Rabu, Agustus 12, 2026

Ketika Alas Karetan Menjadi Ruang Bersama

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Agustus 12, 2026
"Walking is the great adventure, the first meditation, a practice of heartiness and soul primary to humankind. Walking is the exact balance between spirit and humility."--Gary Snyder, The Practice of the Wild (San Francisco: North Point Press, 1990)
Tak ada deru sepeda motor yang biasanya memecah kesunyian jalan hutan. Pada Ahad (9/8) pagi, suara yang mengisi ruas jalan di tengah Alas Karetan justru jauh lebih sederhana, seperti kayuhan sepeda, langkah kaki, tawa anak-anak, percakapan warga, serta sesekali teriakan pedagang menawarkan dagangan.
Di bawah naungan pepohonan jati, jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer itu mendadak memiliki wajah berbeda. Jalan yang biasanya menjadi lintasan kendaraan berubah menjadi ruang bersama. Warga datang untuk berolahraga, bersantai, menikmati udara pagi, sekaligus mencicipi beragam kuliner yang dijajakan pelaku UMKM.

Suasana CFD di tepian hutan jati di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi

Sejak matahari belum meninggi, warga dari Desa Karetan dan Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, mulai berdatangan. Ada yang berjalan kaki, berlari kecil, bersepeda, atau sekadar berjalan santai menikmati kesejukan hutan. Untuk beberapa jam, kendaraan bermotor dilarang melintas. Jalan menjadi milik manusia.
Car Free Day (CFD) di Alas Karetan memang menawarkan pengalaman yang berbeda dari CFD di tengah kota. Tidak ada gedung-gedung tinggi, lampu lalu lintas, atau kepadatan kendaraan yang mengapit para peserta. Yang ada adalah deretan batang jati, udara yang relatif sejuk, dan suara alam yang sesekali terdengar dari balik pepohonan.
Ahad pagi itu, saya bersama tiga enumerator baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) - Rahmanurraudhotul Amin, SKM; Dysa Fitri Permatasari, S.Tr.Kes., M.Kes.; dan Nisaul Rofifah, S.Gz. - mengikuti kegiatan CFD tersebut.

Sambil melepaskan lelah, sejumlah pengunjung duduk di aspal hotmix sambil melihat keramaian Pasar Sejati Karetan

Desa Karetan merupakan salah satu desa di Kecamatan Purwoharjo yang memiliki kawasan hutan asri, perkebunan buah naga dan jeruk, serta kini memiliki kegiatan mingguan yang mulai menarik perhatian warga. CFD di Alas Karetan digelar Pemerintah Kecamatan Purwoharjo bersama Perhutani melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karetan dan Forkopimka Purwoharjo. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 2 Agustus 2026.
Pagi itu, jalan hutan tidak hanya dipenuhi orang-orang yang berolahraga. Di sejumlah titik, pelaku UMKM membuka lapak. Aroma makanan dan minuman bercampur dengan udara pagi. Jajanan tradisional, makanan ringan, serta minuman segar menjadi tujuan lain setelah warga menyelesaikan rute jalan kaki atau bersepeda.
Ada pula Pasar Sejati Alas Karetan dan penjual kain batik khas Banyuwangi. Panggung hiburan kecil turut memeriahkan suasana melalui suguhan dari SMP Negeri 1 Purwoharjo. Di antara lapak-lapak makanan, saya sempat melihat seorang lelaki lanjut usia yang menjajakan wayang berbahan lembaran plastik. Barang dagangannya mungkin sederhana, tetapi kehadirannya menambah warna pada ruang publik yang baru tumbuh itu.

Tiga enumerator baseline survey terlihat sedang mengantre bolu ketan lumer di CFD Karetan

Bagi warga, CFD bukan sekadar kesempatan untuk berolahraga. Bagi pedagang, jalan yang ditutup sementara dari kendaraan menjadi etalase terbuka untuk memperkenalkan produk sekaligus mencari penghasilan tambahan. Dua kepentingan itu bertemu di tempat yang sama.
Semangat semacam ini sejalan dengan gagasan Gary Sherman Snyder, seorang penyair, esais, dosen, dam aktivis lingkungan Amerika, tentang berjalan kaki: 
“Berjalan kaki adalah petualangan agung, meditasi pertama, serta praktik keteguhan hati dan jiwa yang mendasar bagi umat manusia. Berjalan kaki merupakan keseimbangan yang tepat antara semangat dan kerendahan hati.”
Di Alas Karetan, berjalan kaki menjadi pengalaman yang sederhana sekaligus bermakna. Orang-orang tidak sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain. Mereka menikmati ruang, menyapa tetangga, berbincang, dan sejenak melepaskan diri dari rutinitas.

Panggung hiburan mini di CFD Karetan

Antusiasme itu sebenarnya telah terlihat sejak peluncuran perdana CFD pada Ahad, 2 Agustus 2026. Ratusan warga hadir bersama unsur pemerintah desa, Forkopimka, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM. Kepadatan bahkan mulai terasa di sekitar pintu masuk kawasan.
Pemandangan yang muncul pun beragam. Sepasang pensiunan mengayuh sepeda perlahan, menikmati pagi tanpa terburu-buru. Beberapa warga berhenti untuk mengabadikan suasana di bawah pepohonan. Sebagian lainnya memilih duduk di dekat lapak kuliner, berbincang sambil menyantap sarapan.
Tiga kilometer jalan hutan itu akhirnya menjelma lebih dari sekadar lintasan. Pada Ahad pagi, Alas Karetan menjadi tempat bertemunya berbagai aktivitas, yakni olahraga, rekreasi, perdagangan, hiburan, sekaligus interaksi sosial. Warga tidak perlu pergi ke pusat kota untuk menemukan ruang publik yang hidup.

Pengunjung sedang memperhatikan karya seni wayang terbuat dari limbah plastik

Menjelang pukul 09.00 WIB, suasana perlahan surut. Warga mulai meninggalkan kawasan. Para pedagang merapikan lapaknya. Jalan yang beberapa jam sebelumnya penuh oleh langkah kaki dan kayuhan sepeda bersiap kembali menerima kendaraan.
Namun, pagi itu meninggalkan sesuatu yang lebih panjang daripada sekadar tiga jam penutupan jalan. Ada tubuh yang terasa lebih bugar, perjumpaan yang mempererat hubungan antarwarga, pedagang yang membawa pulang hasil jualan, dan harapan agar kegiatan tersebut terus berlangsung.
Sebab, di Alas Karetan, hari bebas kendaraan bukan semata-mata tentang menutup jalan. Ia adalah cara membuka ruang, yaitu ruang bagi tubuh untuk bergerak, bagi warga untuk bertemu, bagi UMKM untuk tumbuh, dan bagi sebuah desa untuk menemukan cara sederhana merawat kebersamaan. *** [120826]
logoblog

Thanks for reading Ketika Alas Karetan Menjadi Ruang Bersama

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog