Senin, November 02, 2026

Coccinia grandis, Timun Tikus Berukuran Khusus

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, November 02, 2026
Sabtu (24/10) pagi itu, langit Desa Kaliploso terasa cerah ketika saya menyambangi Pendopo Dusun Kalirejo untuk menyaksikan jalannya pemeriksaan ulang spirometri di Dusun Kalirejo RT 02 RW 07, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. 
Di sela-sela kesibukan warga yang antre menghembuskan napas melalui mouthpiece, saya melihat sesuatu yang tumbuh liar di tepi pagar, sulur-sulur hijau merambat seenaknya, menaiki tiang dan menjuntai ke sana kemari.
 
Timun tikus (Coccinia grandis) yang sudah matang

Di antara dedaunan yang hijau, tergantung buah-buah mungil berbentuk mentimun, hanya saja ukurannya mini, sepanjang jari kelingking. Ketika masih belia, warnanya hijau kekuningan. Namun begitu matang, buah-buah itu berubah menjadi merah tua menyala, seperti permata yang tersangkut di ranting.
Di Indonesia, tanaman ini akrab dipanggil timun tikus, papasan, atau kemarungan. Nama ilmiahnya Coccinia grandis (L.) Voigt. Genus Coccinia berasal dari kata Latin coccineus, yang berarti merah tua atau merah cerah, merujuk pada warna buahnya [
1Stuart Jr., G. U. (n.d.). Ivy gourd. StuartXchange. Retrieved November 1, 2026, from https://www.stuartxchange.org/IvyGourd
]. Sementara julukan grandis juga dari bahasa Latin, berarti mencolok, menyoroti perubahan warna yang menarik saat buah matang: dari hijau menjadi merah tua [
2NParks | Coccinia grandis. (n.d.). Nparks. Retrieved November 1, 2026, from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/3/1377
].
Spesies ini mula-mula dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707–1778) pada 1767 sebagai Bryonia grandis, dipublikasikan dalam Mantissa Plantarum [
3Linné, Carl von. (1767). Car. a Linné Mantissa plantarum: Generum editionis VI. et specierum editionis II (p. 1). Impensis Direct. Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/44260872
]. Kemudian pada 1845, dokter sekaligus botanis Denmark Joachim Otto Voigt (1798–1843) merevisi dan memindahkannya ke genus Coccinia, dipublikasikan dalam Hortus Suburbanus Calcuttensis [
4Voigt, J. O. (1845). Hortus suburbanus Calcuttensis; A catalogue of the plants which have been cultivated in the Hon. East India Company’s botanical garden, Calcutta, and in the Serampore botanical garden. Calcutta: Bishop’s College Press. https://www.biodiversitylibrary.org/page/31323903
].
 
Tanaman timun tikus (Coccinia grandis) yang menjalar di pekarangan kosong samping Pendopo Kalirejo, Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi

Selain nama binomial, tanaman ini punya segudang nama umum: ivy gourd, kovai fruit, scarlet gourd (Inggris); skarlagenagurk (Denmark); Scharlachranke (Jerman); courge écarlate (Prancis); pepino cimarrón (Spanyol); bimbi, bimbika, jivaka, patuparni, vimba, vira (Sansekerta); tả lủng (Thailand); bát (Vietnam); papasan (Malaysia); timun tikus, kemarungan, papasan (Indonesia); tindora (Filipina); hóng guā (China); hingga yasaikarasuuri (Jepang).
Timun tikus termasuk famili Cucurbitaceae, suku labu-labuan. Ia punya kebiasaan membentuk umbi di bawah tanah (geofit) dan tumbuh memanjat. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering dan tersebar luas di Asia Tenggara serta India. 
Dalam kehidupan sehari-hari, buahnya yang memerah saat matang terasa manis dan bisa dimakan langsung atau diolah; daun mudanya yang lembut biasa dijadikan sayuran. Tak hanya sebagai pangan, tanaman ini juga dikenal dalam pengobatan tradisional karena diyakini berkhasiat, terutama untuk membantu mengelola kadar gula darah [
5Dania Pratiwi. (2025, October 13). Coccinia grandis : Si Timun Mini. Kehati. https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/foto/coccinia-grandis-si-timun-mini
].

Bunga timun tikus (Coccinia grandis)

Md. Sabbir Hossain dkk. (2024) [
6Hossain, M. S., Jahan, I., Islam, M., Nayeem, J., Anzum, T. S., Afrin, N. A., Mim, F. K., & Hasan, M. K. (2024). Coccinia grandis: Phytochemistry, pharmacology and health benefits. Clinical Traditional Medicine and Pharmacology, 5(2), 200150. https://doi.org/10.1016/j.ctmp.2024.200150
] melaporkan bahwa timun tikus memiliki sejarah panjang penggunaan tradisional sebagai obat herbal untuk menangani berbagai penyakit - diabetes, hipertensi, penyakit kuning - serta untuk meningkatkan kekuatan tubuh. 
Di antara semua kegunaan itu, pemanfaatan untuk menangani diabetes paling sering ditemukan dalam berbagai sistem pengobatan tradisional, yang lalu mendorong para ilmuwan memvalidasinya secara ilmiah. 
Berbagai studi membuktikan khasiat timun tikus sebagai agen terapeutik untuk diabetes beserta kondisi terkait, seperti dislipidemia, obesitas, stres oksidatif, dan peradangan. Analisis fitokimia menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, tanin, terpenoid, dan glikosida - senyawa bioaktif yang mendasari beragam aktivitas farmakologis: efek hipoglikemik, antikanker, antinosiseptif, antipiretik, antelmintik, analgesik, spasmolitik, penyembuhan luka, antiulserogenik, antikonvulsan, hepatoprotektif, dan imunomodulator.
 
Daun timun tikus (Coccinia grandis)

Tanaman ini juga memiliki aktivitas antimikroba, larvisidal, dan insektisidal yang signifikan. Bahkan, nanopartikel Coccinia grandis disebut memiliki sifat antimikroba dan antikanker yang sangat baik - relevan dengan era ketika penggunaan nanopartikel berkembang pesat, karena mampu meningkatkan bioavailabilitas senyawa bioaktif, menghantarkan obat secara spesifik sehingga mengurangi efek samping, memperbaiki kelarutan, serta melepaskan senyawa bioaktif secara berkelanjutan.
Siang itu, di tepi pagar Desa Kaliploso, saya sempat memetik satu buah yang merah tua. Rasanya manis, sedikit mirip mentimun yang telah dewasa. Tanaman yang tumbuh liar, sering dianggap gulma, ternyata menyimpan cerita panjang - dari pena Linnaeus di abad ke-18, revisi Voigt di abad ke-19, hingga laboratorium farmasi abad ke-21. Timun tikus mungkin kecil, tetapi namanya besar: grandis, mencolok. *** [021126]
logoblog

Thanks for reading Coccinia grandis, Timun Tikus Berukuran Khusus

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog