Rabu, Agustus 26, 2026

Euphorbia geroldii, Tanaman Mahkota Duri Tanpa Duri

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Agustus 26, 2026
Di sudut teras sebuah rumah di Dusun Krajan RT 02 RW 01, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, sebuah tanaman dalam pot plastik hitam menarik perhatian. Daunnya tampak mengilap, berwarna hijau tua, sementara bunga-bunga merahnya menyala di antara percabangan yang rimbun.
Tanaman itu terlihat saat saya menghadiri kegiatan Posyandu ILP Bogenvil 1 pada Senin, 3 Agustus. Sekilas, penampilannya mengingatkan pada tanaman mahkota duri yang umum dikenal masyarakat. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda, yaitu tidak tampak satu pun duri pada batangnya.
Tanaman tersebut adalah Euphorbia geroldii Rauh. Dalam bahasa Inggris, ia dikenal sebagai thornless crown of thorns atau mahkota duri tanpa duri. Sebutan itu terasa tepat karena bentuk bunganya menyerupai tanaman mahkota duri, tetapi cabang-cabangnya tumbuh tanpa perlindungan duri yang biasanya menjadi ciri khas kelompok Euphorbia.

Bunga Euphorbia geroldii berwarna merah


Mahkota merah dari Madagaskar
Euphorbia geroldii termasuk keluarga Euphorbiaceae, kelompok tumbuhan yang juga menaungi kastuba dan berbagai jenis euphorbia lainnya. Tanaman ini berasal dari Madagaskar dan di habitat alaminya tumbuh di kawasan hutan kering subtropis maupun tropis.
Pertumbuhannya berupa semak semi-sukulen yang bercabang banyak. Dalam kondisi yang sesuai, tanaman ini dapat mencapai tinggi sekitar dua meter. Batangnya berbentuk silindris, berkayu, dan pada bagian pangkal dapat berdiameter hingga dua sentimeter.
Tidak seperti banyak kerabatnya, batang Euphorbia geroldii tidak memiliki duri. Karakter inilah yang membuatnya menarik bagi pehobi tanaman hias. Tanaman ini tetap menghadirkan kesan eksotis khas mahkota duri, tetapi lebih bersahabat untuk ditempatkan di teras atau sudut taman.
Daunnya tersusun secara spiral dan berjajar cukup renggang di sepanjang cabang. Bentuknya elips hingga lanset, dengan panjang dapat mencapai delapan sentimeter dan lebar sekitar tiga sentimeter. Permukaannya mengilap, berwarna hijau tua, dengan tepian yang sering kali memunculkan semburat merah. Daun-daun tersebut hampir tidak memiliki tangkai sehingga tampak melekat langsung pada cabang.
Ketika memasuki masa berbunga, tanaman ini tampil semakin memikat. Rangkaian bunganya muncul di ujung cabang dengan bentuk perbungaan sederhana. Bagian yang tampak seperti mahkota bunga sebenarnya merupakan daun khusus yang mengelilingi bunga kecil di tengahnya. Warnanya merah cerah dan melebar, membentuk tampilan menyerupai bunga berukuran besar.
Pada tanaman ini, daun khusus tersebut dikenal sebagai cyathophyll. Bentuknya membulat, dapat mencapai panjang sekitar 2,5 sentimeter dan lebar 2,8 sentimeter. Bagian pangkalnya saling bertumpang tindih, menciptakan kesan seperti kelopak atau mahkota yang sedang mekar.
Sementara itu, bunga sejatinya berukuran sangat kecil, hanya sekitar dua milimeter. Di dalamnya terdapat kelenjar nektar berwarna kuning lemon yang berbentuk elips dan berdiri tegak [
1Flowers of India. (n.d.). Thornless Crown of Thorns. Flowers of India. Retrieved August 25, 2026, from https://www.flowersofindia.net/catalog/slides/Thornless%20Crown%20of%20Thorns.html
]. Perpaduan merah cerah, kuning, dan hijau tua membuat Euphorbia geroldii tampak mencolok meskipun ditanam dalam wadah sederhana.

Calon bunga Euphorbia geroldii


Nama yang menyimpan sejarah
Nama Euphorbia memiliki riwayat panjang. Nama genus ini diambil dari Euphorbus, seorang dokter Yunani yang bekerja untuk Raja Juba II dari Mauretania. Euphorbus hidup sekitar tahun 50 sebelum Masehi hingga 19 Masehi.
Adapun nama khusus geroldii diberikan untuk mengenang Raymond Gerold, kolektor tanaman sekaligus pengusaha pembibitan asal Prancis. Gerold, yang hidup pada 1928–2009, dikenal aktif mengoleksi dan mengembangkan tanaman di Madagaskar [
2The Spurge Page - Euphorbiaceae. (n.d.). Succulent-Plant. Retrieved August 23, 2026, from https://succulent-plant.com/families/euphorbiaceae.html
].
Nama ilmiah Euphorbia geroldii pertama kali dideskripsikan oleh botanis Jerman Werner Rauh (1913-2000) pada 1994. Deskripsi tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal Succulentes [
3Rauh. (1994). Succulentes 1994(1): 5 (1994).
]. Sejak itu, tanaman ini dikenal dalam dunia botani dan hortikultura sebagai salah satu euphorbia tanpa duri yang memiliki daya tarik tersendiri.
Di sejumlah negara, tanaman ini mempunyai nama umum yang beragam. Selain thornless crown of thorns dan thornless euphorbia dalam bahasa Inggris, ia dikenal sebagai molochay herolʹda di Rusia, póyseīyn rị̂ h̄nām di Thailand, dan wú cì qílín huā di China.
Beragam nama tersebut menunjukkan bahwa tanaman ini telah menarik perhatian para pencinta tumbuhan di berbagai belahan dunia. Bukan hanya karena warna bunganya, tetapi juga karena bentuknya yang menyerupai mahkota duri tanpa benar-benar memiliki duri.

Tanaman Euphorbia geroldii di Posyandu Bogenvil 1 Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi


Lebih banyak menjadi tanaman koleksi
Dalam genus Euphorbia, sebagian spesies memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Lebih dari lima persen spesies dalam genus ini disebut dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai pemicu muntah dan pencahar, membantu mengatasi gangguan pencernaan serta pernapasan, menangani masalah kulit dan peradangan, hingga digunakan untuk migrain, parasit usus, gonore, dan kutil.
Bagian tanaman yang dimanfaatkan pun beragam, mulai dari akar, biji, lateks, kayu, kulit kayu, daun, hingga seluruh bagian tanaman [
4Salehi, B., Iriti, M., Vitalini, S., Antolak, H., Pawlikowska, E., Kręgiel, D., Sharifi-Rad, J., Oyeleye, S. I., Ademiluyi, A. O., Czopek, K., Staniak, M., Custódio, L., Coy-Barrera, E., Segura-Carretero, A., Cádiz-Gurrea, M. d. l. L., Capasso, R., Cho, W. C., & Seca, A. M. L. (2019). Euphorbia-Derived Natural Products with Potential for Use in Health Maintenance. Biomolecules, 9(8), 337. https://doi.org/10.3390/biom9080337
].
Namun, informasi tersebut tidak serta-merta berlaku untuk semua anggota genus Euphorbia. Khusus Euphorbia geroldii, belum banyak catatan terdokumentasi mengenai penggunaan tradisionalnya oleh masyarakat setempat. Karena itu, tanaman ini lebih dikenal sebagai tanaman hias dan koleksi khusus bagi penggemar hortikultura serta kolektor botani.
Posisinya di sudut teras - di dalam pot hitam yang sederhana - seolah memperlihatkan bahwa daya tarik sebuah tanaman tidak selalu ditentukan oleh tempat tumbuhnya. Dengan percabangan tanpa duri, daun hijau tua yang mengilap, dan “mahkota” merah yang mencolok, Euphorbia geroldii mampu menghadirkan pesona Madagaskar dari halaman rumah.
Ia adalah mahkota duri yang kehilangan durinya - atau mungkin, justru menemukan cara baru untuk memikat tanpa harus melukai. *** [250826]


logoblog

Thanks for reading Euphorbia geroldii, Tanaman Mahkota Duri Tanpa Duri

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog