Sabtu, September 03, 2022

Kesepian Yang Sesungguhnya Tidak Harus Terbatas Ketika Kamu Sendirian

  Budiarto Eko Kusumo       Sabtu, September 03, 2022
Real loneliness is not necessarily limited to when you are alone -Charles Bukowski (Ilustrasi gambar: Photo via Unsplash By Quasi Misha)

Tiga hari yang lalu, CNBC Indonesia mewartakan perihal fenomena mati kesepian di Korea Selatan (Korsel). Ada dua berita yang dimuat pada Rabu (31/08/2022) itu, pukul 15.20 WIB CNBC merilis dengan judul “Tak Seindah Drakor, Korsel Dilanda Fenomena Mati Kesepian”, dan pada pukul 18.55 WIB CNBC kembali mengeluarkan berita bertitel “Ada Fenomena Miris Ini, Korea Mau Tunjuk “Menteri Kesepian?”
Berita ini bermula dari laporan Korea Herald yang menginformasikan tentang seorang pria berusia 50 tahun-an ditemukan mati sendiri di rumahnya di Seoul pada akhir Juli lalu. Situasi rumahnya pun dikatakan bahwa kulkasnya kosong, tempat cuci piringnya penuh dengan bungkus mie instan, dan ada tumpukan pemberitahuan tagihan yang belum dibayar di rumahnya.
Peristiwa ini menambah deretan mati kesepian di Korea Selatan (Korsel). Laporan tahun 2021 dari Statistics Research Institute menunjukkan bahwa kesepian di antara pria meningkat dari 19,6% pada 2019 menjadi 21,2% setahun kemudian. Sedangkan untuk perempuan, persentasenya naik dari 21,5 persen menjadi 23,4 persen.
Sebenarnya, kesepian adalah masalah umum dan global. Tidak hanya di Korsel saja, melainkan semua negara akan menemui fenomena kesepian. Karena, kesepian adalah fenomena alami, perasaan (pribadi) yang mungkin muncul pada saat-saat tertentu dalam hidup dan mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, usia atau karakteristik sosio-demografis lainnya. [
1Weiss, R. (1975). Loneliness: The experience of emotional and social isolation. MIT press
]
Kondisi ini, selaras dengan kutipan milik Charles Bukowski yang berbunyi: “Kesepian yang sesungguhnya tidak harus terbatas ketika kamu sendirian” (Real loneliness is not necessarily limited to when you are alone). [
2https://www.wordsmile.com/kata-mutiara-bahasa-inggris-kesepian-loneliness-artinya
]


Henry Charles Bukowski (lahir sebagai Heinrich Karl Bukowski) adalah seorang penyair, novelis, dan penulis cerita pendek Amerika kelahiran Jerman. Tulisannya dipengaruhi oleh suasana sosial, budaya dan ekonomi kota masa kecilnya, Los Angeles. Hal ini ditandai dengan penekanan pada kehidupan biasa orang Amerika miskin, tindakan menulis, alkohol, hubungan dengan wanita dan pekerjaan yang membosankan. Bukowski menulis ribuan puisi, ratusan cerita pendek dan enam novel, akhirnya menerbitkan lebih dari enam puluh buku. [
3https://www.goodreads.com/author/show/13275.Charles_Bukowski
]
Konon, kutipannya ini diyakini sebagai proyeksi kehidupannya, hasil dari kehidupan yang keras dan intens. Bukowski lahir di Andernach, Jerman, pada 16 Agustus 1920. Keluarganya pindah ke Los Angeles ketika dia masih balita. Dia memiliki masa kecil yang sulit, karena ayahnya biasa menganiaya dia secara fisik dan psikologis. Selain itu, karena aksen Jermannya, dia menjadi bahan lelucon (bullying) oleh anak laki-laki seusianya, dan sering ditolak oleh anak perempuan karena kulitnya yang buruk. Mereka biasa memanggilnya "Heini" (singkatan dari namanya).
Charles Bukowski adalah satu-satunya anak dari seorang tentara Amerika dan seorang ibu Jerman. Pada usia tiga tahun, dia datang bersama keluarganya ke Amerika Serikat dan dibesarkan di Los Angeles. Ia kuliah di Los Angeles City College dari tahun 1939 hingga 1941, kemudian meninggalkan sekolah dan pindah ke New York City untuk menjadi penulis. Kurangnya keberhasilan penerbitannya saat itu menyebabkan dia berhenti menulis pada tahun 1946 dan mendorong sepuluh tahun minum berat. Setelah dia menderita tukak lambung, dia memutuskan untuk mulai menulis lagi. Dia melakukan berbagai pekerjaan untuk mendukung tulisannya, termasuk pencuci piring, sopir truk dan loader, pembawa surat, penjaga, petugas pompa bensin, petugas stok, pekerja gudang, petugas pengiriman, petugas kantor pos, petugas parkir, petugas Palang Merah, dan operator lift. Dia juga bekerja di pabrik biskuit anjing, rumah jagal, pabrik kue, dan dia menggantung poster di kereta bawah tanah New York City.
Karakter utama dalam puisi dan ceritera pendeknya, yang sebagian merupakan otobiografi  Bukowski di mana hal itu menggambarkan sebagai penulis yang putus asa yang menghabiskan waktunya bekerja di pekerjaan marginal (dan dipecat dari mereka) dan mabuk-mabukan. Buku puisi pertama Bukowski, “Flower, Fist, and Bestial Wail” (1959), mencakup minat dan tema utama yang menempati banyak karyanya, terutama “perasaan akan dunia yang sunyi dan ditinggalkan.” [
4https://www.poetryfoundation.org/poets/charles-bukowski
] Kisah inilah yang mengilhami munculnya kutipan (quote) Bukowski tersebut, bahwa “Kesepian yang sesungguhnya tidak harus terbatas ketika kamu sendirian.”


Senada dengan Bukowski terkait dengan meningkatnya fenomena mati kesepian di Korsel, Shin In-chol, asisten profesor Sosiologi Perkotaan di Universitas Seoul, saat berbicara di forum perdana untuk menyelesaikan masalah kesepian di Majelis Nasional Korsel, memandang bahwa secara umum masyarakat Korsel masih menganggap remeh beratnya masalah kesepian.
"Semua orang merasakan kesepian. Emosi yang mereka rasakan melalui konfrontasi dengan atasan atau rekan kerja bisa menjadi bentuk kesepian sosial. Namun mereka yang mengeluh tentang masalah seperti itu cenderung dianggap memiliki masalah dengan keterampilan sosial atau kepribadian mereka," kata dia.
Yanguas, Pinaso-Henandis, dan Tarazona-Santabalbina dalam “The Complexity of Loneliness” yang terbit di Acta Biomedica Vol. 89 No. 2 (2018), menjelaskan bahwa kesepian dan keterasingan menempatkan orang pada risiko kerentanan atau kelemahan sosial; konsep kelangkaan yang dinamis ini terkait erat dengan keberlanjutan, pembangunan, pengucilan sosial, kemiskinan, dan kurangnya sumber daya dukung sosial. Selanjutnya kerentanan sosial terkait erat dengan kelemahan fisik (kesehatan) dan kematian.
Sederhananya, fenomena mati kesepian di Korsel dan kisah Bukowski, kata Vincent Van Gogh, “Untuk kesepian, kekhawatiran, kesulitan, kebutuhan yang tidak terpenuhi untuk kebaikan dan simpati – Itulah yang sulit untuk ditanggung.” *** [030922


logoblog

Thanks for reading Kesepian Yang Sesungguhnya Tidak Harus Terbatas Ketika Kamu Sendirian

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog