Selasa, September 07, 2021

Dampingi Data Analyst EP-POM Supervisi Ke Tim M SKP 2015 Di Kabupaten Manggarai Timur

  Budiarto Eko Kusumo       Selasa, September 07, 2021
Setelah singgah semalam di Bali, pagi itu saya dan Data Analyst EP-POM berkemas untuk menuju ke Bandara Ngurah Rai. Berangkat dari Melasti Kuta Bungalows & Spa pada pukul 07.00 WITA usai sarapan yang disediakan pihak hotel.
Waktu tempuh dari hotel menuju Bandara Ngurah Rai sekitar 30 menit dengan menggunakan taxi. Tiba di Bandara sekitar pukul 07.30 WITA. Waktunya masih cukup longgar untuk melakukan check in, karena pesawatnya berukuran kecil. Nama pesawatnya adalah TransNusa, sebuah maskapai penerbangan domestik di Indonesia yang melayani daerah Indonesia timur, terutama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pesawat dengan kode penerbangan M8 533 yang saya tumpangi itu dengan rute penerbangan Denpasar-Ruteng. Pesawat lepas landas dari Bandara Ngurah Rai pada pukul 08.30 WITA, dan mendarat di Bandara Frans Sales Lega pada pukul 10.10 WITA.

Berpose bersama Tim A dan pemilik basecamp di Desa Haju Wangi, Lamba Leda (Foto: 22/09/2015)

Dari Bandara Ruteng itu, kami menggunakan mobil rental menuju basecamp Tim M Survey Konstruksi Pendidikan 2015 (EOPO 1 Endline Evaluation: Field Survey) yang saat itu berada di Dusun Bawe, Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Perjalanan darat dengan jarak tempuh sekitar 91,5 kilometer itu ditempuh sekitar 2 jam lebih. Dalam perjalanan itu terkadang diselingi tidur akibat bangun pagi ketika masih di Bali. Sampai di basecamp Tim M sekitar pukul 13.00 WITA.
Saya sudah mengunjungi basecamp ini untuk kedua kalinya. Kunjungan pertama waktu mendampingi Evaluation Coordinator EP-POM pada tahun 2013, dan untuk kunjungan tahun 2015 ini saya mendampingi Data Analyst EP-POM.

Makan malam bersama Tim M dan pemilik basecamp di Haju Wangi (Foto: 22/09/2015)

Di basecamp, kami disambut supervisor Tim Fauzi Firdaus dan personilnya serta pemilik basecamp yang bernama Pak Cornelis. Di Tim M itu ada 5 orang personil, yang terdiri dari supervisor Tim Fauzi Firdaus, editor Maryati Rahayu, 3 orang enumerator (Muhammad Arif, Muhammad Zulfan, dan Slamet Rofiah).
Setelah istirahat sebentar, kemudian kami mengunjungi SMP Negeri Satu Atap Bawe (SMPN SATAP Bawe) yang letak berdekatan dengan basecamp. Secara umum, bangunannya masih terlihat kokoh. Hanya saja, tidak terlihat dalam perawatan kebersihannya.
Pada waktu berkunjung ke SMPN SATAP Bawe sudah tutup, namun supervisor Tim dengan dibantu pemilik basecamp bisa mendapatkan kunci ruangan kelas. Sehingga kami bisa melihat kelasnya yang cuma terdiri atas empat ruangan dalam satu atap.

Ngobrol dengan pemilik basecamp di malam hari (Foto: 22/09/2015)

Dari SMPN SATAP Bawe, kami terus mengikuti tiga enumerator yang akan mengunjungi responden rumah tangga. Ketiga responden rumah tangga itu jarak rumahnya tidak terlalu jauh, sehingga kami bisa melihat proses wawancaranya dari dekat.
Sore harinya, Data Analyst EP-POM saya ajak ke sungai yang berada di sekitar Jembatan Wae Togong. Kalau pas tidak musim penghujan, airnya cukup jernih. Banyak penduduk yang mandi di situ. Sungainya tidak terlalu dalam dan penuh dengan bebatuan. Yang paling dalam hanya setinggi paha orang dewasa, tapi bila datang musim hujan menjadi lebih dalam.
Di atas Jembatan Wae Togong biasa digunakan oleh segelintir penduduk Haju Wangi untuk mendapatkan sinyal handphone. Jalanannya cukup sepi tapi sudah beraspal halus. Dari atas jembatan itu, juga bisa melihat alur sungai yang mengarah ke liukan perbukitan karst.
 
SMPN SATAP BAWE (Foto: 22/09/2015)

Kunjungan yang kedua ini, saya tidak mandi di sungai, karena di basecamp sudah ada air untuk mandinya. Cukup bernostalgia dan menyaksikan keindahan alamnya. Hamparan pepohonan menghiasi desa itu yang memiliki geografis berbukit karst. 
Pulang dari sungai, kami terus mandi di basecamp. Berbeda dengan tahun 2013, saya mandi di sungai. Tapi dalam kunjungan supervisi Tim M Survey Konstruksi Pendidikan (SKP) 2015 ini, kebetulan ada stok air untuk mandi.
Usai Maghrib, kami melakukan briefing dengan Tim M. Dalam briefing ini, pertama yang dibahas adalah mengenai progress perjalanan Tim ini. Kemudian kendala apa yang dihadapi oleh Tim, baik itu menyangkut materi kuesioner maupun kondisi lapangan.

Salah seorang enumerator Tim M mencari responden rumah tangga yang bisa dikunjungi (Foto: 22/09/2015)

Di tengah briefing, kami disuruh makan malam oleh pemilik rumah yang masih saudara dengan Kepala SMP Negeri Satu Atap Bawe (SMPN SATAP Bawe). Keluarga itu menyediakan aneka rupa masakan untuk kami dan Tim M.
Setelah makan malam, kami mengobrol dengan pemilik basecamp. Mereka merasa senang atas kedatangan kami, dan telah menyediakan sebuah kamar untuk menginap. Selain itu, kami juga diberi sebuah kenangan berupa songkok/peci khas Manggarai Timur. Pemberian ini membikin haru kami, lantaran pemilik basecamp adala seorang Kristiani.
Esok harinya, Rabu (23/09/2015), kami mulai berkemas. Terus diajak sarapan oleh pemilik basecamp. Aneka hidangan tersaji. Keluarga itu cukup terbuka dan memiliki toleransi yang bagus kendati berbeda keyakinannya.

Data Analyst Ep-POM saat ikut berkunjung ke rumah responden rumah tangga di Haju Wangi (Foto: 22/09/2015)

Setelah mobil rental jemputan tiba, kami pun berpamitan kepada pemilik basecamp dan Tim M untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Tim K yang pada waktu telah berada di Boawae, Kabupaten Nagekeo. Karena jaraknya yang cukup jauh dengan medan yang berbukit, kami akan bermalam di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada.
Berangkat dari basecamp Tim M sekitar pukul 09.00 WITA. Dalam perjalanan kami sempat singgah di Liang Bua untuk melihat Situs Manusia Kerdil Liang Bua, sekalian sopir yang asli orang Manggarai itu bisa berisitirahat sebentar.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar 43 kilometer perjalanan, kami diajak berhenti sebentar di sebuah telaga atau danau yang bernama Danau Ranamesa. Danau ini berada di tepi jalan raya lintas Ruteng-Bajawa.

Bernostalgia di Tepi Sungai Wae Togong (Foto: 22/09/2015)

Sekitar 15 menit melihat keindahan danau bentukan alam ini, kami pun terus melanjutkan perjalanan menuju Bajawa. Sampai di Bajawa menjelang malam, dan kami dicarikan penginapan sama sopirnya di Hotel Johny yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.
Letak hotel ini tak jauh dari pusat keramaian ibu kota Kabupaten Ngada, Bajawa. Kami langsung melakukan check in dan terus janjian kepada sopir untuk menjemput lagi esok hari. Sampai di kamar, kami hanya cuci muka, tangan dan kaki saja, karena udara di Bajawa cukup dingin. Setelah itu tinggal menuju ke pembaringan untuk merebahkan tubuh hingga esok hari. ***


logoblog

Thanks for reading Dampingi Data Analyst EP-POM Supervisi Ke Tim M SKP 2015 Di Kabupaten Manggarai Timur

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog