“It may be argued that to know one kind of beetle is to know them all. But a species is not like a molecule in a cloud of molecules-it is a unique population.” -- E. O. Wilson
Langkah saya terhenti sesaat di teras Sekretariat SMARThealth sisi samping. Siang itu saya baru saja pulang dari Gebyar Lansia Triwulanan di Lapangan Desa Mendalanwangi. Di lantai teras yang berdampingan dengan kolam, seekor kumbang tergeletak diam, tubuhnya hitam kecokelatan mengilap, kaki-kakinya bergerak lemah. Terlentang. Tak berdaya.
Pemandangan itu seperti membuka laci ingatan masa kecil. Dulu, ketika masih bocil, kumbang semacam ini kerap saya jumpai di kolam berumput, parit, atau sungai kecil di kampung. Kadang ia muncul di bawah lampu rumah pada malam hari, tertarik cahaya, lalu terdampar jauh dari habitatnya. Kami mengenalnya dengan nama sederhana, yakni kumbang air, atau lebih spesifik lagi, kumbang pemakan bangkai - pemulung sunyi di dunia perairan.
Seperti kecoa (Periplaneta americana) atau wangwung (Oryctes rhinoceros), nasibnya berubah drastis ketika tubuhnya terbalik. Di air ia perenang ulung, tetapi di lantai kering, terlentang berarti menunggu takdir.
Kumbang yang tergeletak di teras itu termasuk serangga yang unik. Nama ilmiahnya Hydrophilus triangularis Say, 1823. Nama genus Hydrophilus berasal dari bahasa Yunani, gabungan kata hydro- (air) dan -philos (mencintai) [
1Merriam-Webster. (n.d.). Hydrophilous. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved January 18, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/hydrophilous
]. Ia benar-benar “pecinta air”. Sementara julukan triangularis berakar dari bahasa Latin triangulum, merujuk pada bentuk tubuh tertentu - terutama pada larvanya - yang cenderung segitiga [2Merriam-Webster. (n.d.). Triangular. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved January 18, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/triangular
].Spesies ini pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Say (1787–1834), sosok yang kerap dijuluki sebagai father of American entomology. Pada tahun 1823, Say memublikasikan deskripsi kumbang ini dalam Journal of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia [
3Academy of Natural Sciences of Philadelphia. (1823). Journal of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia (Vol. 3). Academy of Natural Sciences of Philadelphia. https://www.biodiversitylibrary.org/page/24668676
]. Serangga-serangga itu dikumpulkan dari ekspedisi ke Pegunungan Rocky, sebuah misi ilmiah yang berlangsung di bawah perintah Sekretaris Perang Amerika Serikat kala itu, dan dipimpin oleh Mayor Long. Dari perjalanan jauh dan catatan ilmiah itulah, kumbang air ini memperoleh identitas resminya di dunia sains.![]() |
| Hydrophilus triangularis yang terdampar di teras Sekretariat SMARThealth Kepanjen semalam, dan siangnya terlihat lemas |
Di berbagai belahan dunia, Hydrophilus triangularis dikenal dengan banyak nama: giant diving scavenger beetle atau giant water scavenger dalam bahasa Inggris; tharaikpi di Manipur; dan saingori di Assam, India. Nama-nama lokal itu menandakan satu hal, bahwa kumbang ini bukan makhluk asing bagi manusia.
Pada fase larva, Hydrophilus triangularis justru menunjukkan sisi paling buasnya. Larvanya bertubuh lunak, kadang dilengkapi tonjolan atau insang memanjang. Kepalanya seakan menekuk ke belakang, dengan rahang panjang melengkung seperti sabit. Di kolam dan genangan air, larva ini dikenal sebagai predator ganas, memangsa larva nyamuk tanpa ampun - sekutu tak terlihat bagi manusia dalam perang melawan serangga pengganggu.
Ketika dewasa, bentuknya berubah menjadi oval dan padat. Ia perenang aktif, dengan kaki yang dirancang untuk mengayuh air. Antenanya memiliki tiga segmen membesar di ujung, membentuk semacam “gada”, meskipun yang sering tampak menonjol justru palpus, yaitu bagian mulut bersegmen panjang yang terlihat lebih dominan daripada antenanya sendiri [
4Bioeconomy Science Institute. (n.d.). Water scavenger beetle (Hydrophilidae). Manaaki Whenua. Retrieved January 19, 2026, from https://www.landcareresearch.co.nz/tools-and-resources/identification/freshwater-invertebrates-guide/identification-guide-what-freshwater-invertebrate-is-this/jointed-legs/insects-and-springtails/adult-beetles/water-scavenger-beetle-hydrophilidae
].Meski tubuhnya diciptakan untuk air, ia canggung di darat. Namun jangan remehkan kemampuannya, kumbang ini adalah penerbang yang sangat kuat. Tak heran bila pada malam hari ia kerap tertarik cahaya lampu, lalu mendarat di tempat-tempat yang tak pernah ia rencanakan, seperti teras Sekretariat SMARThealth siang itu.
Di dalam air atau jaring penangkap, Hydrophilus triangularis tampak hitam legam. Namun jika diperhatikan lebih dekat, terutama di bawah cahaya yang tepat, tubuhnya memancarkan kilau kehijauan yang halus dan indah. Ia juga memiliki kebiasaan unik, yakni naik ke permukaan air untuk “mengisi ulang” gelembung udara yang disimpannya di bawah elytra, penutup sayap keras di punggungnya.
Di Indonesia, kumbang ini barangkali hanya dikenal sebagai kumbang air yang “lucu” atau sekadar serangga biasa. Namun di India, ceritanya berbeda. Sejumlah penelitian mencatat bahwa Hydrophilus triangularis termasuk serangga air yang dapat dikonsumsi. Di Manipur, kumbang ini dilaporkan digoreng dan dimakan sebagai sumber protein [
5Alka, K., Singh, R. K., Singh, O. G., Devi, Th. R., Singh, K. K., & Devi, L. I. (2013). A Preliminary Study On Certain Common Edible Insects of Manipur. National Journal of Life Science, 10(1), 89–92. https://connectjournals.com/file_full_text/1811101H_89-92.pdf
].![]() |
| Hydrophilus triangularis yang terletang tak berdaya sebelum dimasukkan ke kolam yang berada di samping teras |
Di pasar-pasar desa di Kokrajhar, Assam, spesies ini bahkan memiliki nilai ekonomi yang dijual dengan harga ratusan rupee per kilogram, sejajar dengan serangga air lainnya seperti Lethocerus indicus dan Cybister tripunctatus. Menariknya, perdagangan serangga air ini secara eksklusif dilakukan oleh para perempuan [
6Machahary B, Das B, Khangembam BK (2023) A study on the diversity, marketing and conservation status of different aquatic food fauna in Kokrajhar, Assam, India. Journal of Fisheries 11(2): 112201. DOI: 10.17017/j.fish.454
].Dari kolam, rawa, sungai hingga jurnal ilmiah, dari teras Sekretariat SMARThealth Kepanjen hingga pasar tradisional di India, Hydrophilus triangularis menjalani hidup yang kompleks - jauh melampaui kesan “kumbang biasa”.
Ahli biologi, peneliti, dan pengarang Amerika Serikat, Edward Osborne Wilson (1929-2021) pernah berkata:
“Bisa dikatakan bahwa mengenal satu jenis kumbang berarti mengenal semuanya. Tetapi suatu spesies bukanlah seperti molekul dalam awan molekul - ia adalah populasi yang unik.”
Kumbang yang tergeletak di teras itu mengingatkan saya pada kalimat tersebut. Di balik tubuh kecil yang terlentang dan tak berdaya, tersimpan sejarah panjang, peran ekologis penting, nilai budaya, bahkan potensi pangan. Ia bukan sekadar kumbang air. Ia adalah Hydrophilus triangularis - pemulung perairan, predator larva nyamuk, penerbang malam, dan saksi sunyi hubungan panjang antara manusia dan dunia serangga.
Saya pun membalikkan tubuhnya perlahan, mengarahkannya ke genangan air kolam di Sekretariat SMARThealth. Ia bergerak, lalu menghilang. Seolah kembali ke dunia yang benar-benar ia cintai, yaitu air. *** [190126]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar