Kamis, Juni 04, 2026

Henry Ford dan Gang Melly

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, Juni 04, 2026
Coming together is the beginning. Keeping together is progress. Working together is success.” -- Henry Ford
Setiap tanggal 4 Juni, nama Henry Ford kembali muncul dalam berbagai catatan sejarah dunia. Mesin pencari internet dipenuhi kisah tentang seorang pemuda asal Amerika yang pada 4 Juni 1896 berhasil menguji kendaraan bermesin buatannya sendiri, sebuah kendaraan sederhana yang kemudian dikenal sebagai Quadricycle. Dari peristiwa itulah sejarah otomotif modern perlahan mulai bergerak.
Tahun ini, Kamis, 4 Juni, tepat 130 tahun sejak kendaraan pertama karya Ford melaju. Quadricycle bukan sekadar alat transportasi eksperimental. Temuan tersebut menjadi jembatan penting antara berbagai percobaan kendaraan tanpa kuda pada akhir abad ke-19 dengan lahirnya mobil modern yang kini memenuhi jalan-jalan dunia.
Ketertarikan Henry Ford terhadap mesin telah tumbuh sejak usia muda. Pengalamannya bekerja di Edison Illuminating Company memberinya kesempatan untuk mempelajari berbagai sistem mekanik dan bereksperimen dengan mesin berbahan bakar bensin. Dari garasi sederhana, lahirlah gagasan yang kelak mengubah wajah peradaban.
Namun, jejak pemikiran Henry Ford ternyata tidak hanya hidup di pabrik-pabrik otomotif atau museum sejarah. Ribuan kilometer dari tempat Ford pernah berkarya, namanya juga akrab di telinga warga sebuah kampung di Kabupaten Malang.
Di Gang Melly, atau yang dikenal pula sebagai Gang 10, di Jalan Katu, RW 02, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, sebuah kutipan Henry Ford terpampang jelas di bawah gapura kampung berbahan besi. Tulisan itu berbunyi, “Bersama adalah permulaan, menjaga kemajuan adalah kemajuan.”
Tulisan tersebut sempat saya abadikan saat mengikuti pilot test pesan peringatan dini atau Early Warning Messages (EWMs) bersama Tim NIHR Universitas Brawijaya pada Rabu, 7 Mei 2025. Di tengah suasana kampung yang padat dan guyub, kutipan itu tampak bukan sekadar hiasan dinding, melainkan cerminan cara hidup warganya.
Nama Gang Melly sendiri memiliki cerita yang unik. Sebutan itu lahir dari kondisi kampung yang berada di tepian sungai. “Melly” merupakan singkatan dari mepet kali, istilah lokal yang merujuk pada lokasi yang berdampingan dengan aliran sungai. Ejaannya sengaja dibuat menggunakan dua huruf “l” dan diakhiri huruf “y” agar terdengar sedikit lebih modern dan berkesan “western.”

Gapura Gang Melly di Jalan Katu, RW 02, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Kutipan yang terpasang di gapura berbahan besi ringan tersebut sebenarnya merupakan penggalan dari ujaran (quote) Henry Ford (1863-1947). Lengkapnya, adalah “Berkumpul bersama adalah permulaan. Tetap bersama adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah kesuksesan.”
Kalimat sederhana itu menyimpan filosofi yang mendalam. Berkumpul bersama adalah tahap awal ketika individu-individu mulai disatukan oleh tujuan yang sama. Tetap bersama menuntut kemampuan menjaga kebersamaan melalui kepercayaan, komunikasi, dan penyelesaian perbedaan. Sementara bekerja bersama merupakan puncak dari proses tersebut, ketika setiap orang mampu menyumbangkan kemampuan terbaiknya demi keberhasilan bersama.
Dalam berbagai literatur kepemimpinan, kutipan itu sering digunakan untuk menjelaskan tahapan pembentukan tim yang efektif. Namun bagi warga Gang Melly, maknanya diterjemahkan dalam bahasa yang jauh lebih sederhana dan akrab, yakni gotong royong.
Gotong royong merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berasal dari bahasa Jawa, “gotong” berarti mengangkat, sedangkan “royong” berarti bersama-sama. Secara sederhana, gotong royong dimaknai sebagai bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan hasil yang bermanfaat bagi semua.
Nilai-nilai tersebut telah diwariskan lintas generasi. Solidaritas, kesukarelaan, kepedulian, dan semangat kekeluargaan menjadi fondasi yang menjaga kohesi sosial masyarakat. Bahkan semangat itu tercermin dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa.
Di Gang Melly, gotong royong bukan sekadar slogan. Ia hadir dalam kehidupan sehari-hari. Warga saling membantu menjaga lingkungan, memperbaiki fasilitas kampung, hingga mengembangkan berbagai kegiatan sosial yang memperkuat hubungan antartetangga. Mereka memahami bahwa kemajuan kampung tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kebersamaan yang terus dirawat.
Mungkin itulah sebabnya nama Henry Ford terasa begitu dekat di kampung kecil yang berada di tepian sungai tersebut. Bukan karena warga Gang Melly memiliki hubungan dengan industri otomotif atau sejarah mobil pertama dunia. Melainkan karena mereka menemukan makna yang sama dalam sebuah gagasan sederhana, bahwa keberhasilan selalu berawal dari kebersamaan.
Seratus tiga puluh tahun setelah Quadricycle pertama kali melaju, warisan Henry Ford ternyata tidak hanya bergerak di jalan-jalan raya. Ia juga hidup dalam semangat gotong royong yang tumbuh di sudut-sudut kampung Indonesia. Di Gang Melly, filosofi itu tidak berhenti sebagai kutipan di atas gapura, tetapi menjelma menjadi praktik hidup sehari-hari yang terus menjaga persatuan dan kemajuan bersama. *** [040526]


logoblog

Thanks for reading Henry Ford dan Gang Melly

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog