“Friendship marks a life even more deeply than love. Love risks degenerating into obsession, friendship is never anything but sharing.” -- Elie Wiesel
Matahari siang itu seakan ikut menyambut langkah saya yang baru saja keluar dari Gedung Pascasarjana Tahir Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Usai menghadiri Ujian Terbuka Promosi Doktor salah seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), hati saya dipenuhi rasa syukur dan bangga. Namun, ada satu hal yang sudah lama ingin saya lakukan ketika berada di Yogyakarta, yaitu bersilaturahmi dengan teman-teman di SurveyMETER Yogyakarta.
Tanpa menunda, saya mengarahkan langkah dengan Go-Jek menuju Jalan Jenengan Raya No. 109, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Jarak sekitar 6,5 kilometer dari FK-KMK UGM terasa begitu cepat, mungkin karena hati ini sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier saya.
Sesampainya di sana, suasana akrab dan penuh kekeluargaan langsung menyambut. Sapaan hangat, senyum tulus, serta obrolan ringan segera mencairkan suasana. Seolah tidak ada jarak waktu yang memisahkan. Percakapan mengalir begitu saja, membahas berbagai hal, mulai dari kabar keluarga, pekerjaan, pengalaman penelitian, hingga cerita-cerita lama yang kembali dikenang.
![]() |
| Suasana silaturahmi di ruang tamu SurveyMETER Yogyakarta (Kamis, 10/09/2026) |
Dua Tempat, Satu Kehangatan
Bagi saya, pertemuan seperti ini bukan sekadar kunjungan biasa. Saya dapat bersua dalam dua tempat yang berbeda, namun sama-sama menghadirkan kehangatan.
Di gazebo belakang pos security, saya sempat mengobrol hangat dengan teman security, teman koordinator lapangan, teman pengumpulan data, dan sempat juga bertemu dengan Koordinator Divisi Survei Nasirudin, S.P., M.Ec.Dev., serta Direktur SurveyMETER Dr. Cecep Sukria Sumantri. Obrolan ringan di bawah naungan gazebo itu seakan membawa saya kembali ke masa-masa kerja lapangan, di mana kebersamaan dan kerja sama tim adalah kunci utama.
Lalu, saya diajak ngobrol di ruang tamu yang berada di lantai 2. Kantor SurveyMETER terdiri dari tiga lantai. Lantai 1 berupa basement, lantai 2 untuk ruang tamu dan sejumlah ruang untuk mengelola riset di lapangan, dan lantai 3 untuk jajaran petinggi SurveyMETER.
Di ruang tamu, saya bertemu dengan sejumlah teman-teman SurveyMETER lainnya, bersalaman dan berkabar. Di sana, saya sempat mengobrol dengan Koordinator Divisi Kajian Dr. Edy Purwanto, S.P., M.Sc., Manajer Kantor Muhammad Mulia, S.E., M.Sc., staf Proposal dan Penterjemah Wawan Setiawan, S.IP, MAP, staf Divisi IT Support Arna Shanti, serta staf SurveyMETER lainnya, Ripi Mardhini, S.Sos.
Tempaan Delapan Tahun yang Tak Terlupakan
Bagaimana pun, saya pernah mendapat tempaan selama 8 tahun di SurveyMETER. Mulai dari menjadi Enumerator, Computer Assisted Field Editor (CAFÉ), Field Supervisor, Tracker, Field Data Manager, hingga menjadi Field Coordinator. Tempaan ini menjadikan saya mampu menguasai manajemen lapangan dengan baik.
SurveyMETER dikenal sebagai lembaga penelitian nonpemerintah yang berkantor di Yogyakarta dan bergerak dalam bidang survei, pengukuran, pelatihan, serta penelitian. Di tempat inilah banyak pengalaman, kerja sama, dan persahabatan tumbuh melalui berbagai kegiatan penelitian dengan cakupan area penelitian seluruh wilayah Indonesia.
Banyak sejumlah penelitian telah saya lalui bersama SurveyMETER, seperti: The Work and Iron Status Evaluation (WISE) di Purworejo dan Jabodetabek, The Study of the Tsunami Aftermath and Recovery (STAR) di Aceh, Indonesian Family Life Survey (IFLS) di Bali, Baseline Survey of Basic Education Capacity-Trust Fund di Aceh, dan The Study of Evaluation of Water Supply and Sanitation Project for Low Income Communities di Lombok dan Bima.
Setiap penelitian meninggalkan kesan tersendiri. Bukan hanya soal data dan laporan, tetapi juga tentang bagaimana bekerja bersama masyarakat, menghadapi tantangan di lapangan, dan membangun hubungan yang tulus dengan banyak orang.
Cerita yang Menghangatkan
Suasana semakin hangat ketika masing-masing mulai berbagi cerita tentang perjalanan yang telah dilalui. Ada kisah tentang tantangan di lapangan, dinamika bekerja bersama masyarakat, hingga pengalaman menjalankan penelitian di berbagai daerah. Setiap cerita menjadi pengingat bahwa hubungan baik yang dibangun dalam dunia kerja dapat berkembang menjadi persaudaraan yang tetap terjaga.
"Silaturahmi seperti ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu ada orang-orang yang hadir, mendukung, dan menjadi bagian dari perjalanan," demikian refleksi yang terasa dalam pertemuan tersebut.
Bagi teman-teman di SurveyMETER Yogyakarta, kunjungan itu menjadi kesempatan untuk mempererat kembali hubungan yang telah terjalin. Sementara bagi saya yang berkunjung, pertemuan tersebut menjadi pengobat rindu sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga persahabatan.
Dalam sebuah pertemuan yang penuh kehangatan, saya teringat sebuah ujaran dari Elie Wiesel (1928-2016), seorang novelis, filsuf, humanitarian Rumania-Amerika:
"Persahabatan membekas dalam kehidupan jauh lebih dalam daripada cinta. Cinta berisiko berubah menjadi obsesi, sedangkan persahabatan senantiasa merupakan wujud dari berbagi."
Kutipan ini begitu tepat menggambarkan apa yang saya rasakan. Persahabatan yang terjalin di SurveyMETER bukanlah hubungan yang dibangun atas dasar kepentingan sesaat, melainkan sebuah ikatan yang tumbuh dari kebersamaan, saling mendukung, dan berbagi pengalaman. Cinta mungkin bisa memudar, tetapi persahabatan yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk tetap hidup.
Di tengah kesibukan dan perubahan zaman, silaturahmi tetap memiliki tempat yang istimewa. Ia bukan hanya tentang bertemu dan berbincang, tetapi juga tentang merawat hubungan, menghargai kenangan, serta membuka kembali ruang kebersamaan.
Yogyakarta Istimewa, Silaturahmi Bermakna
Perjalanan pulang dari SurveyMETER Yogyakarta malam itu terasa berbeda. Hati saya dipenuhi kehangatan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Saya sadar, tempat ini bukan sekadar kantor tempat saya pernah bekerja. Ia adalah rumah bagi banyak kenangan, persahabatan, dan pelajaran hidup yang membentuk saya menjadi pribadi seperti sekarang.
Terima kasih, SurveyMETER Yogyakarta. Terima kasih untuk teman-teman yang masih menyimpan hangatnya silaturahmi. Semoga persahabatan ini terus terjaga, tidak hanya dalam ingatan, tetapi juga dalam tindakan nyata untuk saling mendukung dan berbagi.
Hangatnya silaturahmi memang tak pernah pudar. Ia abadi, seperti persahabatan yang membekas dalam kehidupan. *** [120926]



Persahabatan senantiasa merupakan wujud dari berbagi, setuju pak.. Silaturahmi akan diikuti saling mendoakan untuk kesehatan... Jalan2 terus pak, silaturahmi terus, sehaat teruss. ^^
BalasHapus