Rabu, Oktober 12, 2022

Bersama Dengan Teman Lama Sangat Menghangatkan dan Menyenangkan

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Oktober 12, 2022
Diajak kongkow teman dari Papua di KFC Malang Town Square (Dok. Pribadi)

Bagaimana rasanya bertemu dengan teman lama yang sudah lama berpisah? Tentu ada rasa senang dan haru. Ingin rasanya bercerita kembali mengenang masa-masa di lapangan saat bersama. Tiga hari yang lalu saya mendapat telepon dari seorang teman lama. Namun baru hari ini, Selasa (11/10/2022), kita bisa ketemuan di Malang Town Square (atau disingkat Matos), sebuah pusat perbelanjaan (mall) besar di Kota Malang.
Terakhir pisah di lapangan saat terlibat dalam The Study of the Tsunami Aftermath and Recovery in Aceh (2006). Di Indonesia, proyek penelitian itu dikenal dengan sebutan Studi Aspek Sosial Ekonomi Paska Tsunami (SASMI). [
1Kusumo, B. E. (2010). Kesehatan Mental di Aceh Paska Tsunami. Jurnal, Sosiologi-Dilema, ISSN, 0215-9635.
]
Kemudian sempat bersua lagi ketika ada pengajian di rumah Direktur Regional Economic Development Institute (REDI) di Perum Galaxy Bumi Permai (Araya Tahap 2) Surabaya ketika saya pulang dari Pasuruan usai rampung penelitian Acces Market Assets Mango Survey dari Indonesian Center for Agricultural Socio-Economic and Policy Studies (ICASEPS) pada Agustus 2011. Setelah itu, tidak jumpa lagi secara fisik karena teman saya harus berkarya menjadi seorang guru di SMKN 8 TIK Jayapura, Papua.
Berlangsungnya pertemuan ini, karena teman dikirim ke Bandung untuk mengikuti Program Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri Pelatihan Game Edukasi Tiga Dimensi Angkatan 2 yang digelar BBPPMPV BMTI Kemendikbud di Cimahi. Kebetulan teman memang menguasai IT.
Sebelum kembali ke Bumi Cenderawasih, teman singgah ke Malang untuk menengok anaknya yang kuliah di sana. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk jumpa dengan teman ketika sama-sama berkarya di SurveyMETER.
Saya dan teman bertemu dan nongkrong di KFC Matos. Waktu jumpa, saya melontarkan ucapan “Koq rambutnya ikutan sama dengan punyaku to?” sambil memperlihatkan ubannya.
Teman dari Papua pun menjawab, “Kita sudah meninggalkan dunia hitam.” Istilah meninggalkan dunia hitam bukan menunjuk kepada lingkungan kehidupan yang bertentangan dengan norma hukum yang berlaku, dunia yang penuh dengan kegelapan, ketidakbaikan, dan ketidaknyamanan, juga bahaya dan sengsara yang mengintai, akan tetapi istilah itu sebagai majas sindiran. Majas sindiran adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu. Istilah meninggalkan dunia hitam, berarti beruban.
Di KFC, kita tidak pilih tempat di luar tapi mencari tempat duduk di dalam dan posisi di pojok belakang, agar supaya kita bisa ngobrol dengan santai. Di KFC, dari pukul 13.31 WIB hingga 17.00 WIB. Minumannya sampai pesan dua kali.
Kita tak hanya ngobrol berdua saja. Dengan bantuan teknologi, kita juga melakukan video call dengan WhatsApp ke sejumlah teman-teman di SurveyMETER, baik dengan yang masih berkarya di lembaga tersebut maupun dengan yang sudah bertugas di tempat lain. Bahkan kita juga sempat mengucapkan belasungkawa kepada teman yang baru saja berduka (Rahmatulloh, S.E) secara virtual.
Ketika bertemu dengan teman lama dan ternyata dia tak berubah lageyannya, Anda akan bisa merasakan keseruan yang sama. Masih bisa tertawa dan usil sama seperti dulu seperti saat di lapangan, dan itu sudah cukup menggambarkan perjumpaan yang berkesan dan menyenangkan.
Hal ini tersirat seperti dalam kutipan ujaran Ian Andrew Ziering: “Bersama dengan teman lama sangat menghangatkan dan menyenangkan” (To be with old friends is very warming and comforting). [
2https://www.wordsmile.com/kata-mutiara-bahasa-inggris-teman-lama-old-friends-artinya
]
Meski sudah lama tidak bersua, teman lama akan selalu mengingatkan kenangan-kenangan yang pernah ada. Dia akan jadi sosok yang sama. Sosok yang menyenangkan dengan tetap menghargai semua kelebihan dan kekurangan yang kita punya.
Hal-hal yang mungkin kecil dan tampak sepele justru menjadi sumber kebahagiaan yang tak bisa dinilai dengan uang. Ini yang banyak ditemukan dalam ikatan persahabatan. Studi memperlihatkan bahwa hubungan pertemanan sama pentingnya dengan ikatan keluarga dalam memprediksi kesejahteraan psikologis di masa dewasa dan usia tua (Chen & Feeley, 2014; Dunbar, 2018; Santini, Koyanagi, Tyrovolas, Mason, & Haro, 2015). [
3Blieszner, R., Ogletree, A. M., & Adams, R. G. (2019). Friendship in Later Life: A Research Agenda. Innovation in aging, 3(1), igz005. https://doi.org/10.1093/geroni/igz005
]
Perasaan keterhubungan dalam persahabatan ini memberi makna penting pada kehidupan orang dewasa atau yang lebih tua, untuk kesejahteraan. “Merasa terhubung dengan orang lain secara konsisten terbukti baik untuk kesehatan fisik dan mental kita,” kata Stephen Reicher, profesor psikologi sosial di University of St. Andrews. [
4https://theswaddle.com/the-benefits-of-reaching-out-to-old-friends-according-to-research/
]
Terima kasih Pak Guru Himawan Setiajid atas kunjungan ke Malang, silaturahminya, dan traktirannya. Sebelas tahun tak jumpa, hari ini bisa berjumpa dan bercanda. Semoga kita selalu diberi kesehatan. *** [111022]


logoblog

Thanks for reading Bersama Dengan Teman Lama Sangat Menghangatkan dan Menyenangkan

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog