“Food to a large extent is what holds a society together and eating is closely linked to deep spiritual experiences.” -- Peter Farb
Tak terasa, rentetan baseline survey NIHR Global Health Research Centre for Non-Communicable Diseases and Environmental Change (NIHR-GHRC NCDs & EC) di Kabupaten Banyuwangi telah sampai di penghujung Oktober. Bagi saya, ini bukan sekadar berakhirnya sebuah tugas, melainkan momen perpisahan dengan tanah Osing yang telah menjadi rumah kedua selama empat bulan ini.
Sebagai Field Facilitator NIHR Unversitas Brawijaya (UB), saya harus meninggalkan Banyuwangi dan kembali ke Malang. Namun, perjalanan pulang kali ini tak akan lengkap tanpa satu persinggahan yang tak terduga di Jember.
![]() |
| Rolas Cafe and Eatery di Jalan Gajah Mada No. 11, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember |
Mengingat barang bawaan yang tak sedikit - mulai dari perbekalan pribadi hingga perlengkapan alat kesehatan dan perangkat tugas - saya memutuskan untuk rental mobil. Saya tak sendirian. Di perjalanan, ada dua petugas lapangan yang ikut serta, yaitu enumerator Rahmanurraudhotul Amin, SKM, yang akan menyampaikan hasil observasi pemeriksaan spirometri, dan Supervisor Tes Spirometri, Ns. Elik Anistina, S.Kep., yang akan mengutarakan prosesi serta hasil tes.
Di tengah perjalanan yang panjang, saya menyempatkan diri menghubungi seorang kolega lama, Dr. Regina Niken Wilantari, S.E., M.Si., peneliti dari Universitas Jember (UNEJ). Tanpa ragu, ia mengajak saya bertemu di sebuah tempat yang asri, yaitu Rolas Café & Eatery.
Rolas Café bukan sekadar kafe biasa. Terletak di Jalan Gajah Mada No. 11, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, tempat ini berdiri megah di samping Siloam Hospitals Jember.
![]() |
| Sebuah gramaphone antik jadul berada di sudut ruangan utama Rolas Cafe and Eatery Jember |
Bangunannya adalah warisan era kolonial Belanda yang telah direnovasi dengan apik, mempertahankan sentuhan klasik dan vintage-nya. Sejak dibuka kembali dengan konsep segar pada akhir tahun 2024, Rolas Café seolah menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota, dengan halaman luas yang menyejukkan mata.
Begitu memasuki area kafe, saya disambut oleh deretan sepuluh pohon lontar (Borassus flabellifer) yang tumbuh berjajar di sepanjang trotoar depan. Halaman tengah parkiran dihiasi tiga pohon manggis (Garcinia mangostana) yang tengah berbuah lebat, sementara di sisi barat berdiri tegak dua pohon durian (Durio zibethinus). Suasana asri ini langsung membuat saya merasa seperti "berada di rumah sendiri".
Rolas Café memang dirancang untuk berbagai suasana, seperti belajar, mengadakan pertemuan, atau sekadar berkumpul santai. Pilihan tempat duduk di dalam dan luar ruangan pun tersedia, dengan berbagai ulasan yang memuji kenyamanan area outdoor-nya.
![]() |
| Jumpa, Ngobrol dan Kulineran dengan peneliti UNEJ |
Siang itu, Dr. Regina dengan ramah mentraktir kami. Sambil mengobrol ringan, saya memilih Sop Ayam Bakmoy dan Lychee Tea. Sop Ayam Bakmoy yang disajikan hangat itu langsung menggugah selera. Kuahnya bening dengan aroma kaldu ayam yang kuat, berpadu dengan potongan ayam, tahu, dan telur puyuh yang lembut. Rasanya ringan namun memuaskan, seperti pelukan hangat di tengah perjalanan yang panjang.
Sementara itu, Lychee Tea-nya menyegarkan; teh yang diseduh dengan potongan buah leci segar ini memberikan keseimbangan sempurna antara manis dan asam, menghapus rasa lelah seketika. Perpaduan keduanya sungguh pas - sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam.
Selesai santap siang, obrolan kami beralih ke topik yang lebih fokus, yakni penelitian. Dr. Regina, yang merupakan staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jember (FEB UNEJ), kerap terlibat dalam penelitian Regional Economic Development Institute (REDI) Surabaya. Kenangan pun mengalir kembali.
![]() |
| Sop Ayam Bakmoy |
Dari tahun 2013 hingga 2016, saya dan Dr. Regina sering terlibat dalam pelatihan enumerator untuk berbagai proyek REDI. Mulai dari Performance Oversight & Monitoring Baseline Survey for the Evaluation of the Education Partnership – Component 1 (School Construction), Opportunities for Vulnerable Children Evaluation, PNPM RLF Impact Evaluation, Education Gouvernance-National Partnership for Education Study - Analytical Capacity Development Partnership [ACDP 44], Market Research on the Value Proposition of Offering a Pre-paid Card Linked to a Mobile Branchless Banking Product in Indonesia, Australia Indonesia Basic Education Program (AIBEP), Pilot Test of Education Gouvernance-National Partnership for Education Study - Analytical Capacity Development Partnership [ACDP 042], hingga Mid-Term Performance of USAID/Indonesia’s PRIORITAS Program.
Di tengah hangatnya obrolan dan nikmatnya hidangan, saya teringat sebuah ujaran dari Peter Farb (1929–1980), seorang penulis, antropolog, ahli bahasa, pegiat lingkungan, biolog, dan juru bicara untuk konservasi asal Amerika, yang rasanya sangat relevan dengan momen ini:
"Dalam banyak hal, makananlah yang menyatukan suatu masyarakat, dan kegiatan makan sangat erat kaitannya dengan pengalaman spiritual yang mendalam."
Rolas Café seolah menjadi wadah sempurna untuk memaknai kalimat itu. Di sini, jumpa, ngobrol, dan kulineran bukan sekadar aktivitas, melainkan sebuah pengalaman yang menyatukan kenangan, mempererat hubungan, dan menghadirkan kehangatan yang tak terlupakan. *** [021126]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar