Sabtu, Oktober 04, 2025

Lablab purpureus, Kacang Komak yang Enak

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, Oktober 04, 2025
Di halaman rumah Ibu Umi Hanah yang berada di Dusun Bekur RT 45 RW 10, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, tumbuh subur sebuah tanaman yang tampak sederhana namun menyimpan banyak keistimewaan. 
Di sisi barat rumah, tepat di utara mushola kecil yang menjadi tempat ibadah warga sekitar, tanaman kacang koro merambat elok di atas anjang-anjang bambu. Di Indonesia, tanaman tersebut dikenal sebagai kacang komak atau kacang biduk.
Tanaman ini tampak rimbun. Batangnya kokoh dan ulet, menjalar lentur mengikuti arah rambatan. Daun trifoliate-nya - tiga anak daun dalam satu tangkai - berwarna hijau segar, memberi nuansa teduh di tengah terik siang.
 
Bunga kacang komak (Lablab purpureus)

Bunga-bunganya cukup menarik perhatian, merah muda keunguan, cerah dan menawan, khas bunga dari keluarga polong-polongan. Dari bunga-bunga inilah lahir polong berbentuk pipih mengilap, berwarna merah delima - ciri khas kacang komak yang enak dan kaya manfaat.
Tanaman ini bukan hanya penghias halaman, tetapi juga sumber pangan yang bisa diolah menjadi beragam masakan lezat. Di tangan Ibu Umi, komak bisa menjelma menjadi tumis pedas gurih, campuran sayur lodeh, hingga pelengkap urap yang nikmat. Tak heran jika tanaman ini terus dirawat dan dijaga, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena warisan rasa dan kearifan lokal yang dikandungnya.
Tanaman kacang komak memiliki nama ilmiah Lablab purpureus (L.) Sweet. Nama genus Lablab berasal dari bahasa Arab “lablāb”, sebutan nama sehari-hari untuk tanaman ini [
1Missouri Botanical Garden. (n.d.). Lablab purpureus - Plant Finder . Missouri Botanical Garden. Retrieved October 04, 2025, from https://www.missouribotanicalgarden.org/PlantFinder/PlantFinderDetails.aspx?kempercode=a114
]. Sedangkan, julukan khusus purpureus berasal dari bahasa Latin dari gabungan kata “purpura” (warna ungu) [
2Merriam-Webster. (n.d.). Purpureal. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved October 3, 2025, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/purpureal
] dan “-eus, -eous” (terdiri dari, menyerupai, memiliki sifat, mengandung) [
3Dictionary.com. (n.d.). -EOUS Definition & Meaning. Dictionary.Com. Retrieved October 04, 2025, from https://www.dictionary.com/browse/eous
], mengacu pada warna bunga ungu yang mencolok dari tanaman itu atau juga warna polong bijinya.
Spesies ini mula-mula dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1763 sebagai Dolichos purpureus, dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema Sexuale Digestas (Tomus II), atau Sp. Pl., ed. 2. 2: 1021 (1763).

Polong kacang komak (Lablab purpureus)

Kemudian pada tahun 1826, botanis Inggris Robert Sweet (1783-1835) merevisi dan mengklasifikasikan Dolichos purpureus ke dalam genus Lablab menjadi Lablab purpureus, dan dipublikasikan dalam Sweet’s Hortus Britannicus: or  A Catalogue of Plants Cultivated in the Gardens of Great Britain, Arranged in Natural Orders (Part II), atau Sweet, Hort. Brit. [Sweet] 481 (1826).
Selain nama binomial, Lablab purpureus mempunyai nama-nama umum (common names): hyacinth bean, bonavist-bean, lablab-bean (Inggris); Faselbohne (Jerman); komak (belanda); lablab pourpre, pois bourcouscou (Prancis); chicharo, frijol vaballero (Spanyol); feijão-cutelino, feijão-pedra (Portugis); dolico lablab, fagiolo indiano (Italia); lablâb, lubiah (Arab); nipavah (Sansekerta); simii (Nepal); pe-gyi  (Myanmar); thua paep (Thailand); kara-kara, kekara (Malaysia); komak, biduk, koro (Indonesia); bataw, sibachi, sibatsi (Tagalog); dâu van (Vietnam); biǎn dòu (China); tonga bean (Australia); cumandiata, labe-labe (Brasil); frijol bocón chileno (Bolivia); alverjón (El Salvador); gallinita (Honduras).
Kacang komak (Lablab purpureus) termasuk dalam famili Fabaceae (suku polong-polongan), dan habitat asli spesies ini adalah Afrika, Madagaskar, dan India. Kemudian diintrodusir ke Eropa Timur, Asia Barat, Asia Tenggara, Papua Nugini, Australia hingga ke Benua Amerika.
Lablab purpureus (kacang komak) adalah tumbuhan herba yang merambat kuat dan melilit. Batangnya kuat, berbulu, menjalar hingga tegak, dan biasanya berwarna keunguan. Daunnya trifoliate berwarna hijau. Perbungaannya bertandan, memiliki  mahkota  bunga berwarna ungu kemerahan, ungu tua, hingga putih. Polongnya berkulit tebal dan berdaging.

Daun kacang komak (Lablab purpureus)

Kacang komak (Lablab purpureus) memiliki beragam kegunaan sebagai sumber pangan, obat tradisional, dan sumber daya pertanian di seluruh Asia dan Afrika. Kacang ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dalam pola makan manusia karena biji dan polongnya mengandung 20%–28% protein. 
Tanaman ini juga merupakan sumber karbohidrat, lemak, serat, dan mineral (fosfor, kalsium, dan zat besi) yang potensial. Khususnya, tanaman ini dikonsumsi oleh banyak populasi vegetarian di India. Kacang lablab terutama digunakan sebagai sayuran, pakan ternak, dan pengikat nitrogen yang ampuh [
4Naeem, M., Shabbir, A., Aftab, T., & Khan, M. M. A. (2023). Chapter 15 - Lablab bean (Lablab purpureus L.)—An untapped resilient protein reservoir. In M. Farooq & K. H. m. Siddique (Eds.), Neglected and Underutilized Crops Future Smart Food (pp. 391–411). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-323-90537-4.00018-1
].
Orang dari suku Karbi di Assam, India Timur Laut, menganggap kacang komak sebagai tanaman sayuran penting dan sebagai makanan lezat masakan Karbi. Selain itu, tanaman ini juga disajikan sebagai tanaman obat penting, biasanya untuk kepentingan ginekologi. Ekstrak akar diketahui digunakan baik sebagai agen antifertilitas dan abortifacient untuk mengelola kehamilan yang tidak diinginkan di antara suku Karbi yang dilaporkan untuk pertama kalinya [
5Terangpi, R., Jabin, R. ., Basumatary, D. ., & Yasmin, F. . (2024). Traditional use of Lablab purpureus (L.) Sweet as an abortifacient and antifertility among Karbi tribe of Assam, North East India. Plant Science Today, 11(sp1). https://doi.org/10.14719/pst.3380 (Original work published May 22, 2024)
].
Sementara itu, Yao et. al. (2024) [
6Yao, L., Xia, Z., Tang, P., Deng, J., Hao, E., Du, Z., Jia, F., Wang, X., Li, Z., Fan, L., & Hou, X. (2024). Botany, traditional uses, phytochemistry, pharmacology, edible uses, and quality control of Lablab semen Album: A systematic review. Journal of Ethnopharmacology, 334, 118507. https://doi.org/10.1016/j.jep.2024.118507
] melaporkan bahwa Lablab purpureus (kacang komak) merupakan ramuan obat tradisional ternama dengan sejarah panjang penggunaan di Tiongkok. Secara tradisional, buah ini digunakan untuk memperkuat limpa, mengatasi kelembapan, menyelaraskan bagian tengah tubuh, dan meredakan panas.
 
Tanaman kacang komak (Lablab purpureus) merambat di anjang-anjang

Praktisi pengobatan tradisional Tiongkok meresepkannya untuk mengobati kondisi seperti kelemahan limpa dan lambung, kehilangan nafsu makan, feses encer dan diare, keputihan berlebihan, kelembapan akibat panas, muntah, sesak dada, dan perut kembung. 
Lablab pertama kali dimasukkan ke dalam Mingyi Bielu (名医别录) pada masa Dinasti Utara dan Selatan, awalnya dikenal sebagai Bian dou (扁豆). Pada masa Dinasti Tang, penggunaan lablab secara eksplisit dalam praktik pengobatan didokumentasikan dalam Yaoxing Lun (药性论), dengan nama "Baibiandou" yang diadopsi secara resmi. 
Jiuhuang Bencao (救荒本草) dari Dinasti Ming menyebutkan: "Bibit kacang alis (eyebrow bean), ditanam di bedeng kebun rakyat." Hal ini karena kotak putih lablab menyerupai alis, sehingga "kacang alis" merupakan nama alternatif lainnya. 
Selain itu, teks-teks kuno menggambarkannya secara hieroglif sebagai "kacang alis ngengat" (moth eyebrow beans), atau "kacang mata kambing" (goat's eye beans). Lablab telah mengumpulkan berbagai alias sepanjang sejarah, nama-nama ini terutama berasal dari penampilan dan warnanya yang khas. *** [041025]


logoblog

Thanks for reading Lablab purpureus, Kacang Komak yang Enak

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog