Selasa, Oktober 13, 2026

Garcinia mangostana, Manggis Si Ratu Buah

  Budiarto Eko Kusumo       Selasa, Oktober 13, 2026
Di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Dusun Songgorejo, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, tiga pohon manggis tumbuh menjulang tepat di seberang Masjid Songgon Kulon "Baitul Huda". Buahnya bulat, kulitnya tebal dan keras, berwarna hijau saat muda dan berubah ungu kemerahan hingga ungu tua saat matang. Sisa kelopak tetap menempel di pangkal buah meskipun sudah tua atau dipetik. Daging buahnya putih bersih, lembut, berair, dengan perpaduan rasa manis dan asam yang khas. Inilah Garcinia mangostana - si ratu buah yang mendunia.
Pohon manggis yang saya lihat sepulang diajak main sama enumerator baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC), Muhammad Wisnu Nafiri, S.E., ke Rowo Bayu itu bukan sekadar pemandangan biasa. 
Penduduk menanamnya di kiri-kanan jalan, dan tiga pohon di depan masjid itu tampak begitu subur, seolah menjadi penjaga setia bagi siapa saja yang melintas. Daunnya berbentuk jorong atau elips memanjang, ujungnya meruncing, tulang daun menyirip, dan warnanya hijau tua mengilap. Dari kejauhan, pohon ini memberikan kesan rindang dan menenangkan.

Buah manggis (Garcinia mangostana) yang sudah tua atau matang

Nama ilmiahnya, Garcinia mangostana L., menyimpan kisah panjang. Nama genus Garcinia diberikan untuk menghormati Laurentius Garcin (1683–1752), seorang dokter tentara dan naturalis Belanda yang bertugas di Hindia Belanda antara tahun 1720 dan 1729. Dalam perjalanannya ke Kepulauan Maluku, ia meneliti pohon penghasil buah yang oleh penduduk setempat disebut 'mangoustan' dan mendeskripsikan spesimen betina yang sedang berbuah [
1Ngernsaengsaruay C, Chanton P, Leksungnoen N, Chaiprasongsuk M, Thunthawanich R (2024) A taxonomic revision of Garcinia section Garcinia (Clusiaceae) in Thailand. PhytoKeys 244: 175-211. https://doi.org/10.3897/phytokeys.244.126207
]. 
Sedangkan, julukan spesifik mangostana sendiri berasal dari bahasa Melayu mangusta, yang berarti manggis [
2Webster’s 1913. (n.d.). Mangostan. Webster’s 1913. Retrieved October 12, 2026, from https://www.websters1913.com/words/Mangostan
]. Nama ilmiah ini pertama kali dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707–1778) pada tahun 1753 dan dipublikasikan dalam Species Plantarum [
3Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1753). Caroli Linnaei ... Species plantarum: exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas... (Tomus I). Holmiae: Impensis Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/358012
].
Manggis merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Clusiaceae dan termasuk tanaman asli Indonesia. Ia dapat tumbuh hingga setinggi delapan belas kaki dan menghasilkan buah seukuran apel kecil dengan daging yang sangat lezat. 

Bunga manggis (Garcinia mangostana) sedang mekar

Di berbagai belahan dunia, buah ini dikenal dengan banyak nama: mangosteen (Inggris), Mangostanbaum (Jerman), mangostaanboom (Belanda), mangoustan (Prancis), mangostan (Spanyol), mangostão (Portugis), mangostano (Italia), juz jundam (Arab), mạngkhud (Thailand), manggis (Indonesia), mǎng jí shì (China), dan mangosuchin (Jepang).
Indonesia merupakan produsen Garcinia mangostana terbesar di dunia. Buah ini dibudidayakan dan diolah untuk diekspor ke negara-negara Asia dan Eropa, sehingga turut meningkatkan aspek sosial-ekonomi masyarakat setempat. 
Di Asia, manggis sangat populer dan dijuluki sebagai "ratu buah" karena cita rasanya yang Istimewa [
4Paul, A., & Zaman, Md. K. (2022). A comprehensive review on ethnobotany, nutritional values, phytochemistry and pharmacological attributes of ten Garcinia species of South-east Asia. South African Journal of Botany, 148, 39–59. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2022.03.032
]. Di negara-negara Barat, buah ini dianggap sebagai pangan fungsional. Produk komersialnya tersedia dalam bentuk bubuk ekstrak, kapsul, dan jus. Jus manggis kini menjadi minuman yang umum dikonsumsi di Amerika berkat kandungan senyawa antioksidannya yang tinggi [
5Bi, C., Xu, H., Yu, J., Ding, Z., & Liu, Z. (2023). Botanical characteristics, chemical components, biological activity, and potential applications of mangosteen. PeerJ, 11, e15329. https://doi.org/10.7717/peerj.15329
].

Buah manggis (Garcinia mangostana) yang masih muda

Namun, pesona manggis tidak berhenti pada rasanya. Tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman obat penting yang memiliki beragam kegunaan dalam sistem pengobatan tradisional. Berbagai bagian tanaman manggis - terutama kulit buah, kulit batang, dan akarnya - telah dimanfaatkan selama berabad-abad di Asia Tenggara. 
Di Tiongkok, India, Thailand, dan wilayah Asia lainnya, kulit buah yang dikeringkan dan dijadikan bubuk digunakan sebagai agen antimikroba dan pengobatan antiparasit untuk mengatasi disentri, serta digunakan secara topikal untuk menyembuhkan luka dan ulkus kronis. 
Daun dan kulit batang manggis diketahui memiliki sifat antiinflamasi yang kuat dan digunakan untuk mengobati hiperkeratosis, eksim, serta gangguan kulit lainnya.

Daun manggis (Garcinia mangostana) berwarna hijau tua dan mengilap

Air rebusan kulit buahnya digunakan untuk meredakan gonore, keluarnya cairan abnormal dari uretra (gleet), diare, dan sistitis. Air rebusan tersebut juga dapat digunakan secara topikal sebagai losion astringen. Sifat astringen manggis dimanfaatkan untuk mencegah dehidrasi dan hilangnya nutrisi penting dari saluran pencernaan. 
Dalam pengobatan tradisional Thailand, kulit buah manggis digunakan untuk mengobati infeksi kulit dan luka, serta meredakan diare. Di Filipina dan wilayah Melayu, teh yang terbuat dari kulit buah serta air rebusan daun dan kulit batang digunakan sebagai penurun demam dan untuk mengobati disentri, diare, serta berbagai gangguan saluran kemih. Air rebusan akarnya dikonsumsi oleh wanita yang mengalami gangguan menstruasi.
Di wilayah Karibia dan Amerika Latin, manggis juga digunakan untuk tujuan medis. Teh yang terbuat dari buah manggis populer sebagai tonik untuk mengatasi kelelahan dan kondisi tubuh yang kekurangan energi. Masyarakat Brasil menggunakan teh serupa sebagai bantuan pencernaan [
6Ansori, A. N. M., Fadholly, A., Hayaza, S., Susilo, R. J. K., Inayatillah, B., Winarni, D., & Husen, S. A. (2020). A Review on Medicinal Properties of Mangosteen (Garcinia mangostana L.). Research Journal of Pharmacy and Technology, 13(2), 974. https://doi.org/10.5958/0974-360x.2020.00182.1
].
 
Tiga pohon manggis (Garcinia mangostana) tumbuh subur di timur Masjid Songgon Kulon Baitul Huda di Dusun Songgorejo, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi

Manggis dilaporkan memiliki kandungan xanton yang tinggi. Xanton diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, antikanker, dan antidiabetes, yang bergantung pada pola substitusi gugus fungsinya [
4Paul, A., & Zaman, Md. K. (2022). A comprehensive review on ethnobotany, nutritional values, phytochemistry and pharmacological attributes of ten Garcinia species of South-east Asia. South African Journal of Botany, 148, 39–59. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2022.03.032
].
Kembali ke tiga pohon manggis di depan Masjid Songgon Kulon "Baitul Huda", saya merenung. Pohon-pohon itu bukan hanya menghasilkan buah yang lezat, tetapi juga menyimpan sejarah panjang, manfaat kesehatan, dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Manggis, si ratu buah, telah menjelma menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari meja makan hingga dunia pengobatan, dari pasar tradisional hingga pasar internasional. Dan di Dusun Songgorejo, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, tiga pohon itu berdiri tegak, menjadi saksi bisu betapa alam Indonesia begitu kaya akan anugerah. *** [131026]


logoblog

Thanks for reading Garcinia mangostana, Manggis Si Ratu Buah

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog