Senin, November 03, 2025

Anacardium occidentale, Jambu Mete yang Bentuk Buahnya Menyerupai Hati Terbalik

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, November 03, 2025
Dalam perjalanan dari Balai Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir menuju Puskesmas Pakisaji, saya memutuskan mengambil jalur yang jarang saya lewati - Jalan Sono Tengah, atau warga setempat menyebutnya Soneta, masuk wilayah administratif Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Jalan beraspal hotmix itu membelah hamparan sawah yang tenang, sesekali dilewati sepeda motor atau gerobak pembawa padi. Tepat di sebelah utara makam Mbah Suryo Sasi Kilat, di antara lahan kosong yang luas, saya melihat sebuah pohon yang tampak menonjol di tepi jalan desa itu.
Batangnya pendek namun kekar, cabang-cabangnya melebar seolah melindungi siapa pun yang berteduh di bawahnya. Daunnya tebal, hijau mengilap, berbentuk lonjong terbalik dengan tulang daun menyirip jelas.
 
Buah jambu mete (Anacardium occidentale) yang masih muda

Saat didekati, bunga-bunga kecil berwarna merah muda kekuningan tampak bermekaran, menyebarkan aroma harum. Itulah pohon jambu mete - pohon tropis yang buahnya kerap membuat orang salah sangka.
Banyak yang mengira buah sejatinya adalah bagian berdaging yang berwarna merah atau kuning itu. Padahal, bagian yang disebut buah sejati justru terletak di bawahnya: biji keras berlekuk menyerupai ginjal - biji mete yang terkenal gurih setelah disangrai. Bentuknya seperti hati yang terbalik, seolah alam sengaja bermain-main dengan estetika dan rasa.
Jambu mete atau yang akrab juga disebut jambu monyet ini memiliki nama ilmiah Anacardium occidentale L. Nama genus Anacardium berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “ana” (ke atas) dan “cardium” (jantung, hati), merujuk pada kacang mete, inti atau jantung buah, yang terletak di luar [
1Mayurank. (n.d.). Cashew. Mayurankfoods. Retrieved November 02, 2025, from https://www.mayurankfoods.com/Cashew.html
]. Sedangkan, julukan khusus occidentale berasal dari bahasa Latin “occidentālis” (berkaitan/berhubungan dengan/berasal dari barat) [
2Mahoney, K. D. (n.d.). Latin Definition for: occidentalis, occidentalis, occidentale (ID: 28460) - Latin Dictionary and Grammar Resources - Latdict. Latin-Dictionary. https://latin-dictionary.net/definition/28460/occidentalis-occidentalis-occidentale
], yang menunjukkan daerah asal tanaman ini di Belahan Bumi Barat.
Nama ilmiah Anacardium occidentale diperkenalkan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1753 dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema Sexuale Digestas. (Tomus I), atau Sp. Pl. 1: 383 (1753).

Bunga jambu mete (Anacardium occidentale)

Selain nama ilmiah (scientific preferred name), Anacardium occidentale mempunyai nama-nama umum (common names): cashew, cashew apple, cashew nut (Inggris); Acajubaum, Akajoubaum, Cashewnuss, Kaschubaum, westindischer Nierenbaum (Jerman); cashewnoot, kasjoe, kasjoeboom, mereke (Belanda); anacardier, cajou, noyer de cajou, pommier d'acajou (Prancis); acaju, anacardo, cajú, merey (Spanyol); cajueiro, cajú (Portugis); acajou, anacardo (Italia); habb al-biladhir (Arab); badame pharangi (Persia); kaju (Benggala); jambu mete, jambu monyet (Indonesia); yao kuo (China); acajaíba, acaju-açu, acaju-pakoba, acajuba, acajú, cacajú, casca-antidiabética, salsaparrilha-dos-pobres (Brasil); marañón (Bolivia).
Jambu mete (Anacardium occidentale) termasuk dalam famili Anacardiaceae (suku mete-metean), dan daerah asalnya adalah Brasil, wilayah Amazon, yang kemudian menyebar ke wilayah tropis lainnya.
Anacardium occidentale (jambu mete) merupakan pohon berukuran kecil dengan tajuk berbentuk kubah. Kulitnya berwarna cokelat atau abu-abu, halus hingga kasar dengan celah-celah memanjang. Daunnya kasar dan berbentuk bulat telur terbalik dengan ujung membulat. Daunnya yang tumbuh pada tandan terminal bersifat lentur, berkilau, dan kemerahan saat muda, serta berwarna hijau tua saat dewasa dengan urat daun kuning yang menonjol. 
Bunganya yang muncul sebagai malai terminal berwarna keputihan dan berubah menjadi merah muda kemerahan. Buahnya berupa kacang berbentuk ginjal yang menempel di ujung distal wadah berbentuk buah pir yang membesar yang disebut jambu mete [
3Chan, E. W. C., Baba, S., Chan, H. T., Kainuma, M., Inoue, T., & Wong, S. K. (2018). Ulam herbs: A review on the medicinal properties of Anacardium occidentale and Barringtonia racemosa. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 241–247. https://doi.org/10.7324/japs.2017.70235
].

Daun jambu mete (Anacardium occidentale)

Pada waktu saya masih bocil, setiap musim jambu mete, Pak Bon (sebutan untuk tukang kebun sekolah dasar) menjual buah tersebut di kedai yang menyatu dengan “rumah dinasnya”. Di samping jambu mete, pasti ada garam. Garam ini berfungsi untuk menghilangkan rasa gatal atau serak di tenggorokan saat dimakan. Kalau sudah benar-benar matang, rasanya segar karena banyak mengandung air.
Kemudian pada waktu diajak menginap di rumah mertua paman di Kampung Nangela, Desa Margaluyu, Kecamatan Campak, Kabupaten Cianjur, puluhan tahun yang silam, saya melihat bibi suka makan lalapan daun jambu mete yang muda.
Moura et. al. (2025) [
4Moura, M. C. d. O., Assuncão, E. M. d. S., Barbosa, S. S., Tenente, E. I. L., de Souza, A. P., dos Santos, R. V. M., Correa, A. P. F., Pinto, L. A. d. M., Tuler, A. C., dos Santos Campos, D. C., Vital, M. J. S., Filho, A. A. d. M., & Monteschio, J. d. O. (2025). Essential Oil from the Leaves of the Dwarf Cashew Tree (Anacardium occidentale L.) in the Amazon Savannah: Physicochemical and Antioxidant Properties as a Food Preservative. Foods, 14(11), 1954. https://doi.org/10.3390/foods14111954
] melaporkan bahwa, pohon buah tropis atau jambu mete ini memainkan peran ekonomi dan sosial yang signifikan di daerah asalnya, yaitu Brasil. Nilai komersial utamanya terletak pada produksi kacang mete, buah sejatinya, dan buah semu, yang dikenal sebagai jambu mete, keduanya banyak digunakan dalam industri makanan. 
Kacang mete, yang kaya akan asam lemak esensial dan senyawa bioaktif, merupakan produk bergizi tinggi dengan nilai ekspor. Buah semu, pada gilirannya, merupakan sumber polifenol, vitamin, dan mineral yang kaya, dan dikonsumsi segar atau diolah menjadi jus, permen, dan minuman keras.

Pohon jambu mete (Anacardium occidentale) yang tumbuh subur di pinggir jalan Soneta, Dusun Sono Tengah RW 15, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

Meskipun buah dan buah semu merupakan bagian yang paling banyak dieksploitasi secara komersial, daun pohon jambu mete merupakan sumber biomassa yang melimpah namun kurang dimanfaatkan. 
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa daunnya mengandung senyawa bioaktif yang relevan, termasuk flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, terpena, dan minyak atsiri, yang berkaitan dengan berbagai aktivitas biologis, seperti efek antimikroba, antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker.
Selain potensi fitokimianya, daunnya juga menunjukkan khasiat terapeutik yang penting dan secara tradisional digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati gangguan gastrointestinal, demam, peradangan, dan diabetes. 
Relevansi terapeutik spesies ini telah diakui secara resmi, karena Anacardium occidentale termasuk dalam Daftar Nasional Tanaman Obat yang Berkepentingan bagi Sistem Kesehatan Terpadu Brasil, yang mencakup spesies-spesies dengan potensi penggunaan terapeutik dalam layanan kesehatan masyarakat. *** [031125]


logoblog

Thanks for reading Anacardium occidentale, Jambu Mete yang Bentuk Buahnya Menyerupai Hati Terbalik

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog