Menjelang sore itu, selepas menyambangi dua desa di Kecamatan Pagak, yaiut Desa Pagak dan Desa Tlogorejo, pulangnya saya menyeberang Waduk Karangkates melalui Dermaga Dadapan yang berada di Desa Tlogorejo, pada Rabu (11/02).
Di sela waktu menunggu perahu yang akan menyeberangkan ke Dermaga Rajut Indah, Kecopokan, saya melihat indahnya rumpun-rumpun rumput liar yang tumbuh di tepian dermaga, bergoyang pelan diterpa angin waduk.
Dengan kamera ponsel Redmi Note 14 Pro+ 5G, saya mencoba mengabadikan tanaman yang bagi kebanyakan orang hanya dianggap alang-alang biasa. Tak banyak warga di sekitar yang mengetahui namanya.
![]() |
| Bulir-bulir rumput bulu kuning (Setaria pumila) |
Padahal, ketika diperhatikan lebih dekat, bulir-bulirnya yang halus dan memanjang tampak menyerupai ekor rubah berwarna kuning kecokelatan. Karena itulah tumbuhan ini dikenal sebagai rumput bulu kuning atau rumput ekor rubah kuning.
Dalam dunia botani, ia bernama Setaria pumila (Poir.) Roem. & Schult., anggota famili Poaceae atau suku rumput-rumputan. Nama genus Setaria berasal dari bahasa Latin seta yang berarti bulu, dipadukan dengan akhiran -aria yang bermakna “memiliki”, merujuk pada bulu-bulu kasar yang mengelilingi bijinya [
1Bebeau, G. D. (n.d.). Yellow Foxtail, Setaria pumila (Poir.) Roem. & Schult. ssp. pumila. Friends of the Wildflower Garden. Retrieved May 17, 2026, from https://friendsofeloisebutler.org/pages/plants/yellowfoxtail.html
]. Sementara epitet spesifik pumila berasal dari kata pumilus, berarti kecil atau kerdil, menggambarkan ukuran tumbuhan ini yang relatif mungil dibanding kerabat dekatnya [2G Team. (2024, January 18). Understanding Latin plant names. Greenwood Plants. https://greenwoodplants.co.uk/blog/understanding-latin-plant-names/
].Rumput ini pertama kali diperkenalkan ke dunia ilmiah oleh botanis Prancis Jean Louis Marie Poiret (1755-1834) pada 1816 dengan nama Panicum pumilum [
3Lamarck, Jean-Baptiste-Pierre-Antoine de Monet de, & Poiret, Jean-Louis-Marie. (1816). Encyclopédie méthodique. Botanique. Supplement: Vol. 4 suppl. A Paris: Agasse. https://www.biodiversitylibrary.org/page/737046
]. Setahun kemudian, botanis Swiss Johann Jakob Roemer (1763-1819) dan botanis Austria Josef August Schultes (1773-1831) memindahkannya ke dalam genus Setaria [4Linné, Carl von, Römer, J. J., Schultes, Joseph August, Schultes, Julius Hermann, Sprengel, Kurt Polycarp Joachim, & Cotta, J. G. (1817). Caroli a Linné ... Systema vegetabilium: secundum classes, ordines, genera, species. Cum characteribus, differentiis et synonymiis (Vol. 2, p. 891). Stuttgardtiae: Sumtibus J.G. Cottae. https://www.biodiversitylibrary.org/page/720580
], nama yang digunakan hingga sekarang. Di berbagai negara, tanaman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda: yellow foxtail di Inggris, geelrode naaldaar di Belanda, setaria glauca di Italia, hingga kin-enokoro di Jepang. Banyaknya nama itu menunjukkan bahwa rumput ini tersebar luas dan telah lama akrab dengan kehidupan manusia.
![]() |
| Batang rumput bulu kuning (Setaria pumila) |
Asal-usul Setaria pumila berada di kawasan beriklim subtropis Asia, Afrika, dan Eropa - wilayah yang dahulu dikenal sebagai Old World. Ia tumbuh sebagai rumput tahunan berumpun dengan tinggi bervariasi, mulai lima sentimeter hingga lebih dari satu meter. Batangnya tegak dan ramping, sementara perbungaannya berbentuk bulir silindris sepanjang hingga 15 sentimeter. Bulu-bulu halus berwarna kuning kecokelatan menjadi ciri yang paling mudah dikenali [
5Hyde, M.A., Wursten, B.T., Ballings, P. & Coates Palgrave, M. (2026). Flora of Zimbabwe: Species information: Setaria pumila. https://www.zimbabweflora.co.zw/speciesdata/species.php?species_id=107260, retrieved 22 May 2026
], terutama saat terkena cahaya matahari sore yang membuatnya tampak berkilau.Di banyak lahan pertanian, Setaria pumila justru dipandang sebagai gulma yang mengganggu tanaman budidaya. Pertumbuhannya cepat dan mudah menyebar, sehingga di sejumlah negara ia dikategorikan sebagai gulma berbahaya. Namun di balik reputasinya sebagai tanaman liar, rumput ini menyimpan sejarah panjang hubungan dengan manusia.
Di India selatan, misalnya, spesies ini pernah dimanfaatkan untuk diambil bijinya yang kaya pati. Biji tersebut dimasak seperti nasi, digiling menjadi tepung, lalu diolah menjadi bubur, roti, kue, hingga pudding [
6Go Botany. (n.d.). Setaria pumila — yellow foxtail. Native Plant Trust. Retrieved May 17, 2026, from https://gobotany.nativeplanttrust.org/species/setaria/pumila/
]. Kandungan gizinya pun cukup tinggi, dengan protein, lemak, dan karbohidrat yang menjadikannya sumber pangan alternatif pada masa lalu [
7Plants For A Future. (n.d.). Setaria pumila - (Poir.) Roem.&Schult. Plants For A Future. Retrieved May 18, 2026, from https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Setaria pumila
]. Di berbagai wilayah Afrika tropis dan Asia, masyarakat juga memanfaatkan bijinya yang dikumpulkan langsung dari alam liar.![]() |
| Rumpun rumput bulu kuning (Setaria pumila) di Dusun Dadapan, Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang |
Tak hanya sebagai bahan pangan, Setaria pumila juga memiliki nilai etnobotani. Penelitian Anshuman Saha dan rekan-rekannya pada 2014 mencatat bahwa masyarakat Santal menggunakan pasta akar segarnya untuk membantu penyembuhan luka bernanah pada ternak. Bagian bunganya yang telah dibuang bijinya dianyam menjadi tikar lantai lumbung, dipercaya mampu mengusir tikus oleh suku Santal, Lodha, dan Munda [
8Saha, A., Hoque, A., Mallick, S. K., & Panda, S. (2014). Medicinal Uses of Grasses by the Tribal People in West Bengal - An Overview. International Journal of Basic and Applied Sciences, 3(3), 63–70. https://www.crdeepjournal.org/wp-content/uploads/2014/07/Vol-3-3-1-IJBAS.pdf
]. Bahkan batang-batangnya yang dipilin dapat dijadikan tali pengikat berkas gandum atau padi [9Temperate Plants Database, Ken Fern. temperate.theferns.info. 2026-05-17.
].Kajian lain [
10Kumar, S. (2025). Phytochemical and antimicrobial evaluation of Setaria pumila: a promising fodder grass. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.17136443
] menyebut rumput ini berpotensi menjadi pakan ternak yang menjanjikan karena mengandung senyawa fitokimia dengan sifat antibakteri. Kehadirannya di padang rumput bukan hanya menambah sumber hijauan, tetapi juga berpotensi membantu mengurangi infeksi bakteri pada hewan ternak secara alami.Di tepian Waduk Karangkates, rumput bulu kuning itu mungkin hanya tampak sebagai tumbuhan liar yang tumbuh tanpa perhatian. Namun, di balik bulir-bulir lembut yang bergoyang diterpa angin, tersimpan jejak panjang tentang ilmu pengetahuan, sejarah pangan, pengobatan tradisional, hingga kehidupan masyarakat yang akrab dengan alam. Kadang-kadang, dari rerumputan yang dianggap biasa itulah kita belajar bahwa setiap tumbuhan memiliki kisahnya sendiri. *** [220526]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar