Minggu, Mei 17, 2026

Dracaena surculosa, Bambu Jepang yang Gemar Bertunas

  Budiarto Eko Kusumo       Minggu, Mei 17, 2026
Di sudut belakang rumah Ibu Masito, kader SMARThealth Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, tumbuh rumpun tanaman yang sepintas mirip daun suji hijau (Dracaena angustifolia). 
Batangnya ramping, daunnya hijau berbintik kuning pucat, tumbuh rapat seolah saling berebut cahaya. Warga sekitar mengenalnya sebagai bambu Jepang. Namun, tanaman itu sebenarnya bukan bambu. Nama ilmiahnya Dracaena surculosa Lindl.
Tanaman ini memang menarik perhatian. Corak daunnya seperti terkena percikan cat. Dari kejauhan terlihat tenang, tetapi jika diamati lebih dekat, tiap helainya memiliki pola yang berbeda. Di halaman rumah sederhana, bambu Jepang memberi kesan tropis yang teduh sekaligus rapi.

Tanaman bambu Jepang (Dracaena surculosa) di belakang rumah kader SMARThealth yang berada di Dusun Sonokembang, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang

Nama Dracaena berasal dari bahasa Yunani drakaina, yang berarti naga. Istilah itu merujuk pada getah merah dari kerabat dekatnya, Dracaena draco, yang dikenal menyerupai darah naga [
1Berosil, M. D. N., Magtibay, C. J. C., & Polytechnic University of the Philippines, Manila (Philippines). (2005). Comparative study on the peroxidase activity from the floats of Caulerpa lentillifera (grapes seaweeds), roots of Tamarindus indica (tamarind), Eichhornia crassipes (water hyacinth) and Dracaena surculosa (spotted dracaena). https://inis.iaea.org/records/c8thx-6mw82
]. Sementara kata surculosa berasal dari bahasa Latin yang berarti “penuh tunas” atau “gemar bertunas”. Nama itu terasa cocok dengan sifat tanamannya yang mudah memunculkan cabang-cabang baru dari batangnya [
2North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox . (n.d.). Dracaena surculosa. NC State University. Retrieved May 17, 2026, from https://plants.ces.ncsu.edu/plants/dracaena-surculosa/
].
Botanis Inggris John Lindley (1799-1865) pertama kali mendeskripsikan spesies ini pada 1828, dan dipublikasikan dalam Edwards’s Botanical Register: Or, Ornamental Flower-Garden and Shrubbery: Consisting of Coloured Figures of Plants and Shrubs, Cultivated in British Gardens; Accompanied by Their History, Best Method of Treatment in Cultivation, Propagation, etc (Vol. 1) [
3Lindley, John. (1828). Edwards’s Botanical Register: Or, Ornamental Flower-Garden and Shrubbery: Consisting of Coloured Figures of Plants and Shrubs, Cultivated in British Gardens; Accompanied by Their History, Best Method of Treatment in Cultivation, Propagation, etc (Vol. 1). London: James Rigway. https://www.biodiversitylibrary.org/page/62006357
].
Sejak saat itu, tanaman asal Afrika tropis bagian barat dan barat-tengah ini menyebar ke banyak negara dan memiliki beragam nama. Orang Inggris menyebutnya gold-dust dracaena atau spotted dracaena. Di Indonesia, masyarakat lebih akrab dengan sebutan bambu Jepang, meski asalnya sama sekali bukan dari Jepang.

Buah bambu Jepang (Dracaena surculosa) yang masih hijau

Bentuknya tumbuh seperti semak dengan batang lentur yang melengkung. Daunnya elips, dipenuhi bercak hijau muda atau kuning. Sesekali muncul bunga-bunga kecil berwarna putih dengan aroma harum lembut. Setelah bunga gugur, muncul buah kecil berwarna merah menyala [
4Rarepalmseeds. (n.d.). Dracaena surculosa – Japanese Bamboo. Rarepalmseeds. Retrieved May 17, 2026, from https://www.rarepalmseeds.com/dracaena-surculosa
]. Bibitnya kecil, hitam, dan rapuh [
5Selina Wamucii. (n.d.). Dracaena surculosa - Uses, Benefits & Common Names. Selina Wamucii. Retrieved May 17, 2026, from https://www.selinawamucii.com/plants/asparagaceae/dracaena-surculosa/
].
Bambu Jepang bukan sekadar tanaman penghias halaman. Di berbagai tempat, tanaman ini dipercaya memiliki manfaat pengobatan tradisional. Di Sierra Leone, rebusan daunnya digunakan untuk memandikan anak-anak guna membantu meningkatkan kebugaran dan kekuatan tubuh. Air rebusan itu bahkan kadang diminum dalam jumlah kecil [
6Godofredo U. Stuart, Jr., MD. (n.d.). Spotted dracaena, Dracaena surculosa, GOLD DUST DRACAENA. Stuartxchange. Retrieved May 17, 2026, from https://www.stuartxchange.org/SpottedDracaena
].
Catatan dalam JSTOR Global Plants juga menyebutkan akar Dracaena surculosa dimanfaatkan untuk mengatasi infeksi parasit pada kulit dan jaringan bawah kulit. Getah daun serta akarnya dipercaya digunakan untuk mengatasi kelemahan tubuh, malnutrisi, hingga gangguan seperti kejang dan epilepsi [
7Global Plants. (n.d.). Dracaena surculosa Lindl. [family DRACAENACEAE]. JSTOR. Retrieved May 17, 2026, from https://plants.jstor.org/stable/10.5555/al.ap.upwta.3_861
]. Meski demikian, pemanfaatan tradisional itu tetap memerlukan kehati-hatian dan belum seluruhnya didukung penelitian medis modern.

Daun bambu Jepang (Dracaena surculosa)

Di Indonesia sendiri, keluarga Dracaena termasuk tanaman hias bernilai ekonomi tinggi. Data Kementerian Pertanian menempatkannya sebagai salah satu komoditas florikultura andalan ekspor, berdampingan dengan anggrek, krisan, melati, hingga heliconia [
8Laboratorium Biologi UMMI. (n.d.). Dracaena surculosa. Google. Retrieved May 17, 2026, from https://sites.google.com/ummi.ac.id/laboratoriumbiologi/identifikasi-tumbuhan/dracaena-surculosa
]. Tidak heran jika tanaman ini banyak dijumpai di taman, teras rumah, perkantoran, maupun ruang dalam rumah.
Namun bagi kader SMARThealth Desa Sepanjang, Masito, bambu Jepang di belakang rumahnya mungkin bukan sekadar tanaman hias ekspor. Ia tumbuh diam-diam, merimbun tanpa banyak perawatan, menghadirkan kesegaran di sela halaman rumah. Dari batang-batang kecil yang terus bertunas itu, tersimpan kisah panjang, dari hutan tropis Afrika hingga pekarangan rumah di Desa Sepanjang. *** [170526]


logoblog

Thanks for reading Dracaena surculosa, Bambu Jepang yang Gemar Bertunas

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog