Jumat, Oktober 09, 2026

Rubus rosifolius, Rosberi Liar yang Buahnya Mirip Stroberi

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, Oktober 09, 2026
Sekilas, buah merah itu tampak seperti stroberi (Fragaria ×ananassa) yang tersesat di tengah hutan. Bentuknya mungil, berbenjol-benjol, dan menggoda untuk dipetik. Namun, tanaman yang tumbuh liar di antara pepohonan Kawasan Rowo Bayu itu bukan stroberi kebun, melainkan Rubus rosifolius - rosberi liar, si buah hutan yang menyimpan cerita panjang tentang alam, pangan, dan pengobatan tradisional.
Pemandangan itu saya temukan ketika membonceng enumerator baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC), Muhammad Wisnu Nafiri, S.E. Kami melintasi Kawasan Hutan Petak 8, di sebelah utara telaga Bayu, menuju arah Perkebunan Bayu Lor. Di antara rimbun pepohonan dan semak belukar, tanaman berduri itu tumbuh tanpa banyak perhatian.
Rowo Bayu sendiri dikenal sebagai kawasan wisata alam, sejarah, dan religi di kaki Gunung Raung. Telaganya yang asri menjadi daya tarik utama. Tetapi, di luar jalur pandang wisatawan, hutan di sekitarnya juga menyimpan kekayaan hayati yang tak kalah menarik. Salah satunya adalah rosberi liar yang tumbuh pada ketinggian sekitar 500–800 meter di atas permukaan laut.

Buah rosberi liar (Rubus rosifolius) yang sudah matang

Mirip Stroberi, Berasal dari Keluarga Mawar
Rosberi liar merupakan tumbuhan menahun dari famili Rosaceae, keluarga yang sama dengan mawar, apel, pir, dan stroberi. Dalam literatur botani, tanaman ini juga kerap ditulis sebagai Rubus rosaefolius, selain nama yang lebih umum digunakan, Rubus rosifolius. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh botanis Inggris James Edward Smith (1759-1828) pada 1791 melalui karya Plantarum Icones Hactenus Ineditae [
1Smith, James Edward, & Linné, Carl von. (1791). Plantarum icones hactenus ineditae,plerumque ad plantas in herbario Linnaeano conservatas delineatae (Fasciculus III). Londini: Typis J. Davis. https://www.biodiversitylibrary.org/page/33681502
].
Ciri fisiknya mudah dikenali. Batangnya berkayu dan dipenuhi duri tajam. Daunnya majemuk, tersusun menyirip, dengan tepi bergerigi. Bunganya berwarna putih, dan buahnya berubah merah ketika matang.
Kemiripannya dengan stroberi terletak pada warna dan bentuk buah. Bedanya, rosberi liar tumbuh pada semak berduri, sedangkan stroberi budidaya umumnya tumbuh sebagai tanaman herba yang menjalar. Rasa rosberi liar cenderung manis dengan sensasi segar, sehingga buah matang dapat langsung dimakan.
Nama Rubus berasal dari bahasa Latin yang berarti semak berduri [
2Ancestry. (n.d.). Meaning of the first name Rubus. Ancestry. Retrieved October 8, 2026, from https://www.ancestry.com/first-name-meaning/rubus
]. Sementara itu, rosifolius tersusun dari kata rosa, berarti mawar, dan folium, berarti daun. Nama tersebut merujuk pada bentuk daunnya yang menyerupai daun mawar [
3The Bible of Botany. (n.d.). Glossary – Ra – Sy . The Bible of Botany. Retrieved October 9, 2026, from https://bibleofbotany.com/index/glossary-introduction/glossary-page-7/
].

Bunga rosberi liar (Rubus rosifolius) yang sedang mekar

Banyak Nama, Luas Persebaran
Di Indonesia, tanaman ini memiliki beragam nama lokal. Orang Sumatra mengenalnya sebagai pingat, sementara di Sunda disebut beberetean. Di Jawa, namanya antara lain kecalingan, calingan, ujen-ujen, atau ucen-ucen. Di Madura, tanaman ini dikenal sebagai gharunggung, sedangkan di Maluku disebut jalanggara.
Nama umumnya pun beragam di berbagai negara. Dalam bahasa Inggris, ia disebut cape bramble atau Mauritius raspberry. Di Filipina, tanaman ini dikenal sebagai sagmit atau sapinit; di Jepang disebut tokin-ibara; sedangkan di Australia dikenal sebagai native raspberry.
Secara alami, Rubus rosifolius tumbuh di wilayah beriklim tropis basah, mulai dari India, Sri Lanka, Indochina, Tiongkok, Malaysia, Indonesia, Filipina, hingga Papua Nugini. Persebarannya kemudian meluas ke sejumlah wilayah Afrika, Amerika, Australia, dan Selandia Baru [
4EPPO Global Database. (n.d.). Rubus rosifolius(RUBRO). EPPO. Retrieved October 9, 2026, from https://gd.eppo.int/taxon/RUBRO
].
Di banyak tempat, tanaman ini tumbuh di tepi hutan, lahan terbuka, tepian jalan, atau kawasan dengan gangguan ringan. Sifatnya yang mudah tumbuh membuat rosberi liar menjadi bagian penting dari vegetasi bawah hutan.

Daun rosberi liar (Rubus rosifolius)

Buah Hutan untuk Pangan dan Kesehatan
Di balik ukurannya yang kecil, buah rosberi liar menyimpan potensi pangan. Penelitian menunjukkan bahwa buah Rubus rosifolius mengandung serat, vitamin, senyawa fenolik, dan pigmen antioksidan seperti antosianin. Salah satu kajian mencatat kandungan seratnya sekitar 7,10 gram per 100 gram bahan, dengan energi sekitar 39,44 kilokalori [
5Bhatt, S. C., Naik, B., Kumar, V., Gupta, A. K., Kumar, S., Preet, M. S., Sharma, N., & Rustagi, S. (2023). Untapped potential of non-conventional rubus species: bioactivity, nutrition, and livelihood opportunities. Plant methods, 19(1), 114. https://doi.org/10.1186/s13007-023-01094-y
].
Kandungan tersebut membuat rosberi liar berpeluang dikembangkan sebagai pangan lokal, terutama di wilayah yang memiliki keragaman hayati tinggi tetapi menghadapi persoalan kerawanan pangan [
6Jansen-Alves, C., Rodrigues Pereira, J., Zambiazi, R. C., & Murowaniecki Otero, D. (2022). Rosaceae rubus rosifolius smith: nutritional, bioactive and antioxidant potential of unconventional fruit. Natural Product Research, 37(23), 4013–4017. https://doi.org/10.1080/14786419.2022.2160979
]. Buah ini dapat dikonsumsi segar, diolah menjadi selai, minuman, atau bahan pangan lain.
Secara tradisional, buah rosberi liar digunakan untuk membantu mengatasi sakit perut dan sariawan [
7Lestari, Sri & Rohman, Fatchur & hari utomo, Dwiyono & Purwanto, & Arifah, Siti & Annisa, Yuslinda & Mohamad, Jamaludin. (2020). Development of Ethnobotany-Based Booklets as Learning Tools for Communities. 10.2991/assehr.k.200711.004. https://www.atlantis-press.com/proceedings/icli-19/125941816
]. Daunnya juga dimanfaatkan dalam berbagai ramuan karena sifat astringennya. Di beberapa wilayah, rebusan akar, batang, atau daun digunakan untuk diare, gangguan lambung, demam, nyeri [
8Plants For A Future. (n.d.). Rubus rosifolius - Sm. Plants For A Future. Retrieved October 8, 2026, from https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Rubus+rosifolius
], dan masalah kesehatan lainnya [
9Graveson, R. (n.d.). Rubus rosifolius herbal uses. Plants of Saint Lucia. Retrieved October 8, 2026, from https://saintluciaplants.com/legacy/localuses/ruburosi.html
].
Kajian fitokimia menemukan senyawa seperti asam elagat, asam galat, dan asam klorogenat. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan dalam penelitian laboratorium menunjukkan potensi antibakteri serta efek biologis lainnya. Namun, khasiat tersebut tidak serta-merta menjadikan rosberi liar sebagai pengganti pengobatan medis. Pemanfaatan sebagai obat tradisional tetap perlu memperhatikan dosis, cara pengolahan, dan keamanan.

Tanaman rosberi liar (Rubus rosifolius) di antara rerimbunan pepohonan hutan Rowo Bayu di Dusun Ketangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi

Menjaga yang Tumbuh Liar
Penemuan rosberi liar di Petak 8 Rowo Bayu menjadi pengingat bahwa hutan tidak hanya menawarkan lanskap indah untuk dipotret. Di balik pepohonan, terdapat tumbuhan pangan dan obat yang mungkin belum banyak dikenal, tetapi memiliki nilai ekologis dan budaya.
Buah merah yang menyerupai stroberi itu mungkin tampak sederhana. Namun, ia membawa pesan penting: keanekaragaman hayati sering kali tumbuh diam-diam, menunggu untuk dikenali. Karena itu, pengenalan terhadap Rubus rosifolius perlu diikuti dengan sikap bijak - tidak memetik berlebihan, tidak merusak habitat, dan tidak mengonsumsi tanaman liar tanpa memastikan identitasnya.
Di kaki Gunung Raung, rosberi liar terus tumbuh di antara duri dan dedaunan. Ia menjadi bagian kecil dari hutan Rowo Bayu, tetapi sekaligus membuka cerita besar tentang pangan lokal, pengetahuan tradisional, dan kekayaan alam yang patut dijaga.  *** [091026]


logoblog

Thanks for reading Rubus rosifolius, Rosberi Liar yang Buahnya Mirip Stroberi

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog