Kamis, November 26, 2009

MENGENAL PERKEMBANGAN ANAK

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, November 26, 2009
“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya”

= Ali bin Abi Thalib =


Setiap keluarga mempunyai suatu aturan tersendiri. Baik dalam hal pengaturan ekonomi ataupun dalam pola pengasuhan anak. Dalam hal ini pola pengasuhan anak sangatlah penting karena untuk menciptakan generasi penerus yang baik.
Salah satu bagian dari keberhasilan dalam mengasuh anak adalah dengan memperhatikan perkembangan anak, baik dari segi fisiologis, psikologis maupun sosiologis. Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Anakmu bukanlah anakmu. Mereka adalah anak-anak kehidupan yang mendambakan hidup mereka. Anda boleh menyediakan tempat tinggal bagi tubuh mereka, tetapi tidak boleh menginginkan jiwa mereka karena jiwa mereka tinggal di rumah yang akan datang yang tidak bisa Anda kunjungi bahkan juga dalam mimpi.”
Ujaran Gibran ini bila dicermati secara seksama memiliki muatan filosofis futuristik dalam memahami anak. Orang tua akan sadar bahwa zaman yang dihadapi antara zaman di mana orang tua hidup dengan zaman di mana anak sekarang hidup, sudahlah berbeda jauh. Perbedaan yang tidak disadari oleh orang tua kerapkali menimbulkan kesalahpahaman dalam mendidik anak. Sebaliknya, kesalahmengertian orang tua terhadap anak juga bisa menyebabkan kekeliruan dalam mengasuh anak. Kebanyakan hal ini terjadi pada kehidupan orang tua yang keduanya melakukan aktivitas kerja di luar rumah, misalnya seperti yang terjadi di Jakarta maupun kota-kota lainnya. Ayah sibuk mengurusi pekerjaannya, ibu pun tidak mau kalah juga mengejar kariernya. Secara ekonomi, keluarga ini mungkin akan terpenuhi secara finansial. Namun, situasi seperti ini bila tidak diwaspadai akan menjadi api dalam sekam bagi keluarga tersebut. Coba bayangkan, ayah dan ibu bekerja di luar rumah seharian, sementara anak-anaknya sendirian di rumah atau bersama dengan pembantunya. Bisa jadi, watak pembantulah yang akan terinternalisasi dalam perkembangan kepribadian anak.
Kurang perhatian orang tua yang disebabkan banyaknya aktivitas kerja orang tua di luar rumah akan mempengaruhi perkembangan anak, sebab anak sangat membutuhkan perhatian serta bimbingan orang tua dalam masa perkembangannya. Apabila hal tersebut tidak didapatkan oleh sang anak, pasti sang anak akan menjadi anak yang merasa kesepian dan akan melakukan perbuatan – perbuatan memberontak seperti sering pulang malam, bolos sekolah atau bahkan tidak pulang ke rumah. Menurut Robert Weis (1973), anak mengalami kesepian emosional karena hilangnya hubungan kasih sayang yang dekat dari orang tua. Sang anak melakukan hal tersebut karena ingin diperhatikan oleh orang tua.

Identifikasi Masalah
Sekarang ini sangat banyak terdapat berita keluarga yang membuat hati kita miris, misalnya tentang kurang harmonis kehidupan sebuah keluarga, perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga. Masalah tersebut akan berdampak sangat buruk pada seluruh anggota keluarga terlebih bagi anak sebab anak masih dalam masa pertumbuhan.
Masalah yang dihadapi anak-anak sesungguhnya tidak mungkin lepas dari keterkaitannya dengan masalah orang tua, utamanya adalah ibu. Sebab ibu merupakan garis pertahanan pertama dan paling diandalkan oleh seorang anak. Sungguh naif, bila dalam keluarga mengandalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi semata terhadap anak. Asalkan ayah atau ibu sudah memenuhi apa yang diingkan anak dalam kebutuhan materinya, seolah-olah orang tua sudah beranggapan membahagiakan anak. Anak minta ini itu, langsung dikasih. Belum lagi, ada orang tua yang mengiyakan memenuhi keinginan anak yang belum sesuai dengan kebutuhannya. Anak masih di bangku SMP sudah dipegangi kendaraan bermotor. Orang tua mungkin malah bangga bisa membelikan anak sepeda motor, namun secara tidak sadar orang tua telah mengajari anak untuk melanggar hukum, karena si anak pasti belum memiliki SIM seukuran umurnya di bangku SMP.
Identifikasi masalah anak hendaklah diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan keluarganya. Karena dengan mengetahui permasalahan yang menyangkut anak, orang tua akan bisa mengeliminir permasalahan yang ada dan sekaligus orang tua tersebut berpartisipasi dalam melihat perkembangan anak. Perkembangan anak kebanyakan diwarnai dengan identifikasi maupun imitasi yang ada di lingkungan sekitarnya, sehingga banyak pakar kejiwaan sepakat bahwa perkembangan anak senantiasa dihadapkan pada ketidakstabilan. Dorothy Nolte, pemerhati masalah perkembangan anak, mengatakan:

”Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.”


***
logoblog

Thanks for reading MENGENAL PERKEMBANGAN ANAK

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog