Jumat, Juni 25, 2021

Jauh Lebih Sulit Untuk Membuat Orang Sehat Daripada Membuat Orang Sakit

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, Juni 25, 2021
It is a lot harder to keep people well than it is to just get them over a sickness.”

Ujaran di atas datang dari DeForest Clinton Jarvis, M.D. Versi aslinya dalam bahasa Inggris yang berbunyi: “It is a lot harder to keep people well than it is to just get them over a sickness.”
DeForest Clinton Jarvis (16 Maret 1881 – 18 Agustus 1966) adalah seorang dokter Amerika dari Vermont. Dia terkenal karena tulisannya tentang pengobatan tradisional (folk medicine). Dia merekomendasikan campuran cuka sari apel dan madu yang disebut switchel atau honeygar sebagai tonik kesehatan.
Jarvis lahir di Plattsburg, Clinton County, New York dalam keluarga Vermont generasi kelima dan dibesarkan di Burlington, Vermont. Orangtuanya adalah George Jarvis dan Abbie Vincent. Dia lulus dari University of Vermont Medical College pada tahun 1904, dan mulai praktek di Barre, Vermont pada tahun 1909. Istri Jarvis bernama Pearl Macomber, dan mereka memiliki seorang putri, Sylvia Jarvis Smith (lahir 29 Juni 1914), yang lulus dari Universitas Vermont pada tahun 1936.
Buku Jarvis yang berjudul “Folk Medicine: A Vermont Doctor’s Guide to Good Health” (Pengobatan Tradisional: Panduan Dokter Vermont untuk Kesehatan yang Baik) yang terbit pada 1958, menjadi daftar buku terlaris (best seller) versi New York Times selama dua tahun. Bukunya terjual lebih dari satu juta eksemplar, lebih dari 245.000 eksemplar dalam setahun dan masih cetak lagi pada 2002.
Konon, pengobatan tradisional ala Jarvis ini pengembangan dari pengobatan tradisional Romawi Kuno (Ancient Roman Folk Medicine), yaitu menggunakan madu dan cuka (vinegar) untuk membersihkan sistem dan meningkatkan kesehatan. Dalam pengobatan tradisionalnya, Jarvis telah memopulerkan kembali penggunaan madu dan cuka sari apel di zaman modern.
Baru-baru ini, ilmu pengetahuan modern mulai meninjau kembali beberapa klaimnya tentang cuka, terutama yang terkait dengan penyakit tidak menular (PTM) atau Non-Communicable Disease (NCD), seperti diabetes, penurunan berat badan, hipertensi dan kesehatan jantung.
Jarvis meninggal di Girouard Nursing Home di South Barre, Vermont, pada usia 85 tahun dan dikebumikan di Elmwood Cemetery, Barre, Washington County, Vermont. Penyebab kematiannya adalah infeksi ginjal kronis, ditambah dengan thrombosis serebral dan arteriosklerosis.
Dalam pengembaraannya sebagai seorang dokter, Jarvis tidak hanya meninggalkan jejak pengetahuan kedokterannya dalam bentuk buku, namun juga membagikan ujaran (quote) motivasional dan inspirasionalnya yang masih acapkali dikutip orang. 
Pada waktu itu, D.C. Jarvis pernah berujar: “I believe that the doctor of the future will be a teacher as well as a physician. His real job will be to teach people how to be healthy. Doctors will be even busier than they are now because it is a lot harder to keep people well than it is to just get them over sickness” (Saya percaya bahwa dokter masa depan akan menjadi guru sekaligus dokter. Pekerjaannya yang sebenarnya adalah mengajar orang bagaimana menjadi sehat. Dokter akan lebih sibuk daripada sekarang karena jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat orang sakit).
Ujaran Jarvis ini dengan memperhitungkan perkembangan zaman yang modern. Peradaban yang ditandai dengan penggunaan teknologi yang semakin mempermudah dalam kehidupan manusia. Tanpa disadari hal itu akan mempengaruhi manusia dalam gaya hidupnya. Dulu aktivitas fisik masih mengemuka, sekarang sudah mulai berkurang. Ini tentunya akan membawa konsekuensi terhadap kesehatan seseorang.
Dulu penyakit menular menjadi momok dan ‘aib’ bagi seseorang, sekarang penyakit tidak menular (PTM) mulai menggesernya. Sementara paradigma berpikir masyarakat masih bernostalgia dengan kejadian pada penyakit menular. Yang namanya sakit identik dengan adanya permasalahan pada tubuh secara fisik.
Berbeda halnya dengan karakteristik PTM, sakitnya seringkali tidak menggejala dalam fisik seseorang. Kalau pun toh menggejala, umumnya orang itu sudah memasuki stadium yang tinggi. Kalau orang itu sudah nggeblak (jatuh), barulah orang-orang mengatakan sakit. Celakanya, kalau sudah orang itu jatuh biasanya akan mengalami kecacatan hingga kematian.
Namun, merubah paradigma berpikir seseorang itu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Itu tidak terjadi dalam hitungan detik seperti anggapan orang-orang tertentu. Seolah-olah bahwa merubah paradigma itu semudah membalikkan telapak tangan dan kehidupan seseorang bisa berubah dalam hitungan detik dengan hanya merubah cara pandang.
Fenomena seperti ini yang terekam dalam ujaran Jarvis tersebut. “Jauh lebih sulit untuk membuat orang sehat daripada membuat orang sakit”. Mendapatkan kesehatan akan terasa sulit ketika sakit, jalan terbaik untuk menghindari sakit yaitu dengan menjaga kesehatan. Karena sakit jauh lebih mudah datang meskipun pada orang-orang yang menjaga kesehatannya, apalagi mereka yang tidak peduli dengan kesehatan. *** [250621]
logoblog

Thanks for reading Jauh Lebih Sulit Untuk Membuat Orang Sehat Daripada Membuat Orang Sakit

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog