Siang itu, Ahad (12/10), udara di Dusun Gebang RT 34 RW 06, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, terasa terik. Di sela aktivitas melihat prosesi wawancara Tim Enumerator GHG STAND dari Universitas Indonesia (UI), saya melihat tanaman kecipir yang menjalar rapi di pagar bambu hingga meluber ke pagar semen di depan rumah Bapak Paiman. Rimbunnya daun hijau tua berpadu dengan bunga-bunga kecil berwarna putih kebiruan yang tumbuh di ketiak daun, menciptakan pemandangan sederhana namun memikat.
Tak hanya di sana. Saat enumerator berpindah ke rumah warga lainnya, pemandangan serupa kembali menyapa. Di hampir setiap pekarangan, sulur-sulur kecipir tampak menjalar, seolah menjadi bagian dari identitas hijau warga Karangsari. “Banyak yang nanam, Pak. Soalnya gampang tumbuh dan semua bagiannya bisa dimakan,” ujar salah seorang ibu sambil tersenyum.
Tanaman ini memang menawan. Daunnya majemuk dengan tiga anak daun berbentuk bundar telur hingga segitiga, sementara bunganya bertipe kupu-kupu yang lembut dipandang. Buahnya berupa polong segi empat dengan empat sayap bergerigi - unik dan mudah dikenali. Ketika masak, bijinya membulat dengan warna bervariasi, dari kuning, cokelat, hingga hitam.
![]() |
| Bunga kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) |
Kecipir bukan sekadar penghias pagar; ia adalah simbol kesederhanaan dan kearifan lokal yang terus tumbuh di sela kehidupan masyarakat desa.
Tanaman kecipir memiliki nama ilmiah Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC. Nama genus Psophocarpus berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “psophos” (suara) dan “karpos” (buah), yaitu suara yang dihasilkan oleh polong kering yang pecah [
1Newell, C.A., Hymowitz, T. (2019). The Winged Bean as an Agricultural Crop, in: Ritchie, G.A. (Ed.), New Agricultural Crops. CRC Press, pp. 21–40. doi:10.1201/9780429051111-3
].Sedangkan, julukan khusus tetragonolobus berasal dari bahasa Yunani dari kombinasi kata “tetra” (empat), “gono” (sudut atau pojok), dan lobus (polong atau lobus). Secara harfiah, nama ini berarti "polong bersudut empat" atau "polong bersayap empat", merujuk pada polong biji berbentuk persegi dan bersayap membujur yang menjadi ciri khas tanaman ini [
2NParks. (n.d.). Psophocarpus tetragonolobus. NParks. Retrieved November 08, 2025, from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/3/3335
,3Cretan Flora. (n.d.). Tetragonolobus purpureus. Cretanflora. Retrieved November 08, 2025, from https://www.cretanflora.com/tetragonolobus_purpureus.html
].Spesies tanaman ini mula-mula dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus pada tahun 1754 sebagai Dolichos tetragonolobus, dan dipublikasikan dalam Herbarium Amboinense: Quod Consens, Experient. Facult. Medicae In Regia Academia Upsaliensi. (p. 23), atau Herb. Amb.: 23 (1754).
![]() |
| Polong buah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) yang masih muda |
Kemudian pada tahun 1825, botanis Swiss Augustin Pyramus de Candolle (1778-1841) merevisi dan mengklasifikasikan Dolichos tetragonolobus ke dalam genus Psophocarpus menjadi Psophocarpus tetragonolobus, dan dipublikasikan dalam Prodromus Systematis Naturalis Regni Vegetabilis, Sive, Enumeratio Contracta Ordinum, Generum, Specierumque Plantarum Hucusque Cognitarium, Juxta Methodi Naturalis Normas Digesta (Pars Secunda), atau Prodr. [A. P. de Candolle] 2: 403 (1825).
Selain nama binomial, Psophocarpus tetragonolobus mempunyai nama-nama umum (common names): goa-bean, winged bean, asparagus-pea, four-angle-bean, princess-pea (Inggris); vingböna (Swedia); goanpapu (Finlandia); Goabønne, Goaboenne (Denmark); Goabohne (Jerman); dambala, pois carré (Prancis); calamismis (Spanyol); fava de cavalo (Portugis); fagiolo quadrato (Italia); e saung ya, hto pong, ku bemya (Myanmar); thwàx ph'uu (Laos); dau rong (Vietnam); prâpiëy (Kamboja); thua phuu (Thailand); kacang botor (Malaysia); kecipir (Indonesia); sigarilyas, kalamismis (Tagalog); asbin (Papua Nugini); si leng dou, si jiao dou (China); shikaku mame, tousai, urizun (Jepang).
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) termasuk dalam famili Fabaceae (suku polong-polongan). Spesies ini memiliki kebiasaan tumbuh memanjat. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dan merupakan hasil kultivasi dari kawasan tropis Afrika bagian timur.
![]() |
| Bentuk daun kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) |
Psophocarpus tetragonolobus (kecipir) merupakan tanaman merambat yang mencapai vigor tinggi dan dapat tumbuh tahunan atau menahun. Daunnya berbentuk oval atau deltoid (anak daun terminal), berwarna hijau dan trifoliate (daun majemuk yang masing-masing terdiri dari 3 anak daun). Bunganya seperti kacang polong yang diklasifikasikan sebagai papilionaceous biasanya berwarna biru muda, tetapi terkadang putih. Buahnya polong memanjang, dan berbentuk persegi atau persegi panjang pada penampang melintang.
Ciri menarik lainnya dari kecipir adalah polongnya yang berbentuk segi empat dengan "sayap" berenda di setiap sisinya. Sayap berjumbai atau terkadang halus menjulur di sepanjang polong di setiap sudutnya. Saat matang, polong pecah dan mengeluarkan 5-21 biji yang kira-kira bulat dan halus.
Kecipir dikonsumsi terutama di Afrika Selatan, Asia Selatan, India, Malaysia, dan Indonesia. Semua bagian tanaman kecipir dapat dimakan, termasuk polongnya (mentah atau acar, sebagian besar dikonsumsi di India, bunga (digunakan dalam salad dan untuk mewarnai hidangan, daun (diolah dan dimakan seperti bayam), akar (umbi, mentah atau dimasak terutama di Myanmar, Ghana, Papua Nugini, Thailand, dan Indonesia), dan bijinya.
![]() |
| Polong buah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) yang sudah tua |
Bijinya diolah dan dikonsumsi dengan beragam cara: Biji mentah dimakan dalam sup; biji yang matang dapat dimakan dengan cara dipanggang, atau dikeringkan dan digiling menjadi tepung. Selain itu, minyak dapat diekstraksi dari bijinya dan digunakan untuk memasak atau menggoreng makanan [
4Bassal, H., Merah, O., Ali, A. M., Hijazi, A., & El Omar, F. (2020). Psophocarpus tetragonolobus: An Underused Species with Multiple Potential Uses. Plants, 9(12), 1730. https://doi.org/10.3390/plants9121730
].Di daerah saya, di Solo, Jawa tengah, saat musim kecipir, banyak orang menjajakan pecel dengan sayurnya kecipir muda direbus mendampingi bayam dan tauge. Begitu juga bagi yang menjual sambal tumpang, kecipir kerap menjadi pendampingnya.
Bepary et. al. (2023) [
5Bepary, R. H., Roy, A., Pathak, K., & Deka, S. C. (2023). Biochemical composition, bioactivity, processing, and food applications of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus): A review. Legume Science, 5(3). https://doi.org/10.1002/leg3.187
] menyebutkan bahwa kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) disebut "supermarket spesies tunggal" (single species supermarket) atau "supermarket satu tangkai" (one stalk supermarket) karena semua komponen tanaman ini, termasuk polong, biji muda, bunga, daun, umbi, dan biji matang, dapat dikonsumsi.![]() |
| Tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) tumbuh subur di Dusun Gunung Gebang RT 34 RW 06 Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang |
Komposisi dan nilai gizinya sebanding dengan kedelai; oleh karena itu, ia juga dikenal sebagai "kedelai tropis" (soybean of the tropics). Biji kacang kecipir merupakan sumber minyak, protein pangan, vitamin yang larut dalam lemak dan air, mineral, senyawa bioaktif, faktor antinutrisi, dan senyawa toksik yang baik.
Kecipir merupakan salah satu sumber penting senyawa bioaktif seperti vitamin C, vitamin E, polifenol, dan flavonoid, yang dapat berperan sebagai antioksidan. Konsumsi kecipir telah terbukti memiliki sifat antiinflamasi, antimikroba, antikarsinogenik, antitumor, antimutagenik, antialergi, antiagregasi, dan antiiskemik.
Dalam kajian etnobotani, kecipir berkaitan dengan interaksi antara masyarakat lokal di daerah tropis, khususnya di Indonesia, dengan tanaman ini, yang meliputi pemanfaatannya sebagai bahan pangan (hampir seluruh bagian tanaman dapat dimakan) dan juga dalam pengobatan tradisional.
Manfaat kecipir antara lain meningkatkan kekebalan tubuh (karena vitamin C), melancarkan pencernaan (karena serat), mengontrol gula darah (karena serat dan oligosakarida), mencegah anemia (karena zat besi dan folat), dan membantu menjaga kesehatan tulang serta mencegah penuaan dini (karena kalsium, antioksidan, dan triptofan). *** [091125]






Tidak ada komentar:
Posting Komentar