Senin, September 25, 2023

Hyptis brevipes, Daun Pusar Berkaki Pendek

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, September 25, 2023
Di pematang sawah belakang Sekretariat SMARThealth Kepanjen, dekat saluran irigasi, terlihat tanaman gulma yang tumbuh di antara hamparan sawah yang menghijau. Di antaranya yang ditemui adalah tanaman daun pusar.
Daunnya berbentuk lanset dengan tepi daun bergerigi dan ujung pangkalnya lancip. Bagian bawah daun berbulu halus. Batangnya juga sedikit berbulu dan berusuk jelas. Bunganya kecil berwarna putih berbentuk tabung. Perbungaannya berbentuk kancing, tersusun atas banyak bunga dan tumbuh sendiri-sendiri di ketiak daun. Letak mahkota jauh lebih tinggi dari letak kelopak, dan berwarna hijau.
Nama ilmiah tanaman daun pusar adalah Hyptis brevipes Poit. Nama genus Hyptis berasal dari bahasa Yunani “huptios”, yang berarti berbalik ke belakang. Hal ini mengacu pada posisi bibir bawah mahkota [
1González, J. "Explicación Etimológica de las Plantas de La Selva". Flora Digital De La Selva: Organización para Estudios Tropicales. Retrieved from https://sura.ots.ac.cr/florula4/docs/ETIMOLOGIA.pdf
].

Bunga daun pusar (Hyptis brevipes)

Sedangkan, julukan khusus brevipes berasal dari bahasa Latin, yang dibentuk dari kata “brevis” (pendek) dan “pēs” (kaki) [
2https://casabio.org/taxa/anaxeton-brevipes
]. Pengertian ini mengacu pada tangka berbunga yang pendek.
Nama ilmiahnya dipublikasikan pertama kali oleh Pierre Antoine Poiteau (1766-1854), seorang ahli botani Prancis, pada tahun 1806 dalam Annales du Muséum d'histoire naturelle, Tome Septieme, atau Ann. Mus. Hist. Nat. 7: 465 (1806) [
3Hyptis brevipes Poit. in GBIF Secretariat. GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-09-22.
].
Selain nama ilmiah, spesies Hyptis brevipes memiliki nama umum. Chibolita (Spanyol), duan bing diao qiu cao (China), nanto-iganigakusa (Taiwan), é cuống ngắn  (Vietnam), chat pra in (Thailand) sawi enggang, sawi hutan, ati-ati puteh (Malaysia), fazendeiro, ortela-brava (Brasil).
Di Indonesia, spesies Hyptis brevipes dikenal dengan nama lokal boborongan, genggeyan, ki hileud (Sunda), godhong puser (Jawa), dan tutumbalen (Minahasa).
Tanaman daun pusar (Hyptis brevipes) berasal dari Amerika tropis tetapi sekarang tersebar luas di wilayah tropis lain di dunia sebagai spesies invasif asing. Tumbuhan ini tergolong liar dan belum dibudidayakan.

Tanaman daun pusar (Hyptis brevipes)

Dalam studi biologis yang dilakukan oleh Ye Deng et. al (2009) [
4Deng, Y., Balunas, M. J., Kim, J. A., Lantvit, D. D., Chin, Y. W., Chai, H., Sugiarso, S., Kardono, L. B., Fong, H. H., Pezzuto, J. M., Swanson, S. M., de Blanco, E. J., & Kinghorn, A. D. (2009). Bioactive 5,6-dihydro-alpha-pyrone derivatives from Hyptis brevipes. Journal of natural products, 72(6), 1165–1169. https://doi.org/10.1021/np9001724
] memperlihatkan bahwa pada ekstrak kasar tanaman ini menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur, serta aktivitas interkalasi DNA.
Dalam sejumlah kajian etnobotani disebutkan bahwa daunnya dapat digunakan untuk mengobati cacing kremi, cacing perut, kulit bernanah, dan luka [
5https://ipbiotics.apps.cs.ipb.ac.id/index.php/tumbuhanObat/860
]. Dalam laman Pl@nt Use [
6Handayani, Rini Sasanti. (30 March 2016). Hyptis brevipes (PROSEA). Retrieved from https://uses.plantnet-project.org/en/Hyptis_brevipes_(PROSEA)
], dijelaskan kegunaan dari tanaman daun pusar.
Di Indonesia daunnya dioleskan pada luka. Rebusan daun dan batangnya dioleskan setelah melahirkan di Malaysia, dan tapal daunnya dioleskan ke perut anak untuk mengusir cacing. Di Amerika Tengah, rebusan tanaman ini digunakan untuk mengobati sakit kepala dan diare. Daunnya terkadang dimakan sebagai sayuran. *** [250923]


logoblog

Thanks for reading Hyptis brevipes, Daun Pusar Berkaki Pendek

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog