Sabtu, Juni 11, 2022

Dia Mengucapkan Kalimat Seperti Kutukan Mulut

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Juni 11, 2022
He mouths a sentence as curs mouth a bone Charles Churchill (Ilustrasi: Photo via Unsplash By Etienne Giradet)

Sebelumnya kita tidak mengenalnya. Empat hari yang lalu, berita mengenai Nupur Sharma berseliweran di media sosial maupun situs berita. Saya yang sedang berada di kota kecil, Kepanjen, kemudian juga jadi tahu.
Nupur Sharma adalah seorang pengacara India yang terjun ke dalam dunia politik. Ia pernah menjadi juru bicara nasional Partai Bharatiya Janata (BJP). Sekarang ia sedang menjadi sorotan terkait pernyataan kontroversinya tentang Nabi Muhammad.
Pernyataan politikus BJP Nupur Sharma dalam debat TV pada akhir Mei lalu telah membuat marah Muslim India dan membuat marah sejumlah negara Islam. Dia mengeluarkan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad.
Kasus politisi India yang menggegerkan ini mengingatkan saya akan kutipan Charles Churchill (1731-1764), “Dia mengucapkan kalimat seperti kutukan mulut” (He mouths a sentence as curs mouth a bone). [
1https://jagokata.com/kata-bijak/charles_churchill/43767/dia-mengucapkan-kalimat-seperti-kutukan-mulut.html
]
Charles Churchill adalah penyair dan satiris Inggris abad ke-18. Selain menjabat sebagai menteri, ia juga seorang kritikus teater yang sangat ditakuti dan dihormati, yang selama hidupnya yang sangat singkat, tidak pernah takut untuk menyuarakan kritiknya terhadap pertunjukan di berbagai panggung di London. [
2https://mypoeticside.com/poets/charles-churchill-poems
]
Kutipan (quote) itu dijumpai dalam The Rosciad, sebuah satire yang diterbitkan oleh Charles Churchill pada tahun 1761. [
3https://www.infoplease.com/dictionary/brewers/rosciad
]
The Rosciad adalah puisi pertamanya dan mungkin karya terbaiknya yang berisi sindiran tentang aktris dan aktor terkemuka saat itu, yang mendulang sukses. [
4https://www.encyclopedia.com/reference/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/churchill-charles
] Dalam karyanya itu, Charles Churchill menyelidiki kesalahan dan kelebihan para aktor metropolitan.
Deskripsi Churchill dalam puisinya itu terlihat sangat hidup. Mereka menceriterakan masalah yang dialami aktor selama bertahun-tahun: apa yang harus dilakukan dengan tangan, suara, ekspresi, dan berbagai kesalahan yang dapat dilakukan dalam perilaku dan gerak tubuh. [
5https://www.aestheticrealismtheatreco.org/articles/there-was-stage-18th-century-poetry/
]
The Rosciad memanifestasikan kehidupan yang harus dijalani seorang aktris maupun aktor dalam panggung (stage). Dalam skala luas, pengertian panggung tidak hanya menggambarkan ruangan untuk pertunjukkan produksi teater saja, tetapi panggung-panggung yang lainnya. Kehidupan yang dijalani manusia layaknya sebuah panggung atau lakon.
Polemik politisi India Nupur Sharma ini, menurut The Rosciad, ia sebagai aktor politik tidak bisa menempatkan ucapannya yang sesuai dengan yang dilakoninya. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Churchill dalam ujaran lainnya, “Semua memburu ketenaran, tetapi sebagian besar salah jalan.”
Kalimat yang dilontarkan seperti kutukan mulut atau berisi sumpah serapah terhadap kehidupan Nabi Muhammad – yang sebenarnya ia sendiri juga tidak tahu sejarahnya – akhirnya menuai kecaman. Dari peristiwa ini, saya jadi ingat pitutur kakek maupun nenek ketika saya masih di bangku SD: “Ajining diri gumantung ana ing lathi.”
Filosofi Jawa ini mengajarkan bertutur yang baik kepada semua orang, baik itu orang awam, agamawan, ilmuwan maupun negarawan. Ajining diri gumantung ana ing lathi, artinya harga diri seseorang dapat dilihat dari cara berbicara. Kata tersebut memiliki makna bahwa seseorang dapat dihargai dan dihormati berdasarkan ucapannya atau perkataannya. *** [110622]


logoblog

Thanks for reading Dia Mengucapkan Kalimat Seperti Kutukan Mulut

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog