Kamis, September 25, 2025

Dendrobium bigibbum var. schroederianum, Anggrek Larat Berwarna Ungu Muda

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, September 25, 2025

We humans think we are smart, but an orchid knows how to produce noble, symmetrical flowers … Compared with their knowledge, ours is not worth much at all.”  -- Thích Nhất Hạnh

Di halaman selatan Grajen Coffee Shop yang asri di Kepanjen, Kabupaten Malang, terdapat satu sudut yang tenang namun memikat - di potongan batang pohon asam (Tamarindus indica) yang disemen dalam pot, tumbuh anggun anggrek larat berwarna ungu muda. Bunganya sedang bermekaran, menampilkan keindahan yang lembut namun kuat, menghadap ke arah tanaman jeruk lemon (Citrus limon) yang tumbuh subur di depannya.

Bunga anggrek larat yang dikenal dengan nama ilmiah Dendrobium bigibbum var. schroederianum atau anggrek larat schroederianum ini, memancarkan warna ungu lembut dengan tepi bunga yang lebih gelap, menciptakan gradasi yang memikat mata. 

Kelopak dan sepalnya bisa bervariasi - dari ungu muda hingga kebiruan atau merah muda - menghadirkan kesan alami yang sekaligus eksotis. Varietas anggrek langka dari Maluku ini bukan hanya indah, tapi juga menyimpan sejarah panjang dan mendalam dalam dunia botani.

Bunga anggrek larat schroederianum (Dendrobium bigibbum var. schroederianum)

Asal-Usul Nama dan Jejak Ilmiah

Nama Dendrobium berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “déndron” (pohon) dan “bios” (kehidupan), mengacu pada habitat epifitnya yang tumbuh di atas pohon. Sementara, nama julukan khusus bigibbum berasal dari bahasa Latin dari kombinasi kata “bis” (dua kali) dan “gibbus” (punuk), yang merujuk pada bentuk taji khas bunga ini. 

Nama varietas schroederianum diberikan untuk menghormati Baron John Henry William Schroeder (1824–1910), seorang bankir sekaligus kolektor anggrek ternama dari Inggris yang memiliki pengaruh besar dalam dunia hortikultura.

Sejarah taksonominya pun tidak sederhana. Awalnya dideskripsikan oleh botanis Jerman Heinrich Gustav Reichenbach (1824-1889) sebagai spesies mandiri (Dendrobium schroederianum), namun belum sempat diterbitkan. 

Pada 1891, botanis Inggris William Watson (1858-1925) menerbitkannya dengan nama Dendrobium phalaenopsis var. schroederianum dalam Garden and Forest; A Journal of Horticulture, Landscape Art and Forestry, atau Gard. & Forest 4: 571 (1891).

Baru pada tahun 2016, varietas ini dikukuhkan kembali sebagai Dendrobium bigibbum var. schroederianum oleh botanis Australia Peter Barry Adams (1995 -) dan dipublikasikan dalam Malesian Orchid Journal Vol. 17, atau Malesian Orchid J. 17: 9 (2016).

Daun anggrek larat schroederianum (Dendrobium bigibbum var. schroederianum)

Ciri Morfologi dan Habitat

Anggrek ini termasuk epifit pseudobulbus, tumbuh alami di bioma tropis basah dan berasal dari Kepulauan Tanimbar, Maluku (Indonesia) hingga Papua Nugini dan Pantai Timur Australia. Batangnya tegak, menyerupai batang semu (pseudobulb) yang bisa memanjang hingga 1,2 meter dan berwarna hijau keunguan. Daunnya berkumpul di bagian atas, dengan dua hingga lima helai daun berwarna hijau tua, kadang diselingi semburat ungu di tepinya.

Bunganya tumbuh pada tangkai yang tidak berdaun, dengan ukuran bisa mencapai 5 cm. Warna yang muncul bervariasi dari ungu muda, merah muda, lilac, hingga ungu gelap - menciptakan komposisi warna yang memesona, apalagi saat mekar bersamaan.

Pseudobulb anggrek larat schroederianum (Dendrobium bigibbum var. schroederianum)

Upaya Konservasi dan Potensi Ekonomi

Anggrek larat ini termasuk dalam 12 spesies anggrek langka yang dilindungi di Indonesia, menjadikannya aset hayati yang harus dijaga keberadaannya. Pemilik Grajen Coffee Shop Kepanjen patut diapresiasi karena telah dengan sabar merawat dan membudidayakan anggrek ini, memberi ruang bagi keindahan lokal untuk hidup berdampingan dengan kehidupan sehari-hari.

Jika dibudidayakan secara komersial, Dendrobium bigibbum var. schroederianum berpotensi memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak hibrida Dendrobium telah dikembangkan sebagai bunga potong karena daya tahan dan keindahannya. Selain itu, varietas Dendrobium juga memiliki potensi sebagai tanaman obat, dekoratif, bahkan dalam pembuatan produk wellness dan kecantikan.

Dalam pengobatan tradisional, meski belum terdokumentasi secara spesifik untuk varietas ini, genus Dendrobium dikenal memiliki khasiat seperti: meningkatkan cairan tubuh, menutrisi Yin, meredakan panas dalam, melembapkan paru-paru, memperkuat ginjal, hingga mendukung kesehatan tulang belakang dan lutut.

Tanaman anggrek larat schroederianum (Dendrobium bigibbum var. schroederianum) di halaman Grajen Coffee Shop, Jalan Grajen RT 05 RW 01 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang

Keindahan yang Menginspirasi

Keindahan Dendrobium bigibbum var. schroederianum bukan hanya terletak pada warnanya yang lembut atau sejarahnya yang panjang. Keberadaannya di sudut halaman Grajen Coffee Shop menjadi pengingat bahwa merawat tanaman langka adalah bagian dari merawat warisan alam dan kebudayaan kita.

Sebagaimana kata Thích Nhất Hạnh, seorang biksu Buddha Zen, penyair, dan guru perdamaian asal Vietnam:

“Kita manusia merasa pintar, tapi anggrek tahu cara menghasilkan bunga yang indah dan simetris… Dibandingkan dengan pengetahuan mereka, pengetahuan kita sama sekali tak ada nilainya.”

Hạnh mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan kesadaran dan welas asih, mengajarkan bahwa perdamaian dimulai dengan kesederhanaan. Seperti indahnya bunga anggrek larat schroederianum yang begitu sederhana itu, mampu menginspirasi bagi siapa pun yang melihatnya. *** [250925]



logoblog

Thanks for reading Dendrobium bigibbum var. schroederianum, Anggrek Larat Berwarna Ungu Muda

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog