Rabu, September 24, 2025

Vanda tiga warna var. suavis, Varietas Anggrek Vanda tricolor Endemik di Indonesia

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, September 24, 2025
Cultivating orchids had been a keen interest and hobby of Helen's ever since her mother had passed away five years ago, leaving a collection of approximately two hundred potted orchids. Since no one else in the family had been inclined to care for them, Helen had taken it upon herself. Orchids were demanding, troublesome plants, each with its own temperament. At first Helen had found no enjoyment in her self-appointed responsibility, but over time, she had become devoted to the orchids.
As she had once told Kathleen, sometimes one had to love something before it became lovable.” -- Lisa Kleypas, Marrying Winterborne
Tatkala prosesi wawancara pasien kontrol Health Coaching tengah berlangsung di Dusun Jamuran RT 02 RW 01, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Jumat pagi (29/09), ada momen mencerahkan pandangan mata saya. 
Di sela-sela kegiatan yang cukup padat, saya melihat sekilas keindahan yang tersembunyi - setangkai anggrek yang sedang mekar sempurna, tergantung anggun di teras rumah milik salah satu kader Pikati, tempat kegiatan ini dilaksanakan.
Dengan kamera HP Xiaomi Redmi Note yang saya bawa, saya tak menyia-nyiakan kesempatan. Jepretan itu mengabadikan salah satu bunga anggrek yang menawan nan rupawan yang pernah saya lihat – anggrek Vanda suavis, si eksotis dari hutan-hutan tropis Indonesia.

Bunga anggrek Vanda suavis (Vanda tricolor var. suavis)


Pesona Sang Endemik
Anggrek ini bukan sekadar tanaman hias. Ia adalah spesies endemik Indonesia, yang secara alami tumbuh di kawasan pegunungan mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Sumbawa. Ciri khasnya sangat mencolok: bunga berwarna dasar putih dengan totol ungu kemerahan di sepal dan kelopaknya. Sementara labellum-nya menampilkan perpaduan gradasi warna ungu-merah yang menggoda, dengan aroma lembut yang semakin kuat saat siang hari menyengat.
Dalam dunia botani, anggrek ini dikenal sebagai Vanda tricolor var. suavis (Lindl.) Rchb.f., dan termasuk dalam famili Orchidaceae, suku anggrek-anggrekan yang luar biasa kaya ragamnya.

Jejak Nama dan Sejarah Botani
Nama genus "Vanda" diyakini berasal dari bahasa Sanskerta "Vandā" (वन्दा), yang merujuk pada anggrek-anggrek epifit yang dihormati dalam budaya India kuno, baik karena keindahannya maupun manfaat terapeutiknya. 
Ketika para botanis Eropa mulai menjelajahi Asia, mereka pun mengadopsi nama ini dalam penjelasan ilmiah. Salah satu tokoh penting dalam sejarah ini adalah William Roxburgh, ahli botani Skotlandia yang menetapkan nama "Vanda" secara resmi pada abad ke-18 [
1The Nature Company. (2025, April 09). The Ancient Legacy of Vanda coerulea: Orchid Royalty in Bloom. Buy Me a Coffee. https://buymeacoffee.com/naturecompany/the-ancient-legacy-vanda-coerulea-orchid-royalty-bloom
].
Kata "tricolor" berasal dari bahasa Latin: "tri" (tiga) dan "color" (warna), mencerminkan ragam warna pada kelopak bunganya [
2Merriam-Webster. (n.d.). Tricolor. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved September 23, 2025, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/tricolor
]. Sementara itu, "suavis" berarti manis, menyenangkan, menggairahkan - tepat sekali untuk mendeskripsikan aroma bunganya yang semerbak di siang hari [
3Gee, G. Y. (n.d.). Vanda suavis. Gary Yong Gee. Retrieved September 23, 2025, from https://yonggee.name/articles/vanda-suavis/
].
Anggrek ini pertama kali diperkenalkan oleh botanis Inggris John Lindley (1799-1865) pada tahun 1848 sebagai Vanda suavis, dan dipublikasikan dalam The Gardeners’ Chronicle. Namun, kemudian direvisi oleh botanis Jerman Heinrich Gustav Reichenbach (1824-1889) menjadi Vanda tricolor var. suavis pada tahun 1864 dalam Annales Botanices Systematicae
James Veitch, dalam Manual of Orchidaceous Plants (1887–1894), turut mereduksi Vanda suavis menjadi varietas dari Vanda tricolor. Meski begitu, perdebatan soal status taksonomi ini masih terus berlanjut. Pada tahun 2001 dan 2021, Martin Motes, pakar anggrek dari Amerika Serikat, mengajukan bahwa Vanda suavis cukup berbeda untuk dianggap sebagai spesies tersendiri.

Kuncup bunga anggrek Vanda suavis (Vanda tricolor var. suavis)



Bukan Sekadar Indah
Vanda tricolor var. suavis bukan hanya indah, namun juga unik. Berbeda dengan anggrek-anggrek lain yang cenderung lebih kecil atau berwarna pudar, varietas ini hadir dengan bunga yang besar, mencolok, dan beraroma tajam, menjadikannya primadona di antara koleksi anggrek epifit lainnya.
Anggrek ini tumbuh epifit, yaitu menempel pada batang atau dahan pohon tanpa merusak inangnya. Keanggunan dan karakternya menjadikannya salah satu anggrek yang cukup diburu kolektor, meskipun sayangnya belum banyak yang mendokumentasikan manfaat obatnya. Namun, kandungan senyawa aromatik dalam bunganya menjanjikan potensi dalam bidang aromaterapi.

Menjaga Warisan Tropis
Sebagai anggrek asli Indonesia dan spesies yang mulai langka di alam liar, Vanda tricolor var. suavis sepatutnya dijaga. Upaya pelestarian, baik melalui konservasi in situ di hutan-hutan maupun budidaya oleh masyarakat, penting untuk memastikan tanaman ini tidak lenyap ditelan waktu.
Keberadaan anggrek ini di rumah kader Pikati di Dusun Jamuran menjadi bukti bahwa pesona dan keunikan flora endemik Indonesia masih bisa ditemukan - dan seharusnya dijaga - di tengah kehidupan sehari-hari. Anggrek tidak hanya tumbuh di kebun raya atau laboratorium botani, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang hidup kita, memberi keindahan dan ketenangan dalam kesibukan hari-hari biasa.

Tanaman anggrek Vanda suavis (Vanda tricolor var. suavis)



Mencintai yang Menuntut
Menumbuhkan dan merawat anggrek memang bukan perkara mudah. Ia menuntut perhatian, kesabaran, dan ketekunan. Namun, seperti yang diungkapkan Lisa Kleypas, novelis historical romance Amerika, dalam novelnya, Marrying Winterborne (2016) [
4Goodreads. (n.d.). Orchids Quotes (26 quotes). Goodreads. Retrieved September 24, 2025, from https://www.goodreads.com/quotes/tag/orchids
]:
“Membudidayakan anggrek telah menjadi minat dan hobi Helen sejak ibunya meninggal dunia lima tahun lalu, meninggalkan koleksi sekitar dua ratus anggrek pot. Karena tidak ada orang lain di keluarga yang mau merawatnya, Helen yang melakukannya sendiri. Anggrek adalah tanaman yang menuntut dan merepotkan, masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Awalnya Helen tidak menemukan kenikmatan dalam tanggung jawab yang ia berikan sendiri, tetapi seiring waktu, ia menjadi sangat berdedikasi pada anggrek.
Seperti yang pernah ia katakan kepada Kathleen, terkadang seseorang harus mencintai sesuatu sebelum sesuatu itu menjadi sesuatu yang patut dicintai.”
Semoga kita semua bisa mencintai flora negeri ini - sebelum terlambat. *** [240925]


logoblog

Thanks for reading Vanda tiga warna var. suavis, Varietas Anggrek Vanda tricolor Endemik di Indonesia

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog