Rabu, November 05, 2025

Dahlia pinnata, Kembang Sadariyah yang Begitu Indah

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, November 05, 2025
Hari Ahad (12/10) itu, suasana menjelang siang di Dusun Gunung Gebang, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, terasa mulai panas. Namun, angin berembus lembut di halaman rumah Bapak Imam Wahyudi, tempat basecamp Tim Enumerator GHG STAND dari UI yang dikelilingi ladang tebu. 
Di antara kesibukan Field Supervisor, saya menjumpai sebuah tanaman berbunga dengan susunan mahkota berlapis-lapis, padat, dan begitu indahnya di halaman basecamp, di dekat dinding tempat wudhu Masjid Baitul Fattah. Kelopaknya tersusun rapi, membentuk bulatan sempurna layaknya karya seni alam yang hidup.
Warna bunganya cukup mencolok. Perpaduan kuning cerah yang berbaur lembut dengan semburat pink dan sentuhan oranye di ujung kelopak, seolah matahari sore menitipkan cahayanya pada bunga itu. 
Varietas tumpuk ini memiliki begitu banyak lapisan kelopak hingga bagian tengah cakram bunganya nyaris tak tampak. “Itu kembang sadariyah,” tutur orangtua pemilik rumah sambil tersenyum, menyebut nama yang terdengar akrab namun penuh pesona lokal.
Tanaman kembang sadariyah ini memiliki nama ilmiah Dahlia pinnata Cav. Nama genus Dahlia dinamai berdasarkan nama seorang ahli botanis Swedia yang sekaligus juga murid dari Carolus Linnaeus, Andrers Dahl (1751-1789).

Kembang sadariyah (Dahlia pinnata)

Sedangkan, julukan khusus pinnata berasal dari bahasa Latin “pinna” (bulu). Dalam botani “pinnata, -us” (menyirip), mengacu pada susunan daun, urat, atau cabang dalam barisan di sepanjang sumbu pusat, mirip dengan struktur bulu [
1New Zealand Plant Conservation Network. (n.d.). Dahlia coccinea × D. pinnata . New Zealand Plant Conservation Network. https://www.nzpcn.org.nz/flora/species/dahlia-coccinea-d-pinnata/
].
Nama ilmiah Dahlia pinnata pertama kali diperkenalkan oleh botanis Spanyol Antonio José Cavanilles (1745-1804) pada tahun 1791, dan dipublikasikan dalam Icones et descriptiones plantarum, quae aut sponte in Hispania crescunt, aut in hortis hospitantur. Volumen I, atau Icon. [Cavanilles] 1: 57 (t. 80) (1791).
Selain nama binomial, Dahlia pinnata mempunyai nama-nama umum (common names): dahlia, garden dahlia (Inggris); Gartengeorgine, Georgine, verschiedenfarbige Dahlie (Jerman); dahlia des jardins (Prancis); dalia (Spanyol); dália vulgar (Portugis); georgina pruinosa (Italia); lajure phool (Nepal); kembang sadariyah (Indonesia); dà lì huā (China); daria, tenjikubotan (Jepang); da al ri a (Korea).
Kembang sadariyah (Dahlia pinnata) termasuk dalam famili Asteraceae (suku aster-asteran), dan berasal dari Meksiko. Dahlia pinnata merupakan bunga nasional Meksiko karena tanaman ini pertama kali tercatat di negara itu pada 1615.
 
Kuncup kembang sadariyah (Dahlia pinnata)

Dahlia pinnata
(kembang sadariyah) adalah tanaman herba tahunan yang memiliki rimpang dan akar umbi. Batangnya tegak yang bisa mencapai ketinggian 70-120 cm, daun majemuk berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi, dan bunga tunggal berwarna cerah dengan kelopak yang tersusun berlapis.
Dahlia pinnata memiliki dua hingga delapan kepala bunga berdiameter 6 hingga 10 sentimeter pada batang sepanjang 5 hingga 15 sentimeter. Bunganya memiliki panjang 3 hingga 5 sentimeter, berbentuk oval, dan berwarna merah muda hingga ungu tua [
2Bissanti, G. (2023, February 05). Dahlia pinnata. An Eco-Sustainable World. https://antropocene.it/en/2023/02/05/dahlia-pinnata-2/
].
Kembang sadariyah (Dahlia pinnata) memiliki banyak kegunaan, khususnya, kelopaknya telah digunakan sebagai tanaman hias, makanan, dan obat-obatan [
3Granados‐Balbuena, S. Y., Díaz‐Pacheco, A., García‐Meza, M. G., Tapia‐López, L., Cruz‐Narváez, Y., & Ocaranza‐Sánchez, E. (2023). Phytochemical profile of petals from black Dahlia pinnata by flow injection analysis–electrospray ionization–Fourier transform ion cyclotron resonance mass spectrometry. Phytochemical Analysis, 34(8), 1009–1021. https://doi.org/10.1002/pca.3268
]. Tanaman ini dibudidayakan secara luas sebagai tanaman hias di banyak negara karena bentuk, warna, dan ukuran perbungaannya yang beragam, serta periode berbunga yang panjang [
4Zou, J., Ran, L., Zhou, R., & Wang, Z. (2024). The Transcriptome of Dahlia pinnata Provides Comprehensive Insight into the Formation Mechanism of Polychromatic Petals. Agronomy, 14(11), 2748. https://doi.org/10.3390/agronomy14112748
].
Bunganya dapat digunakan sebagai bahan segar yang dapat dimakan dalam salad, krim, keju, dan saus, sementara umbinya dimasak dalam beberapa makanan tradisional, terutama di Meksiko [
5Kasem, M. M., Abd El-Baset, M. M., Helaly, A. A., EL-Boraie, E.-S. A., Alqahtani, M. D., Alhashimi, A., Abu-Elsaoud, A. M., Elkelish, A., Mancy, A. G., Alhumaid, A., & El-Banna, M. F. (2023). Pre and postharvest characteristics of Dahlia pinnata var. pinnata, cav. As affected by SiO2 and CaCO3 nanoparticles under two different planting dates. Heliyon, 9(6), e17292. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e17292
]. Umbinya bisa direbus atau dipanggang, dan rasanya digambarkan hambar hingga agak manis, mirip dengan singkong atau bengkuang. Suku Aztec dan kelompok pribumi lainnya di Meksiko mengonsumsi umbi ini sebagai sumber makanan.

Tanaman kembang sadariyah (Dahlia pinnata) di halaman rumah Imam Wahyudi, Dusun Gunung Gebang RT 22 RW 04 Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang

Orang Eropa mengenal bunga ini, menurut Green Deane dalam web page Eat The Weeds and other things, too [
6Deane, G. (n.d.). Dahlia Pinnata. Eat The Weeds. Retrieved November 05, 2025, from https://www.eattheweeds.com/dahlia-pinnata/
], setidaknya sejak awal tahun 1500-an. Bunga ini tercantum dalam buku Pengobatan Herbal Aztec (Aztec Herbal Medicine), Naskah Badianus (Badianus Manuscript), pada tahun 1554.
Naskah tersebut, omong-omong, menghilang selama hampir 400 tahun. Francisco Hernández de Tole, dokter pribadi Raja Spanyol, Philip II, mengunjungi Meksiko dari tahun 1570 hingga 1577 dan mencatat dua spesies, mungkin tiga. 
Sayangnya, Hernandez kembali ke Spanyol dan meninggal pada tahun berikutnya, 1578. Sebagian karyanya diterbitkan di Spanyol pada tahun 1615, tetapi seluruh buku baru dicetak pada tahun 1651. Hernandez menulis:
Tanaman ini, yang oleh suku Quauhnahuascenses disebut Acocotli dan suku Tepozthlanenses disebut Chichipatli, memiliki jaringan lunak, daunnya mirip dengan daun Nard Gunung, tetapi dipotong, beberapa di antaranya dipotong halus, dengan ujung tangkai yang panjangnya sembilan inci, ramping dan bulat, bunga berbentuk bintang, pucat hingga kemerahan, dengan akar ganda seukuran biji ek, berakhir dengan banyak serat, di luar berwarna hitam, di dalam berwarna putih. Tanaman ini tampaknya termasuk dalam ordo Ligusticum. Tanaman ini ditemukan di pegunungan Quauhnahuacenses. Akarnya berbau, pahit, dan tajam; rasanya pedas dan kering tingkat tiga, satu ons yang dimakan dapat meredakan sakit perut, membantu meredakan perut kembung, melancarkan buang air kecil, mengeluarkan keringat, mengusir rasa dingin, memperkuat perut yang lemah melawan rasa dingin, melawan kolik, membuka sumbatan, dan mengurangi tumor. *** [051125]


logoblog

Thanks for reading Dahlia pinnata, Kembang Sadariyah yang Begitu Indah

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog