Hari itu, Senin (13/10), jadwal kunjungan health coaching untuk memantau tekanan darah seorang pasien hipertensi harus berakhir tanpa pertemuan. Saya dan kader Usfatul Ulumiyah sudah berada di depan rumahnya di Dusun Krajan RT 02 RW 02, Desa Sepanjang, Gondanglegi, Malang, namun sang pemilik rumah, Ibu Sugi, sedang tidak berada di tempat. Ia berhalangan hadir karena harus takziah ke rumah saudaranya di Probolinggo.
Meski tidak bertemu dengan sang pasien, rasa kecewa sama sekali tidak menyelimuti. Justru, halaman rumah Ibu Sugi yang asri seolah menjadi penawar. Lorong gang sempit itu disulapnya menjadi lahan hijau yang menyejukkan mata. Ibu Sugi rupanya seorang pekebun yang andal. Ia gemar bertanam dan pandai mengatur setiap jenis tanaman sehingga halamannya terlihat rapi, hijau, dan penuh kedamaian.
Di antara koleksi tanamannya yang cukup banyak, satu tanaman herba menarik perhatian. Tanaman yang dikenal sebagai ara sungsang variegata ini belum saya ulas. Daya tarik utamanya terletak pada daunnya yang memesona dengan pola variegata hijau dan putih yang tidak beraturan, menciptakan mozaik alam yang indah.
![]() |
| Bunga ara sungsang variegata (Asystasia gangetica "Ivory Ribbons") |
Sebagai pelengkap keindahan, tanaman ini memproduksi bunga-bunga kecil berwarna ungu muda dengan aksen tenggorokan kuning. Bunga-bunga ini konon menjadi magnet bagi kupu-kupu, menambah kehidupan dan warna di sudut halaman Ibu Sugi yang menawan.
Tanaman ara sungsang variegata ini memiliki nama ilmiah Asystasia gangetica (L.) T.Anderson "Ivory Ribbons". Nama genus Asystasia berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “a-“ (tidak) dan “systasia” (bersatu, konsisten). Jadi, Asystasia berarti “tidak konsisten,” mengacu pada bunganya yang simetris radial. Sedangkan, julukan khusus gangetica berasal dari bahasa Latin “gangēticus”, yang berasal dari istilah Yunani Kuno Helenistik Γαγγητικός (gangētikós), yang berarti "dari atau dari Sungai Gangga". Julukan ini digunakan dalam nama botani dan ilmiah untuk menunjukkan hubungan suatu spesies dengan Sungai Gangga di India [
1Kusumo, B. E. (2025, September 06). Asystasia gangetica subsp. micrantha, Rumput Israel Berbunga Mungil Nan Indah. BaEK. https://budiartoekokusumo.blogspot.com/2025/09/asystasia-gangetica-subsp-micrantha.html
].Sementara itu, nama kultivar dari jenis tanaman yang tumbuh di rumah Ibu Sugi adalah jenis atau varietas “Ivory Ribbons”. Nama kultivar “Ivory Ribbons” menggambarkan penampilan tanaman ini: “Ivory” kemungkinan merujuk pada variegasi putih krem pada daunnya, sementara “Ribbons” merujuk pada bentuk daunnya yang panjang dan sempit.
![]() |
| Daun ara sungsang variegata (Asystasia gangetica "Ivory Ribbons") |
Spesies tanaman ini mula-mula dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1756 sebagai Justicia gangetica, dan dipublikasikan dalam Centuria II. Plantarum, Quam, Consensu Experientiss, Facult. Med. In Regia Academia Upsaliensi, Praeside, Viro Nobilissimo Et Experrientissmo, atau Cent. Pl. II. 3 (1756).
Kemudian pada tahun 1860, botanis Skotlandia Thomas Anderson (1832-1870) merevisi dan mengklasifikasika Justicia gangetica ke dalam genus Asystasia menjadi Asystasia gangetica, dan dipublikasikan dalam Enumeratio Plantarum Zeylaniae: An Enumeration of Ceylon Plants, with Descriptions of The New and Little Known Genera and Species, Observations on Their Habitats, Uses, Native Names, etc., atau Enum. Pl. Zeyl. [Thwaites] 235 (1860).
Selain nama binomial, Asystasia gangetica "Ivory Ribbons" atau variegata ini mempunyai nama-nama umum (common names): coromandel, creeping foxglove, Ganges primrose (Inggris); herbe piment, herbe pistache, herbe le rail (Prancis); assistásia-branca (Portugis); kaligharani (Gujarat); baya, yaya (Thailand); rumput hantu, rumput nyonya (Malaysia); ara sungsang variegate, rumput Israel variegate (Indonesia); bulak-bulak (Filipina); shí wàn cuò (China); Chinese violet (Amerika).
Ara sungsang variegata (Asystasia gangetica "Ivory Ribbons") termasuk dalam famili Acanthaceae (suku jeruju-jerujuan), dan daeran rentang sebaran mulai dari anak benua India hingga Australia utara dan timur.
![]() |
| Tanaman ara sungsang variegata (Asystasia gangetica "Ivory Ribbons") di Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang |
Asystasia gangetica "Ivory Ribbons" (ara sungsang variegata) merupakan tanaman dengan kebiasaan pertumbuhan yang menyebar. Daunnya memiliki variegasi yang indah, dengan tepi berwarna putih krem. Bunganya berwarna ungu muda dengan tenggorokan kuning dan konon dapat menarik kupu-kupu! [
2Steve’s Leaves. (n.d.). Asystasia gangetica “Ivory Ribbons.” Steve’s Leaves. Retrieved October 31, 2025, from https://stevesleaves.com/products/asystasia-gangetica-ivory-ribbons?srsltid=AfmBOop7v1cW68XtK6RIfzo0FnYr0ImYL0atz2SewtOxauEvUBcl7Kq2
].Kultivar hias Asystasia gangetica “Ivory Ribbons” tidak memiliki catatan etnobotani tersendiri, karena penggunaannya terkait dengan spesies Asystasia gangetica yang tidak dibudidayakan. Kultivar beraneka warna ini dihargai karena penampilannya, sementara spesies induknya banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan sebagai sumber makanan di beberapa wilayah Afrika dan Asia.
Kumar, Ishu & Singh (2021) [
3Kumar, H., Ishu, & Singh, H. (2021). ASYSTASIA GANGETICA: A BIBLIOMETRIC ASSESSMENT OF GLOBAL PUBLICATIONS OUTPUT DURING 1960-2020. International Journal Of Pharmaceutical Sciences And Research, 12(4), 2021–2035. https://doi.org/10.13040/IJPSR.0975-8232.12(4).2021-35
] menjelaskan bahwa tanaman ini secara tradisional digunakan sebagai ramuan untuk mengobati rematik, sakit perut, dan nyeri jantung. Di negara-negara Afrika Timur, seperti Kenya, rebusan daunnya digunakan sebagai obat cacing untuk cacingan. Daunnya banyak digunakan dalam pengobatan asma di Nigeria. Dalam pengobatan tradisional Kamerun, tanaman ini digunakan dalam pengobatan patah tulang, penyakit tulang, diare, dan infertilitas wanita. Sedangkan, di India, digunakan sebagai astringen, pencahar, dan diaforetik. Rebusan daunnya diklaim sangat efektif dalam pengobatan asma (antiinflamasi). *** [311025]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar