Minggu, Oktober 26, 2025

Leonotis nepetifolia, Tanaman Klip Dagga Seperti Telinga Singa

  Budiarto Eko Kusumo       Minggu, Oktober 26, 2025
Di tepian Waduk Karangkates, di antara rumpun ilalang dan hamparan gulma yang tumbuh liar, berdiri tegak semak-semak dengan bunga oranye kemerahan yang mencolok. Bentuknya unik - gugusan bunga menyerupai bola berduri yang tumbuh melingkar di pucuk batang, seolah menjadi mahkota api di atas tangkai hijau yang menjulang. Daunnya berwarna hijau tua, lembut ketika disentuh, dan mengeluarkan aroma harum saat diremas.
Tanaman ini tumbuh berdampingan dengan grêndhêl atau jojera (Xanthium strumarium), gulma berduri yang akrab di mata warga sekitar Waduk Karangkates, Kabupaten Malang. Di bibir waduk, terutama di sekitar Dermaga Rajut Indah di Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, hingga Dermaga Dadapan di Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, kedua tanaman itu menjadi bagian dari lanskap liar yang terus berganti mengikuti musim.
Warga setempat tidak tahu nama pastinya. Mereka hanya mengenal tanaman ini dari warna bunganya yang mencolok dan kemunculannya yang musiman. “Tiap tahun pasti nongol lagi,” ujar sejumlah warga yang akan naik perahu sambil menunjuk rumpun tanaman tersebut yang bergoyang ditiup angin waduk. 

Susunan bracht dalam batang tanaman klip dagga (Leonotis nepetifolia)

Bagi mereka, tanaman ini hanyalah bagian dari alam sekitar - gulma yang ikut hidup di sela-sela rerumputan - namun bagi mata yang lebih peka, tanaman yang dalam sejumlah literatur disebut dengan klip dagga tersebut menghadirkan pesona tropis yang eksotis, sebuah pertemuan antara keindahan liar dan kekuatan adaptasi di tepian waduk.
Klip dagga memiliki nama ilmiah Leonotis nepetifolia (L.) R.Br. Nama genus Leonotis berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “léon” (singa) dan “ôtos” (telinga), karena bibir atas bunganya berada di bagian bawah sehingga terlihat seperti telinga singa [
1Puccio, P. (n.d.). Leonotis leonurus. Monaco Nature Encyclopedia: Discover the Biodiversity. Retrieved October 26, 2025, from https://www.monaconatureencyclopedia.com/leonotis-leonurus/?lang=en
].
Sedangkan, julukan khusus nepetifolia berasal dari bahasa Latin dari kombinasi kata “nepeta” (nama tumbuhan yang disebutkan oleh Pliny, mungkin karena berasal dari Nepi, di Etruria) dan “folia, -um” (daun) [
2Bissanti, G. (2023, February 19). Leonotis nepetifolia. Un Mundo Ecosostenible Detro i Codic Della Natura. https://antropocene.it/en/2023/02/19/leonotis-nepetifolia-2/
]. Jadi, nepetifolia berarti “dengan daun yang mirip dengan Nepeta” (genus lain dalam keluarga Lamiaceae) [
3Christmas candlestick. (n.d.). Muséum National D’Histoire Naturelle Official Website. https://www.mnhn.fr/en/christmas-candlestick#:~:text=Leonotis%20nepetifolia%20(L.),Description%20and%20flowering%20period
].

Bunga klip dagga (Leonotis nepetifolia) berkelopak orannye menjumbai dan berbulu seperti telinga singa

Spesies ini mula-mula dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1753 sebagai Phlomis nepetifolia, dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema Sexuale Digestas. (Tomus II), atau Sp. Pl. 2: 586 (1753).
Kemudian pada tahun 1811, botanis Inggris Robert Brown (1773-1858) merevisi dan mengklasifikasikan Phlomis nepetifolia ke dalam genus Leonotis menjadi Leonotis nepetifolia, dan dipublikasikan dalam Hortus Kewensis, Or, A Catalogue Of The Plants Cultivated In The Royal Botanic Garden at Kew (Vol. III), atau Hort. Kew., ed. 2 [W.T. Aiton] 3: 409 (1811).
Selain nama binomial, Leonotis nepetifolia mempunyai nama-nama umum (common names): bald bush, klip dagga (Inggris); katzenminzblättriges Löwenohr (Jerman); Léonotis à feuilles de népète, pompon rouge, grosse tête (Prancis); botón de cadete, cordón de fraile, molinillo, quina de pasto, rubim de bolas (Spanyol); cauda-de-leão, coração-de-frade (Portugis); grantiparani (India); lion's-tail (Australia); lion's-ear (Amerika); cordão-de-frade, cordão-de-San-Francisco (Brasil); shandilay (Trinidad).

Daun klip dagga (Leonotis nepetifolia) dan bakal calon bracht

Klip dagga
(Leonotis nepetifolia) termasuk dalam famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman) yang siklus hidupnya hanya semusim, dan daerah asalnya dari Anak Benua India dan Afrika (kecuali Mediterania dan Afrika Selatan), Madagaskar. Kemudian diperkenalkan di  China, Asia Tenggara, Amerika Serikat (Alabama), Meksiko, Amerika Tengah, Karibia, Amerika Selatan [
4EPPO Global Database. (n.d.). Leonotis nepetifolia (LEONE)[Overview]. EPPO. Retrieved October 26, 2025, from https://gd.eppo.int/taxon/LEONE
].
Leonotis nepetifolia (klip dagga) merupakan tanaman herba besar, lurus, tumbuh vertikal, dengan batang hampir persegi dan beralur. Daun berseberangan dengan tangkai daun yang panjang. Daun hampir berbentuk hati dengan pinggiran bergerigi. Pangkal daun tegak lurus terhadap tangkai daun. Daun baru terlihat sangat anggun. Sumbu utama tanaman tumbuh vertikal, berkelompok seperti bunga yang berselang-seling. Bunganya tersusun bulat melingkari batangnya. Sepasang daun lanset (atau bract) terlihat di bawah tandan. Bunga berwarna oranye cerah, berbentuk tabung, dan berbulu muncul dari kelopak bilabiate yang sangat tajam, berduri [
5Joshi, M. (n.d.). Leonotis nepetifolia. OneFlora. Retrieved October 26, 2025, from https://oneflora.in/species/Leonotis%20nepetifolia
].
Klip dagga (Leonotis nepetifolia) merupakan tumbuhan yang tingginya bisa mencapi 3 meter, dan memiliki banyak kegunaan: digunakan sebagai tanaman hias berkat “jumbai” oranye yang menarik banyak penyerbuk. Ia juga digunakan karena berbagai khasiat obatnya.

Tanaman klip dagga (Leonotis nepetifolia) yang tumbuh berdampingan dengan tanaman Xanthium strumarium di tepi Dermaga Rajut Indah Waduk Karangkates, Dusun Kecopokan, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, kabupaten Malang

Secara historis, tanaman ini telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit manusia di berbagai belahan dunia. Di Trinidad, rebusan daunnya atau tumbuk dan peras sarinya (tambahkan garam) digunakan untuk mengatasi demam, pendingin/pemebersih mulut, diabetes, maupun sakit asma [
6Clement, Y. N., Baksh-Comeau, Y. S., & Seaforth, C. E. (2015). An ethnobotanical survey of medicinal plants in Trinidad. Journal of ethnobiology and ethnomedicine, 11, 67. https://doi.org/10.1186/s13002-015-0052-0
].
Di beberapa negara di Afrika, menggunakan klip dagga dalam pengobatan tradisional sebagai pengobatan pengobatan demam, sakit kepala, malaria, disentri dan gigitan ular [
7Mountain Herb Estate. (n.d.). DAGGA - KLIP DAGGA (Leonotis nepetifolia). Mountain Herb Estate Nursery. Retrieved October 26, 2025, from https://www.herbgarden.co.za/mountainherb/herbinfo.php?id=186
]. Sementara itu, di Kota Mbarara, Uganda Barat Daya, rebusan tanaman dan saring ekstraknya digunakan dalam pengobatan fibroid rahim [
8Nantinda, C., Kisakye, E. L., Musana, D., Ssessanga, I., Ssenabulya, U., Omara, T., Kahwa, I., & Nalimu, F. (2025). Ethnobotany, floristic and phytochemical studies of medicinal plants used to treat uterine fibroids in Mbarara City, Uganda. Phytomedicine Plus, 5(1), 100729. https://doi.org/10.1016/j.phyplu.2025.100729
].
Gang & Kang (2022) [
9Gang, R., & Kang, Y. (2022). Botanical features and ethnopharmacological potential of Leonotis nepetifolia (L.) R. Br: a review. Journal of Plant Biotechnology, 49(1), 3–14. https://doi.org/10.5010/jpb.2022.49.1.003
] melaporkan bahwa dalam banyak praktik kesehatan tradisional, Leonotis nepetifolia digunakan untuk mengobati asma bronkial, diare, demam, influenza, malaria, batuk, epilepsi, prolaps rahim, penyakit kulit, dan rematik. Kekuatan terapeutik Leonotis nepetifolia dikaitkan dengan kandungan fitokimianya, termasuk alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, steroid, dan terpenoid. 
Senyawa fitokimia yang terdapat dalam tanaman berhubungan dengan berbagai bioaktivitas, seperti antimikroba, imunomodulator, antikanker, antioksidan, analgesik, dan antiinflamasi. *** [261025]


logoblog

Thanks for reading Leonotis nepetifolia, Tanaman Klip Dagga Seperti Telinga Singa

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog