Sabtu, Desember 04, 2021

Giliran Parado Rato Dikunjungi Tim 10 WSLIC-2

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Desember 04, 2021
Desa Parado Rato terletak di wilayah ujung selatan Kabupaten Bima. Secara topografis, wilayah Kabupaten Bima sebagian besar (70%) merupakan dataran tinggi dan sisanya adalah dataran rendah (30%). Desa Parado Rato merupakan wilcah ketujuh dalam Studi Evaluasi Dampak Program WSLIC-2 tahun 2010 (The Study of Evaluation of Second Water & Sanitation For Low Income Communities Project/WSLIC-2) dari SurveyMETER dan Kementerian Kesehatan RI.
Usai menyelesaikan EA 048 (Rabakodo) dan EA 047 (Donggobolo), Tim 10 (NTB-2) melakukan moving ke Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, pada Jumat (16/07/2010) pagi. Jaraknya dari Donggobolo sekitar 37 kilometer dengan jalan yang menanjak yang dikelilingi panorama alam yang indah.

FGD bersama ibu-ibu di Desa Parado Rato, Kabupaten Bima (Foto: 17/07/2010)

Parado
, dalam bahasa Portugis berarti berhenti. Setiap orang yang melintas Parado umumnya akan berhenti sesaat melihat liukan perbukitan karst yang menawan. Hijau rerimbunan pepohonan di atas bukit menambah asri kawasan tersebut.
Tiba di Parado Rato menjelang Jumatan. Basecamp Tim 10 (NTB-2) selama bertugas di sana yaitu di rumah perangkat desa Jufrin AR, SE yang berada di Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima.

Salah satu sudu perkampungan di Desa Parado Rato (Foto: 17/07/2010)

Usai Jumatan, kami melakukan listing dan kemudian membuat agenda penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Parado. Implementasi FGD ini, kami konsultasikan dengan perangkat desa Jufrin terkait kebiasaan waktu pelaksanaannya di sini.
Hasilnya, penyelanggaraan FGD dijadwalkan pada Sabtu (17/07/10) dan Ahad (18/07/2010). Kedua FGD itu, waktu pelaksanaannya di siang hari. Karena jadwal FGD pelaksanaannya siang hari semua, Tim 10 (NTB-2) berusaha membuka wilcah kedelapan di Desa Kanca (EA 046), yang jaraknya hanya 5 kilometer dari basecamp di Desa Parado Rato (EA 045).

Keindahan Pantai Lere, Kec. Parado, Kabupaten Bima (Foto: 18/07/2010)

Jadi, Sabtu pagi Tim 10 (NTB-2) menuju ke Desa Kanca. Kebetulan di EA 046, Tim 10 (NTB-2) hanya melakukan wawancara dan observasi di SDN Kanca yang beralamatkan di Jalan Dam Muku, Desa Kanca, Kecamatan Parado. Lokasinya berada di sebelah barat daya Kantor Desa Kanca ± 200 meter.
Di SDN Kanca, Pinus Nesuki (notulen) melakukan wawancara dengan pihak sekolah dan saya melakukan observasi lingkungan sekolah, terutama untuk sanitasinya. Setelah selesai, kami langsung berpamitan untuk kembali ke Desa Parado Rato.

Pondok Sinyal: Gubuk di ladang ini merupakan lokasi yang ada sinyal telepon di Desa Parado Rato (Foto: 18/07/2010)

Siangnya, kami melaksanakan FGD untuk ibu-ibu di balai pertemuan yang berbentuk rumah panggung. Acara dimulai dari pukul 13.15 WITA dan selesai pada pukul 14.58 WITA, dengan jumlah peserta sebanyak tujuh orang.
Ahad (18/07/2010) pagi, kami diajak pemilik basecamp jalan-jalan ke Pantai Lere (Lere Beach) yang menghadap ke Samudera Indonesia. Jaraknya hanya 13 kilometer dari basecamp dengan melewati hutan kemiri yang jalannya sedikit menanjak.

Bendungan Pela Parado, Bima (Foto: 19/07/2010)

Pada waktu kami berkunjung ke sana, Pantai Lere masih terlihat alami dan sepi. Karena pada waktu itu akses menuju ke sana masih agak sulit. Hanya kendaraan roda dua yang bisa menerobos jalanan sempit (overlagh) hingga ke bibir pantai dari Desa Lere.
Pulang dari Pantai Lere, kami istirahat sebentar di basecamp sambil makan siang terus lanjut melakasanakan FGD bersama tujuh orang bapak-bapak. Lokasi pelaksanaannya masih sama dengan FGD ibu-ibu. Acara dimulai dari pukul 13.15 WITA hingga pukul 14.27 WITA.

Pemilik basecamp dan keluarga, yang juga perangkat desa (Foto: 19/07/2010)

Pulang dari FGD, kami langsung membuat matriks analisa FGD dan laporan keuangan serta transkrip. Selama melaksanakan FGD di Desa Parado Rato, kami senantiasa dibantu oleh seorang translator untuk menerjemahkan bahasa setempat. Translatornya, kami ambil dari masyarakat setempat di sana. Malamnya, saya mendampingi notulen berkunjung ke rumah Tim Kerja Masyarakat (TKM) WSLIC-2 untuk melakukan wawancara.
Esok harinya, Senin (19/07/2010) usai makan siang, kami diajak oleh pemilik basecamp main ke Bendungan Pela Parado yang berjarak sekitar 11 kilometer dengan melewati jalan lintas tente – parado yang berkelok-kelok melintasi perbukitan.

SDN Kanca, Kabupaten Bima (Foto: 17/07/2010)

Kurang lebih satu jam menikmati pemandangan di Bendungan Pela Parado, kami langsung kembali ke basecamp. Di basecamp, kami masih harus menyelesaikan laporan-laporan, termasuk alih bahasa setempat dalam transkrip.
Di sana, kami melihat keindahan pemandangan bendungan yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada 31 Oktober 2005. Dari bendungan, sepanjang mata memandang mengikuti aliran sungainya, akan dimanjakan dengan liukan lembah yang menghijau.
Selasa (20/07/2010) pagi kami berpamitan dengan pemilik basecamp untuk melanjutkan langkah menuju ke wilcah berikutnya dalam studi evaluasi program air bersih, yaitu Desa Rora, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, yang jaraknya sekitar 68 kilometer dari sini. ***


logoblog

Thanks for reading Giliran Parado Rato Dikunjungi Tim 10 WSLIC-2

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog