Kamis, Februari 05, 2026

Sagra femorata, Kumbang Metalik Berkaki Katak

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, Februari 05, 2026
It may be argued that to know one kind of beetle is to know them all. But a species is not like a molecule in a cloud of molecules - it is a unique population.” -- Edward O. Wilson
Di pekarangan belakang rumah Bapak Maruki - Ketua RT 41 RW 09 Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang - sebatang pohon singkong tumbuh tenang di bawah lindungan daun gedi (Abelmoschus manihot) ketika saya menghadiri Pengabdian Masyarakat bertitel The Impact of Air Pollution Due to Open Waste Burning on Cardiovascular Health in Rural Indonesia, pada Ahad (01/02). 
Siang itu, ketenangan kecil itu terpecah oleh pemandangan yang tak biasa. Dua ekor kumbang tampak larut dalam dunianya sendiri, seolah tak peduli pada sekitar. Dari kejauhan saja, kilau tubuh mereka sudah mencuri perhatian.

Sepasang Kumbang Metalik Berkaki Katak (Sagra femorata)

Keduanya bukan kumbang sembarangan. Tubuhnya memantulkan warna metalik kehijauan hingga kebiruan, berkilau ketika tersentuh cahaya. Yang jantan tampak lebih besar dan mencolok, terutama pada sepasang kaki belakangnya yang membesar dan berotot seakan mengingatkan pada kaki katak yang siap meloncat atau bertarung. Ciri inilah yang membuatnya dikenal luas sebagai kumbang (daun) metalik berkaki katak atau frog-legged leaf beetle. Dalam dunia ilmiah, ia menyandang nama Sagra femorata (Drury, 1773).
Nama Sagra sendiri menyimpan jejak makna yang menarik. Asal-usulnya tidak sepenuhnya pasti, namun ada dugaan kuat bahwa kata ini berasal dari bahasa Spanyol “sagra” yang merujuk pada dataran subur atau ladang pertanian - sebuah ruang hidup yang akrab dengan tumbuhan inang kumbang ini. Istilah tersebut bahkan diduga berakar dari bahasa Arab, mencerminkan persilangan budaya yang panjang dalam sejarah bahasa di Semenanjung Iberia [
1www.wisdomlib.org. (n.d.). Meaning of the name Sagra. Wisdomlib. Retrieved February 05, 2026, from https://www.wisdomlib.org/names/sagra
]. Di sisi lain, dalam tafsir Latin, sagra juga dapat dimaknai sebagai festival. Penafsiran ini terasa puitis di mana tubuh metaliknya seolah tengah berpawai, memamerkan keindahan dalam sebuah perayaan alam.
Sementara itu, epitet femorata berasal dari bahasa Latin femur yang berarti paha [
2Merriam-Webster. (n.d.). Femur. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved February 4, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/femur
], sebuah rujukan langsung pada kaki belakangnya yang menonjol dan berotot. Spesies ini awalnya dideskripsikan oleh entomolog Inggris Dru Drury (1725-1804) pada 1773 ketika ia mendeskripsikannya sebagai Tenebrio femoratus dalam karya monumental Illustrations of Exotic Insects [
3Drury, Dru. (1773). Illustrations of natural history. Wherein are exhibited upwards of two hundred and forty figures of exotic insects, according to their different genera ... With a particular description of each insect: interspersed with remarks and reflections on the nature and properties of many of them (Vol. 2, p. I). London: Printed for the author and sold by B. White. https://www.biodiversitylibrary.org/page/40637789
]. Baru pada 1792, entomolog Denmark Johan Christian Fabricius (1745-1808) memindahkannya ke genus Sagra, menetapkan nama binomial yang kita kenal hingga kini [
4Fabricius, Johann Christian, Proft, Christian Gottlob (Kopenhagen), Mohr, Christian Friedrich (Kiel), & Storch, ... (Kopenhagen). (1792). Entomologia systematica emandata et aucta. Secundum classes, ordines, genera, species adjectis synonimis, locis, observationibus descriptionibus (Vol. 1). Hafniae: Impensis Christ. Gottl. Proft. https://www.biodiversitylibrary.org/page/52755135
].

Frog-legged leaf beetle (Sagra femorata)

Secara taksonomi, Sagra femorata termasuk dalam famili Chrysomelidae, kelompok kumbang daun yang terkenal akan warna-warna cerah dan kebiasaan herbivoranya. Persebarannya luas, meliputi Asia Tenggara, Cina bagian selatan, anak benua India - termasuk India dan Sri Lanka, hingga Indonesia, khususnya Jawa [
5Lee, S., Lee, M. H., Choi, W., Jang, H., Kim, J., & Lee, S. (2025). Establishment of Sagra femorata (Coleoptera: Chrysomelidae) in South Korea. Journal of Integrated Pest Management, 16(1). https://doi.org/10.1093/jipm/pmaf041
]. Keindahannya bahkan sering disebut sebagai salah satu kumbang paling memesona di dunia serangga.
Di balik keelokannya, kumbang ini menjalani siklus hidup yang khas. Ia bersifat univoltin, hanya menghasilkan satu generasi dalam setahun. Kumbang dewasa aktif memakan getah atau jaringan batang tanaman. 
Betina meletakkan telur dalam kelompok kecil pada batang tanaman inang. Setelah menetas, larva akan menggali masuk ke dalam batang, membentuk gall - semacam pembengkakan jaringan - tempat mereka memakan kayu hingga tiba saatnya bermetamorfosis menjadi pupa.
Meski bukan hama pertanian utama, Sagra femorata diketahui menyerang tanaman dari famili Fabaceae, seperti Pueraria montana var. lobata atau kudzu [
6Grokipedia. (n.d.). Sagra femorata. Grokipedia. Retrieved February 02, 2026, from https://grokipedia.com/page/sagra_femorata
]. Menariknya, di wilayah tertentu, kebiasaan ini justru dipandang berpotensi membantu pengendalian hayati tanaman merambat invasif ini di wilayah yang diperkenalkan.

Kumbang Metalik Berkaki Katak (Sagra femorata)

Melihat dua ekor kumbang di batang singkong itu, terasa bahwa keindahan alam sering hadir dalam skala yang kecil dan luput dari perhatian. Seperti diingatkan oleh ahli biologi Amerika Serikat, Edward O. Wilson: 
“Bisa dikatakan bahwa mengenal satu jenis kumbang berarti mengenal semuanya. Tetapi suatu spesies bukanlah seperti molekul dalam awan molekul - ia adalah populasi yang unik.”
Sagra femorata bukan sekadar kumbang berwarna indah. Ia adalah kisah tentang sejarah nama, adaptasi tubuh, hubungan dengan tumbuhan, dan keberadaan unik yang hanya bisa dipahami jika kita mau berhenti sejenak - di sebuah pekarangan belakang rumah - dan benar-benar memperhatikan. *** [050226]


logoblog

Thanks for reading Sagra femorata, Kumbang Metalik Berkaki Katak

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog