Selasa, September 15, 2026

Urena lobata, Pulutan Berbunga Mirip Hibiscus

  Budiarto Eko Kusumo       Selasa, September 15, 2026
Di sela keramaian pemeriksaan spirometri di Balai Dusun Glowong, RT 02 RW 02 Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu (05/09), semak berbunga merah muda keunguan tumbuh subur di samping septic tank - tanaman yang oleh banyak komunitas Nusantara dikenal sebagai pulutan. 
Tanaman ini, yang secara ilmiah bernama Urena lobata L., memang sering muncul di pekarangan, tepi jalan, dan lahan terbuka lain di wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Urena lobata adalah semak tahunan atau menahun yang tegak, berkayu, dan biasanya mencapai 0,5–2 meter, dengan batang bulat solid yang tertutup rambut bintang halus. Daunnya berselang-seling, bertangkai panjang, berbentuk ovate hingga hampir bulat, dengan tepi bergerigi dan sering kali berlekuk 3–5 lobus; permukaan bawah daun tampak keputihan karena pubesensi rapat.

Bunga pulutan (Urena lobata) yang sedang mekar di halaman belakang Balai Dusun Glowong RT 02 RW 02 Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi

Bunganya soliter atau berkelompok kecil di ketiak daun, bertangkai pendek, dan sangat khas: lima helai mahkota berwarna merah muda hingga ungu muda dengan bagian dasar lebih gelap, menyerupai bunga genus Hibiscus yang masih satu famili (Malvaceae). Kelopak bunga dikelilingi epikalis berupa 5 brakteol yang menyatu di pangkal, sementara benang sari membentuk kolom staminal yang khas pada Malvaceae.
Buahnya berupa kapsul kecil bulat yang terbagi menjadi 5 merikarp; permukaannya tertutup rambut kaku berbentuk kait seperti “duri halus” sehingga mudah menempel pada pakaian atau bulu hewan. Sifat inilah yang diduga menjadi asal nama “pulutan”, mengacu pada biji/buah yang mudah melekat.
Nama ilmiah Urena lobata pertama kali dideskripsikan oleh Carolus Linnaeus pada 1753 dalam Species Plantarum [
1Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1753). Caroli Linnaei ... Species plantarum: exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas... (Tomus II). Holmiae: Impensis Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/358580
]. Nama genus Urena diturunkan dari “urem/uren”, sebutan vernakular dalam bahasa Malayalam di Pesisir Malabar, India [
2Merriam-Webster. (n.d.). Urena. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved September 14, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/urena
]. Epitet spesifik lobata berasal dari Latin lobatus yang berarti “berlekuk” atau “berlobus”, merujuk pada bentuk daun yang sering berlobus [
3Asian Plant. (n.d.). Urena Lobata L., Sp. Pl. 692 (1753). Asian Plant. Retrieved September 15, 2026, from https://asianplant.net/Malvaceae/Urena_lobata.htm
].
Di Indonesia, tanaman ini dikenal dengan beragam nama lokal: orang Sumatra menyebutnya pulut, orang Sunda pungpulutan, dan orang Jawa pulutan. Secara global, Urena lobata memiliki banyak nama umum, antara lain bur mallow, caesarweed, cadillo, malva-brava, dan guaxima, mencerminkan sebarannya yang luas di wilayah tropis dan subtropis.

Daun pulutan (Urena lobata) yang berlekuk atau berlobus

Urena lobata
tersebar di bioma beriklim tropis kering hingga lembap di kawasan tropis dan subtropis, termasuk Asia Tenggara, Afrika tropis, dan Amerika Selatan. Di Indonesia, spesimen tipe pernah dicatat dari Jawa oleh botanis Jerman Carl Ernst Otto Kuntze (1873) dengan nama Urena lobata var. pertomentosa, yang kini dianggap sinonim dari Urena lobata.
Secara ekologi, spesies ini umum ditemukan di lahan terbuka, tepi jalan, area budidaya, dan tempat terlantar; meskipun sering berstatus gulma, kemampuannya beradaptasi membuat ia mudah dijumpai di berbagai habitat antropogenik.
Meskipun kerap dianggap gulma, Urena lobata dimanfaatkan secara tradisional di berbagai wilayah, termasuk Indochina, Fiji, Malaysia, Jawa, Filipina, dan Papua Nugini. Bagian daun, akar, dan bunganya dilaporkan digunakan untuk mengobati kolik, malaria, gonore, demam, luka, sakit gigi, dan rematik. Di Malaysia, rebusan akar yang dicampur dengan tanaman obat lain digunakan sebagai tonik pascamelahirkan [
4Shahdani, N. L. H., & Julius, A. (n.d.). Urena Lobata L. (Malvaceae-Malvoideae). Malaysia Biodiversity Information System (MyBIS). Retrieved September 15, 2026, from https://www.mybis.gov.my/art/397
].
Di Indonesia dan negara lain, pulutan juga dimanfaatkan sebagai penurun panas, obat rematik, penyembuh luka, patah tulang, dan antiseptik; beberapa catatan bahkan menyebut potensi antifertilitas.

Tanaman pulutan (Urena lobata) yang tumbuh di dekat septic tank halaman belakang Balai Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi

Kajian modern terhadap Urena lobata mengonfirmasi bahwa tanaman ini mengandung beragam senyawa fitokimia, terutama flavonoid, glikosida, dan terpenoid/terpena. Senyawa-senyawa ini dikaitkan dengan aktivitas biologis yang menjanjikan, seperti antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antikanker, antidiare, antidiabetes, antihiperlipidemia, serta efek neurofarmakologis.
Dengan profil fitokimia dan aktivitas biologisnya, Urena lobata berpotensi menjadi sumber bahan baku fitofarmaka atau senyawa pemandu (lead compounds) untuk pengembangan terapi berbasis tumbuhan [
5Islam, M., & Uddin, M. (2017). A revision on Urena lobata L. International Journal of Medicine, 5(1), 126-131. https://doi.org/10.14419/ijm.v5i1.7525
].
Di luar pemanfaatan obat, Urena lobata juga dibudidayakan secara komersial di beberapa wilayah Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika tropis sebagai tanaman penghasil serat. Seratnya, yang mirip dan sebanding kekuatannya dengan rami (jute), digunakan untuk pembuatan tali, karung goni (hessian), kain terpal, dan material karpet; sering pula dicampur dengan serat jute atau serat lain.
Dari halaman belakang Balai Dusun Glowong hingga literatur farmakognosi modern, Urena lobata menunjukkan dualitas yang menarik, yaitu gulma yang lekat pada keseharian, sekaligus sumber daya hayati dengan nilai ekonomi dan terapeutik. *** [150926]


logoblog

Thanks for reading Urena lobata, Pulutan Berbunga Mirip Hibiscus

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog