Senin, Februari 02, 2026

Abelmoschus manihot, Tanaman Gedi yang Menyerupai Singkong

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, Februari 02, 2026
Di pekarangan belakang rumah Bapak Maruki - Ketua RT 41 RW 09 Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang - aneka tanaman tumbuh dengan suburnya. Di sela kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema The Impact of Air Pollution Due to Open Waste Burning on Cardiovascular Health in Rural Indonesia pada Ahad (01/02) kemarin, saya melihat dan memotret tanaman perdu yang daunnya menjari, berlekuk tiga hingga tujuh lobus, sekilas menyerupai daun singkong.
“Ini untuk pakan kambing,” ujar sang pemilik pekarangan, ringan. Namun, tanaman sederhana itu menyimpan cerita panjang yang melintasi wilayah, budaya, dan bahkan sejarah pengobatan. 
Di Indonesia, ia dikenal dengan beragam nama: dedi di tanah Sunda, gedi di Minahasa, degi di Ternate, serta weinanggi atau sayur yondok di Papua. Tak sedikit pula yang menyebutnya “singkong Papua”, merujuk pada kemiripan bentuk daunnya.
Gedi banyak dijumpai di kawasan Indonesia timur, terutama Papua. Bagi masyarakat setempat, tanaman ini bukan sekadar sayuran, melainkan bagian dari denyut kehidupan yang diwariskan lintas generasi. 
Daunnya kerap diolah menjadi sayur bening atau tumisan sederhana, lalu disantap bersama papeda. Dengan bentang alam Papua yang luas dan keanekaragaman hayati yang melimpah, diyakini terdapat banyak variasi gedi, baik dari segi warna maupun bentuk daun [
1Wulanningtyas, H. S., Ondikeleuw, M., & Sabda, M. (2022). EKSPLORASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI SEPULUH AKSESI GEDI (Abelmoschus manihot L. Medik) SEBAGAI PLASMA NUTFAH KHAS PAPUA. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERLINDUNGAN TANAMAN (Vol. 1). Jurusan Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. https://semnas.bpfp-unib.com/index.php/perlintan/issue/view/1
].

Tanaman gedi atau singkong Papua (Abelmoschus manihot )di Jalan Raya Sumberejo Bekur, Dusun Bekur RT 41 RW 09, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Di Minahasa, cerita gedi berlanjut dalam ragam dapur. Daun mudanya dimasak sebagai sayuran tumis atau dicampurkan ke dalam bubur Manado (tinutuan), memberi kekentalan sekaligus rasa khas [
2Petani sayur wonosobo. (2025, June 27). Bibit singkong Papua lampung. Facebook. https://web.facebook.com/groups/643005359146522/posts/24055706790783049/?_rdc=1&_rdr
]. Keunggulan tanaman ini terletak pada sifatnya yang mudah dibudidayakan: sekali tanam, dapat dipanen berulang, berbatang banyak, namun tanpa umbi seperti singkong.
Secara ilmiah, gedi dikenal sebagai Abelmoschus manihot (L.) Medik, anggota famili Malvaceae atau suku kapas-kapasan. Nama Abelmoschus dipercaya berasal dari istilah Arab ḥabb al misk - biji kesturi - yang merujuk pada aroma harum bijinya [
3Merriam-Webster. (n.d.). Abelmosk. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved February 1, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/abelmosk
]. Sementara epitet manihot berasal dari bahasa Tupian yang berarti “singkong”, penanda kemiripan visualnya dengan genus Manihot [
4Merriam-Webster. (n.d.). Manihot. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved February 1, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/Manihot
]. 
Tanaman ini pertama kali dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada 1753 dengan nama Hibiscus Manihot [
5Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1753). Caroli Linnaei ... Species plantarum :exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas... (Tomus II). Holmiae: Impensis Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/358580
], sebelum akhirnya direvisi dan dimasukkan ke dalam genus Abelmoschus oleh dokter dan botanis Jerman Friedrich Kasimir Medikus (1736-1808) pada 1787 [
6Medicus, F. C. (1787). Ueber einige künstliche Geschlechter aus der Malven-Familie, denn der Klasse der Monadelphien. Mannheim: Neue Hof- und akad. Buchh. https://books.google.co.uk/books?id=lE0-AAAAcAAJ&hl=id
].

Daun gedi atau singkong Papua (Abelmoschus manihot)

Selain nama binomial, Abelmoschus manihot mempunyai nama-nama umum: aibika, hibiscus root, sunset hibiscus (Inggris); Maniokeibisch (Jerman); gumbo, ketmie à feuilles de manioc (Prancis); hibisco comestible, hibisco dulce (Spanyol); abelmoscho (Portugis); gedi (Indonesia); lagikuway, nating saluyot (Tagalog); huáng shǔ kuí (China); kusadamo, tororo (Jepang); dak pul (Korea); aibika (Papua Nugini); bele (Fiji)
Gedi tumbuh sebagai perdu atau semak yang dapat menjulang lebih dari tiga meter. Perbanyakannya mudah melalui stek, relatif tahan penyakit, dan adaptif di kawasan tropis hingga subtropis Asia, termasuk Australia timur laut. 
Meski tak menghasilkan umbi konsumsi, nilai ekonominya justru terletak pada daun yang kaya gizi. Batangnya besar, pertumbuhannya cepat, dan daunnya menjadi sumber pangan sekaligus herba obat. Zhang dan kolega (2026) [
7Zhang, F., Liao, E., Ge, H., Wang, D., Zhuang, D., Liu, X., Xu, Z., Zheng, Y., & Wang, Q. (2026). ‘Suzhong No. 1’:A New Cultivar of Abelmoschus manihot. HortScience, 61(1), 209–210. https://doi.org/10.21273/HORTSCI18796-25
] melaporkan bahwa di Tiongkok, Abelmoschus manihot tercatat dalam naskah pengobatan klasik seperti Jia You Ben Cao dan Compendium of Materia Medica.
 
Batang gedi atau singkong Papua (Abelmoschus manihot)

Tanaman ini resmi masuk Farmakope Tiongkok edisi 2015 karena manfaatnya dalam terapi penyakit ginjal kronis. Di Korea, seratnya dimanfaatkan untuk membuat kertas tradisional hanji. Di India dan Nepal, sari daun dan akarnya digunakan untuk meredakan nyeri, gangguan ginjal, hingga keseleo. Sementara di Afrika, tanaman ini dikenal dalam pengobatan tradisional untuk berbagai penyakit kulit dan luka.
Dari pekarangan sederhana di Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang hingga lembaran farmakope dunia, gedi membuktikan bahwa tanaman yang kerap luput dari perhatian bisa menyimpan nilai luar biasa. 
Ia mungkin hanya tampak seperti singkong tanpa umbi, tetapi di balik daunnya yang menjari, tersimpan kisah tentang pangan, kesehatan, dan kearifan lokal yang menyatu dengan alam. *** [020226]


logoblog

Thanks for reading Abelmoschus manihot, Tanaman Gedi yang Menyerupai Singkong

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog