Di halaman Sekretariat SMARThealth yang terletak di Dusun Lemah Duwur RT 07 RW 01, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, suasana musim penghujan membawa kehidupan baru. Dari sela-sela tanah lembap yang mulai hijau, tumbuh beragam tanaman liar yang memercikkan kesan alami di antara jejeran bangunan.
Di antara rumpun rumput dan semak kecil itu, tampak menonjol hamparan bunga taji perak (silver spurflower) - tanaman dengan daun keperakan lembut dan bunga mungil berwarna ungu pucat (pale violet) yang tampak bergetar halus saat diterpa angin sore.
Bukan tanaman hias yang ditanam dengan sengaja, bunga taji perak ini justru hadir sebagai “tamu” yang mempercantik halaman. Kilau daunnya yang berlapis rambut halus memantulkan cahaya matahari, menciptakan kesan teduh dan menenangkan di tengah kesibukan aktivitas harian. Di musim hujan seperti sekarang, rumpunnya tumbuh subur, seolah ingin menegaskan bahwa keindahan bisa muncul bahkan dari sesuatu yang dianggap liar.
![]() |
| Bunga taji perak (Coleus argentatus) |
Tanaman bunga taji perak memiliki nama ilmiah Coleus argentatus (S.T.Blake) P.I.Forst. & T.C.Wilson. Nama genus Coleus berasal dari bahasa Yunani “koleus” (selubung), mengacu pada benang sari dan bagaimana benang sari tersebut terbungkus [
1North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox. (n.d.). Coleus argentatus (Silver Coleus, Silver Plectranthus, Silver Spurflower, Silver Spur Flower). NC State University. Retrieved November 10, 2025, from https://plants.ces.ncsu.edu/plants/coleus-argentatus/
]. Sedangkan, julukan khusus argentatus berasal dari bahasa Latin “argent” (perak) dan akhiran adjektiva “-atus” yang berarti "memiliki" atau "mirip" karena daunnya berwarna seperti perak [2San Marcos Growers. (n.d.). Plectranthus argentatus - Silver Plectranthus. San Marcos Growers. Retrieved November 10, 2025, from https://www.smgrowers.com/products/plants/plantdisplay.asp?plant_id=1296
].Tanaman ini sebelumnya dikenal sebagai Plectranthus argentathus, yang dideskripsikan oleh botanis Australia Stanley Thatcher Blake (1911-1973) pada tahun 1971, dan dipublikasikan dalam Contributions from the Queensland Herbarium (Issue 9), atau Contr. Queensland Herb. 9: 27 (1971).
Kemudian pada tahun 2019, tanaman ini direklasifikasi oleh botanis Queensland Herbarium Paul Irwin Forster (1961-) dan botanis National Herbarium of New South Wales Trevor C. Wilson (fl. 2012) menjadi Coleus argentathus, dan dipublikasikan dalam Nomenclatural changes in Coleus and Plectranthus (Lamiaceae): a tale of more than two genera, atau PhytoKeys 129: 20 (2019).
Selain nama ilmiah (scientific preferred name), Coleus argentatus mempunyai nama-nama umum (common names): silver spurflower, silver coleus, silver plectranthus (Inggris), bunga taji perak (Indonesia).
![]() |
| Daun dan batang bunga taji perak (Coleus argentatus) |
Bunga taji perak (Coleus argentatus) termasuk dalam famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman), dan berasal dari bioma beriklim subtropis dengan rentang sebaran mulai dari Queensland hingga New South Wales timur laut. Di sana umumnya dibudidayakan sebagai tanaman hias [
3EPPO Global Database. (n.d.). Coleus argentatus (PLFAR)[Overview]. EPPO. Retrieved November 11, 2025, from https://gd.eppo.int/taxon/PLFAR
].Coleus argentatus (bunga taji perak) merupakan semak daun yang menyebar, dan bisa tumbuh setinggi dan selebar 1 m . Daunnya yang berbulu berbentuk bulat telur hingga bulat telur lebar, dengan panjang 5–11,5 cm, lebar 3–5,5 cm dengan tepi bergerigi. Bulu-bulu daunnya memberikan warna hijau sage hingga keperakan pada tanaman ini. Bunganya tumbuh pada ras terminal yang panjangnya mencapai 30 cm dan berwarna putih kebiruan [
4Seeds and All. (n.d.). Plectranthus Argentatus (Coleus Argentatus) - Silver Plectranthus, Silver Spurflower - 10 Seed Pack | Online Seed Store. Seeds and All. Retrieved November 10, 2025, from https://seedsandall.co.za/product/plectranthus-argentatus-coleus-argentatus-silver-plectranthus-silver-spurflower-10-seed-pack/
].Bunga taji perak (Coleus argentatus) di daerah asalnya dikenal sebagai ornamental plant (tanaman hias), dan di Indonesia masih dianggap sebagai gulma belaka sehingga kandungan kimianya masih sedikit diketahui.
Namun demikian, Swammy T. et. al. (2013) menceritakan bahwa daun Coleus argentatus telah digunakan oleh masyarakat Kisii di Kenya untuk mengobati sakit perut dan peradangan. Sifat antibakteri Coleus argentatus memberikan dasar ilmiah untuk penggunaannya dalam pengobatan tradisional.
Data yang diberikan dalam penelitian Swammy T. et. al. [
5Swamy T, A., Obey K, J., & Mutuku, N. C. (2013). IN VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF METHANOLIC – AQUA EXTRACT OF PLECTRANTHUS ARGENTATUS LEAVES. World Journal of Pharmaceutical Research, 3(1), 339–349. https://www.wisdomlib.org/uploads/journals/wjpr/volume-3,-january-issue-1_490.pdf
] adalah pembenaran ilmiah bahwa tanaman Coleus argentatus dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti kram perut dan diare yang disebabkan oleh Bacillus cereus karena kemampuannya menyebabkan keracunan makanan, mengobati Escherichia coli yang menyebabkan efek serius dan bahkan mengancam jiwa seperti sindrom uremik hemolitik (HUS), diare dan meningitis neonatal. Ini juga dapat digunakan untuk mengobati infeksi aliran darah dan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Serratia liquefaciens, patogen oportunis Proteus vulgaris yang menyebabkan infeksi luka. *** [111125]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar