“Seeing is deceiving. It's eating that's believing.” – James Thurber (1894-1961), American writer and cartoonist
Sore itu, pekerjaan boleh saja berakhir, tetapi kebersamaan justru menemukan awalnya. Di antara kesibukan pemeriksaan kesehatan, urusan administrasi, dan tugas lapangan yang menuntut ketelitian, ada jeda sederhana yang menghadirkan kebahagiaan, yaitu duduk bersama, memesan makanan, lalu menikmati sore tanpa sekat jabatan. Lesehan Rindu 1 Jajag di Banyuwangi menjadi saksi bahwa terkadang, keakraban tumbuh paling hangat di sekitar meja makan.
Hari Rabu (14/10) itu, basecamp Purwodadi kedatangan tamu dari National Institute for Health and Care Research (NIHR) Universitas Brawijaya (UB) yang berkantor di Malang. Dr. Harun Al Rasyid, MPH, setelah didampingi Field Facilitator NIHR UB, terlebih dahulu mengunjungi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Perjalanan tugasnya berlanjut dengan meninjau pelaksanaan pemeriksaan ulang spirometri kedua di Desa Sarimulyo, sebelum akhirnya singgah di basecamp Purwodadi.
Tak berselang lama, datang pula Hilda Irawati, S.Stat., staf administrasi NIHR UB, bersama Bernadeth Lolita Orzini, mahasiswi magang NIHR UB. Keduanya bertandang ke Banyuwangi untuk menuntaskan sejumlah pekerjaan terkait baseline survey. Hilda membawa amplop subsidi transportasi bagi responden spirometri untuk gelaran minggu depan, dan sekaligus merampungkan berkas beberapa enumerator.
Bagi Hilda, kunjungan ke basecamp Purwodadi biasanya berlangsung singkat. Datang, berkumpul sebentar, menyelesaikan urusan, kemudian pulang. Namun, sore itu ada cerita berbeda. Setelah seluruh pekerjaan administratif dibereskan, ia mengajak kami makan sore bersama di Lesehan Rindu 1 Jajag. Ajakan sederhana itu segera disambut gembira.
Berjarak sekitar 650 meter dari basecamp Purwodadi, restoran ini berada di Jalan Jajag–Bangorejo, Dusun Krajan II RT 03 RW 02, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. Lokasinya berada sekitar 300 meter di sebelah selatan SPBU Petahunan, atau depan Pustu Purwodadi.
Suasananya terasa sejuk, dengan pepohonan rindang yang tumbuh di sepanjang tepian sungai di sisi utara. Gemerisik dedaunan dan udara terbuka menghadirkan suasana santai yang pas untuk melepas penat setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan.
![]() |
| Makan sore bersama di Lesehan Rindu 1 Jajag |
Kami berangkat menggunakan tiga sepeda motor. Saya memboncengkan dr. Harun, enumerator Rahmanurraudhotul Amin, SKM, mengantar Hilda, sedangkan enumerator Muhammad Wisnu Nafiri, S.E., memboncengkan Lolita. Perjalanan singkat itu membawa kami menuju tempat makan yang sore itu akan menjadi ruang perjumpaan lintas peran dan kesibukan.
Sesampainya di Lesehan Rindu 1 Jajag, enam orang mulai memesan makanan dan minuman. Suasana semakin ramai ketika dua enumerator dari Tamanagung, Dysa Fitri Permatasari, S.Tr.Kes., M.Kes., dan Nisaul Rofifah, S.Gz., tiba menyusul.
Semula, keduanya bermaksud menyerahkan sejumlah kuitansi dan menemui saya untuk mengurus subsidi transportasi kegiatan pemeriksaan spirometri yang dijadwalkan pada Jumat (16/10) dan Sabtu (17/10).
Namun, melihat kami sedang menikmati makan sore bersama, keduanya justru diajak bergabung. Urusan administrasi bisa menunggu sejenak; kesempatan berkumpul seperti ini terlalu sayang untuk dilewatkan.
Meja makan pun semakin hidup. Delapan orang dengan tugas dan tanggung jawab berbeda duduk bersama dalam suasana akrab. Tidak ada sekat antara staf administrasi, dokter, enumerator, dan mahasiswi magang. Semuanya larut dalam percakapan, canda, dan kebahagiaan sederhana. Untuk sementara, berbagai urusan pekerjaan berganti menjadi cerita ringan yang mengundang senyum.
Saya sendiri memilih ayam goreng cah kangkung dan lychee tea. Ayam goreng hadir dengan kulit kecokelatan yang menggoda, sementara dagingnya menawarkan sensasi gurih dalam setiap gigitan. Perpaduan tekstur bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut membuat menu sederhana ini terasa istimewa, apalagi ketika disantap selagi hangat.
![]() |
| Ayam goreng Lesehan Rindu 1 Jajag |
Cah kangkung menjadi pendamping yang menyegarkan. Batang kangkung yang renyah berpadu dengan daun yang lembut, menghadirkan rasa sayuran yang khas dengan sentuhan bumbu gurih. Setelah menikmati ayam goreng yang kaya rasa, kangkung memberikan keseimbangan yang membuat suapan berikutnya terasa sama menyenangkannya.
Sebagai penutup, lychee tea menghadirkan kesegaran manis dengan aroma leci yang lembut. Sensasi tehnya berpadu dengan cita rasa buah yang ringan, menciptakan jeda menyegarkan di sela-sela santapan. Perpaduan ayam goreng, cah kangkung, dan lychee tea membuktikan bahwa kenikmatan makan sore tidak selalu harus mewah. Yang penting, setiap hidangan dapat dinikmati bersama suasana yang menyenangkan.
James Thurber (1894-1961), seorang penulis dan kartunis Amerika. pernah mengungkapkan:
“Melihat bisa jadi menipu. Baru dengan menyantapnya, kita bisa percaya.”
Kutipan ini terasa relevan di meja makan kami. Hidangan yang tampak menggugah selera baru benar-benar memberikan kesan ketika dinikmati. Begitu pula kebersamaan di mana keakraban bukan sekadar terlihat dari orang-orang yang duduk berdekatan, melainkan terasa melalui obrolan, tawa, dan kesediaan berbagi waktu.
Selesai makan sore, kami kembali ke basecamp Purwodadi. Pekerjaan dan urusan perjalanan kembali menanti. Seusai Magrib, dr. Harun, Hilda, dan Lolita memesan GrabCar menuju Stasiun Kalisetail untuk kembali ke Malang.
Sore itu pun berakhir, tetapi kehangatannya meninggalkan kesan tersendiri. Di tengah padatnya kegiatan baseline survey dan pemeriksaan spirometri, Lesehan Rindu 1 Jajag menjadi tempat kami merayakan sesuatu yang kerap terlupakan dalam rutinitas, yaitu arti kebersamaan.
Sebab, pada akhirnya, pekerjaan bukan hanya tentang menyelesaikan tugas dan memenuhi target. Ada manusia di balik setiap tanggung jawab, ada persahabatan di antara setiap koordinasi, dan ada kebahagiaan kecil yang tumbuh ketika semuanya duduk bersama tanpa membedakan posisi. Sore itu, kami pulang bukan sekadar dengan perut kenyang, melainkan juga dengan hati yang lebih hangat. *** [151026]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar