Jumat, September 17, 2021

Pilot Test Survey Sekolah AIBEP 2014 Di Jember

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, September 17, 2021
Sebelum Survey Sekolah AIBEP 2014 atau 2014 AIBEP Schools Survey: Data Collection & Cleaning dimulai, sesuai amanat dalam Terms of Reference (TOR) disebutkan bahwa dalam survey sekolah ini perlu melakukan pilot test terlebih dahulu.
Pilot test ini dimaksudkan untuk melihat keefektifan instrumen survey (kuesioner) sebelum enumerator turun lapangan. Penetapan lokasi sekolah untuk implementasi pilot test ditentukan oleh Australia’s Education Partnership with Indonesia Performance Oversight and Monitoring (EP-POM).
Ada 3 provinsi yang diminta oleh EP-POM sebagai lokasi pilot test untuk dilaksanakan oleh Regional Economic Development Institute (REDI), yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Papan nama MTs SA Nurus Sholah (Foto: 11/08/2014)

Dari ketiga provinsi itu, saya mendapat tugas melaksanakan pilot test di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Untuk Jawa Timur, lokasi yang menjadi pilot test adalah di Kabupaten Jember, tepatnya di MTs SA Nurus Sholah dan MTs SA Miftahus Sa’adah .
Di Jember, saya melakukan pilot test bersama Manajer Survey dan satu orang enumerator. Kebetulan Manajer Survey dan enumerator asli Jember, dan mereka berdua adalah kakak beradik.
Jadi, selama pilot test di Jember, saya menginap di rumah orangtuanya, yang berada di Jalan Gajah Mada 4 No. 24 Kebon Kidul, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Rumahnya begitu asri, banyak kamar tidur dan kamar mandinya. Dari alun-alun Jember hanya berjarak 1 kilometer. Rumahnya tepat di belakang gedung BCA Jember Cabang Gajah Mada.
Sesuai jadwal, perdiem dihitung dari tanggal 11-14 Agustus 2014. Namun saya berangkat ke Jember lebih awal karena ingin jalan-jalan dulu di sana. Mumpung hari libur kantor REDI, saya berangkat dari Stasiun Gubeng Surabaya hari Sabtu (09/08/2014), naik kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi. Kereta api Mutiara Timur berangkat pada pukul 09.00 WIB dan turun di Stasiun Jember sekitar pukul 12.30 WIB. Di Stasiun Jember, saya dijemput oleh Manajer Survey, dan terus diantar ke rumah orangtuanya.

Manajer Survey melakukan wawancara dengan guru MTs SA Nurus Sholah, Jember (Foto: 11/08/2014)

Setelah istirahat sebentar, kemudian saya diajak jalan-jalan oleh Manajer Survey ke Kampus Universitas Jember (UNEJ), tepatnya ke Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Kebetulan Manajer Survey juga berprofesi sebagai staf pengajar di FEB UNEJ.
Pulang dari Kampus, saya diajak singgah sebentar di Gedung Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) UNEJ. Gedung ini dulunya merupakan Hollandsche Societeit te Djember, yang lokasinya tepat berada di belakang Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember.
Lepas Maghrib, saya duduk di beranda rumah sambil mengobrol dengan orangtuanya yang kaya akan wawasan terutama menyangkut sejarah Jember. Jadi, sebelum turun lapangan saya sudah punya bekal mengenai gambaran situasi dan kondisi di Kabupaten Jember.
Esok harinya, Ahad pagi, saya diajak jalan-jalan bersama keluarganya ke Glenmore, Banyuwangi. Pulang dari Glenmore, kami berhenti di Café & Rest Area Gumitir yang terkenal wisata kebun kopinya. Dengan menggunakan transportasi wisata kebun, saya berkesempatan melihat Terowongan Mrawan dan Pabrik Pengolahan Kopi Gunung Gumitir.

Wawancara dengan guru MTs SA Nurus Sholah (Foto: 11/08/2014)

Sore hari, kami sudah sampai di basecamp. Usai mandi, bersantai sejenak di berada rumah sambil melihat keasrian halaman rumah yang rimbun. Kemudian diajak briefing sama Manajer Survey untuk agenda esok harinya. Perijinan sudah dilakukan sebelumnya oleh Manajer Survey, baik ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dan pihak madrasah yang akan dikunjungi.

Senin, 11 Agustus 2014
Lokasi pertama pilot test diadakan di Madrasah Tsanawiyah Swasta Satu Atap Nurus Sholah (MTs SA Nurus Sholah) yang beralamatkan di Jalan Mojogemi, Dusun Rejeb, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari basecamp.
MTs SA Nurus Sholah adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang MTs yang kegiatannya berada di bawah naungan Kementerian Agama. Sesuai prasasti yang ada di halaman, dikatakan bahwa pembangunan madrasah ini merupakan bantuan hibah Pemerintah Australia melalui Program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pendidikan Dasar Tahun Anggaran 2009.

Enumerator sedang melakukan test disabilitas mata di MTs SA Nurus Sholah (Foto: 11/08/2014)

Tiba di madrasah, kami diterima oleh Kepala Madrasah beserta jajarannya. Setelah mengutarakan maksud dan tujuan kehadiran, kami terus meminta ijin untuk melakukan wawancara dengan menggunakan Kuesioner Survey Sekolah AIBEP 2014, dan dilanjutkan dengan observasi fasilitas madrasah.
Dalam kuesioner itu terdapat 11 seksi. Pertanyaan yang terkait manajemen sekolah, saya dan Manajer Survey yang melakukan wawancara. Sementara itu, enumerator melakukan observasi fasilitas sekolah, wawancara perihal data siswa. Terkait dengan disabilitas, enumerator harus melakukan observasi dan wawancara dengan semua siswa kelas 7 dan 9.
Selesai pilot test, kami kembali ke basecamp untuk melakukan briefing. Bahasannya perihal substansi, dan editorial setelah diujicobakan di madrasah tersebut.

Pilot test di MTs SA Miftahus Sa'adah Jember (Foto: 13/08/2014)

Rabu, 13 Agustus 2014
Lokasi sekolah untuk pilot test yang kedua adalah MTs SA Miftahus Sa’adah yang terletak di Jalan Al Manshur No. 1 Dusun Durjo, Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Jaraknya sekitar 8 kilometer dari basecamp.
Madrasah itu juga merupakan bantuan hibah Pemerintah Australia seperti MTs SA Nurus Sholah, dan pembangunannya pun dalam tahun yang bersamaan. Kebetulan untuk pilot test di Kabupaten Jember ini adalah madrasah semua.
Tiba di MTs SA Miftahus Sa’adah, kami diterima oleh Kepala Madrasah beserta jajarannya. Di madrasah itu, kami juga melakukan hal yang sama ketika melakukan kunjungan di MTs SA Nurus Sholah. Semua seksi dalam kuesioner, kami tanyakan dan juga melakukan observasi fasilitas sekolah.
Pulang dari pilot test, terus pulang ke basecamp untuk istirahat. Lepas Maghrib, diajak jalan-jalan di pusat Kota Jember sambil mencari makan malam. Pada waktu makan malam, diselingi mematangkan agenda untuk keesokan harinya, yaitu mengumpulkan temuan-temuan pada saat melakukan pilot test. Temuan-temuan itu kemudian dikumpulkan oleh Manajer Survey.

Enumerator sedang melihat aktivitas kelas di MTs SA Miftahus Sa'adah Jember (Foto: 13/08/2014)

Saya pulang ke Surabaya bersama dengan Manajer Survey yang akan menghadiri briefing Tim di Kantor REDI. Berangkat dari Stasiun Jember pada Jumat (15/08/2014) pukul 05.45 WIB dengan kereta api Logawa.
Sampai di Kantor REDI sekitar pukul 10.30 WIB. Saya langsung menuju ke ruang kerja di lantai 3 dan Manajer Survey menuju ke Ruang Administrasi untuk melaporkan keuangan pilot test yang dilaksanakan di Kabupaten Jember.
Bakda Jumatan diadakan briefing untuk mendedahkan jalannya pilot test beserta temuan lapangannya di ruang pertemuan REDI yang berada di lantai 2. Manajer Survey memaparkannya dihadapan karyawan REDI yang terlibat dalam Survey Sekolah AIBEP 2014.
Sore harinya, Manajer Survey langsung kembali ke Jember, dan saya balik ke kos yang berada di Gang Masjid, Kelurahan Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. ***


logoblog

Thanks for reading Pilot Test Survey Sekolah AIBEP 2014 Di Jember

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog