaya, mulai dari masakan Mediterania, Italia, Perancis, Timur Tengah, India, China, serta berbagai daerah lainnya. Di Indonesia, hampir setiap masakan memakai bawang putih sebagai bumbu dasarnya. “Di kerajaan rempah-rempah, bawang putih adalah rajanya,” kata Michael Bassey Johnson.
Terlepas dari segudang manfaat fisiknya bagi cita rasa masakan, bawang putih juga dikenal memiliki khasiat sebagai obat. Sehingga cukup beralasan bila Leo Buscaglia pernah berujar: “Ada banyak mukjizat di dunia yang harus dirayakan dan, bagi saya, bawang putih adalah yang paling layak” (There are many miracles in the world to be celebrated and, for me, garlic is the most deserving).
Felice Leonardo Buscaglia, Ph.D adalah seorang profesor di Departemen Pendidikan Khusus di University of Southern California, yang telah menulis sejumlah buku inspirasional terlaris New York Times tentang cinta dan keengganan manusia tentang masalah ini, seperti The Fall of Freddie the Leaf, Bus 9 to Paradise, Living Loving and Learning, serta Love and My Father.
Leo Buscaglia lahir di Los Angeles pada 31 Maret 1924 dengan nama lengkap Felice Leonardo Buscaglia (kemudian dibalik inisialnya) adalah adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari imigran Italia. Ia meninggal pada 11 Juni 1998.
Kutipan (quote) Leo Buscaglia yang cukup bermakna ini tidak asal keluar dari mulut saja tetapi telah melalui perenungannya sebagai seorang akademisi. Bumbu masak berupa umbi warna putih dengan nama Latin Allium sativum ini, selain memberi aroma khas pada masakan, juga mempunyai kandungan yang memberi khasiat sehat pada tubuh manusia.
Sebuah dokumen Mesir kuno yang disebut Papirus Ebers mengarsipkan 22 penggunaan obat yang berbeda untuk tanaman yang digunakan pada waktu itu, di antaranya bawang putih. Dalam kisah Rasul Musa ‘alaihissalam yang ada di dalam Q.S. Al Baqarah ayat 61, nama bawang putih juga diabadikan di dalamnya.
Kemudian pada zaman kerasulan Muhammad, bawang putih juga dibahasnya. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Makanlah bawang putih, jadikanlah ia sebagai obat karena ia dapat mengobati tujuh puluh penyakit.” (HR. Ad-Dailami)
Hadits ini memang tidak menyebutkan secara rinci soal deretan penyakit yang bisa disembuhkan dengan bawang putih. Namun serangkaian penelitian sudah membuktikan kalau bawang putih memang ampuh mengobati berbagai macam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat.
Dikutip dari https://www.healthline.com/, sejumlah penelitian telah menghasilkan pengetahuan akan manfaat kesehatan dari bawang putih (garlic).
Para ilmuwan tahu bahwa sebagian besar manfaat kesehatannya disebabkan oleh senyawa belerang yang terbentuk ketika siung bawang putih dicincang, dihancurkan atau dikunyah. Senyawa itu dikenal dengan allicin, diallyl disulfide, dan s-ally cysteine [1234].
Bawang putih juga termasuk rendah kalori dan kaya vitamin C, vitamin B6 dan mangan serta mengandung jumlah jejak berbagai nutrisi lainnya [5]. Selain itu, bawang putih juga bisa membantu mencegah dan mengurangi keparahan penyakit umum, seperti influenza [678].
Senyawa aktif dalam bawang putih dapat menurunkan tekanan darah [9101112]. Temuan ini cocok digunakan kader Posbindu PTM untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setiap kali menggelar skrining penyakit tidak menular (PTM) di daerahnya.
Ilmuwan lainnya, ada yang menemukan bahwa bawang putih bisa mengurangi kolesterol yang pada akhirnya dapat menurunkan risiko penyakit jantung [9, 10, 13, 14, 15, 16, 17, 18 ]. Hasil penelitian ini sangat pas untuk membantu Ponkesdes dan kader SMARThealth yang saat ini sedang melaksanakan program replikasi SMARThealth di Kabupaten Malang tentang deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular dan pembuluh lainnya.
Penelitian lain menyebutkan bawang putih mengandung antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer dan Demensia [7, 9, 19, 20, 21, 22]. Lalu, ada temuan penelitian yang menjelaskan bahwa performa atletik dapat ditingkatkan dengan bawang putih [1, 2, 23, 24], dapat membantu mendetoksifikasi logam berat dalam tubuh [25], meningkatkan kesehatan tulang [26, 27, 28, 29, 30, 31], dan  bisa dimasukkan ke dalam diet, serta menjadi sumber alami senyawa pencegah kanker [32, 33]
Selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya memiliki khasiat obat. Ilmu pengetahuan kini mengkonfirmasinya. Jadi, kutipan Leo Buscaglia yang menggunakan kata “mukjizat” tersebut lebih kepada penekanan bahwa khasiat bawang putih untuk pengobatan memang cukup banyak, seperti kata Rasul Muhammad bahwa bawang putih bisa sebagai obat tujuh puluh macam penyakit. Sebuah umbi bawang yang relatif kecil ukurannya mampu dijadikan obat untuk sejumlah penyakit. Orang Jawa bilang, “Cilik barange, gedhe khasiate.” *** [160422]


logoblog

Thanks for reading Ada Banyak Mukjizat Di Dunia Yang Harus Dirayakan Dan, Bagi Saya, Bawang Putih Adalah Yang Paling Layak

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog