Minggu, Oktober 03, 2021

Penelitian Kualitatif e-MITRA

  Budiarto Eko Kusumo       Minggu, Oktober 03, 2021
Sesuai timeline, penelitian kualitatif Market Research on the Value Proposition of Offering a Pre-paid Card Linked to a Mobile Branchless Banking Product in Indonesia for Both the Unbanked and Registered Agent Banking Customers, atau dikenal dengan sebutan e-MITRA, berjalan lebih dulu ketimbang penelitian kuantitatif yang juga menjadi agenda dari penelitian e-MITRA.
Penelitian kualitatif ini akan mengumpulkan informasi tentang proses pelaksanaan evaluasi proyek. Studi ini akan mendokumentasikan praktek terbaik dan mengidentifikasi hambatan atau kendala dan solusi yang mungkin untuk meningkatkan dukungan melalui kerja sama pemerintah, dinas terkait dengan para pemangku kepentingan serta peran dan tanggung jawab mereka dalam perbaikan sistem keuangan di Indonesia.
Training untuk Fasilitator diadakan di Kantor REDI selama dua hari, yaitu Kamis (20/02/2014) dan Jumat (21/02/2014). Dalam training itu, Fasilitator tidak hanya menerima materi guideline Focus Group Discussion (FGD) tapi juga mempraktekkan FGD bersama Note Taker.

FGD Unbanked di Balai RW 01 Kelurahan Semolowaru, Surabaya (Foto: 25/02/2014)

Selang tiga hari, saya dan Note Taker Dasriyamto melaksanakan FGD untk kategori peserta Unbanked di Balai RW 01 Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, dengan peserta berjumlah 10 orang di mana 4 orang laki-laki dan 6 perempuan.
Pelaksanaan FGD ini dimulai pada pukul 15.24 WIB dan selesai pada pukul 17.25 WIB. Segera setelah FGD dilaksanakan, Fasilitator dan Note Taker menyusun laporan pelaksanaan hasil FGD. Sementara untuk transkrip dikerjakan oleh karyawan REDI di Kantor.
Tanggal 26 Februari 2014, saya dan Note Taker moving ke Jakarta. Berangkat dari Bandara Juanda Surabaya dengan menggunakan pesawat Lion Air, dan tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta menjelang tengah hari.
Dari Bandara Soekarno Hatta, kami naik taxi menuju ke rumah kakaknya Note Taker yang berada di Jalan Makmur No. 39 RT 01 RW 03 Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakata Timur.

FGD Unbanked di Rumah Bp. Eko Sutarno di Pondok Ranggon, Kec. Cipayung, Jakarta Timur (Foto: 27/02/2014)

Di Pondok Ranggon, kami meminta bantuan kepada kakaknya Note Taker yang menjad tokoh masyarakat, untuk mencarikan responden Unbanked dan Banked guna pelaksanaan FGD. Pelaksanaannya sekaligus meminjam rumahnya tersebut.
Tak hanya merepoti kakaknya Note Taker untuk mencarikan reponden FGD tapi tatkala di rumahnya, kami juga dimasakin untuk makan siang. Usai makan siang, kami mempersiapkan segalanya untuk pelaksanaan FGD esok harinya.
Sorenya, kami mencari penginapan yang tak jauh dari rumah kakanya Note Taker dengan rental sepeda motor. Atas saran keponakan Note Taker, kami ditunjukkan ke Hotel Lotta Sera yang beralamatkan di Jalan Raya Ujung Aspal No. 2A RT 02 RW 02 Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. 
Jaraknya dari lokasi FGD sekitar 3,3 kilometer. Hotelnya berkonsep taman. Kami memilih di kamar yang agak belakang, sehingga tidak bising oleh kendaraan yang lalu lalang di depan hotel. Sehingga, ketika Note Taker melakukan transkrip menjadi tenang.

FGD Banked di Rumah Bp. Eko Sutarno di Pondok Ranggon, Kec. Cipayung, Jakarta Timur (Foto: 28/02/2014)

Tanggal 27 Februari 2014, saya dan Note Taker berangkat ke rumah kakakya siang hari. Kami melakukan persiapan untu pelaksanaan FGD Unbanked di malam hari. Responden berjumlah 10 orang itu ada yang jadi buruh, ibu rumah tangga, jualan jajan di sekolah, jualan di rumah, jualan mainan keliling, wirausaha, dan wiraswasta.
Secara gender, komposisi responden imbang. Lima laki-laki dan lima perempuan. FGD digelar mulai pukul 19.49 WIB sampai dengan 22.09 WIB. Dalam pelaksanaan FGD itu, Fasilitator dan Note Taker dibantu oleh Asisten bernama Yansen Sutrisno, yang tak lain adalah keponakan Note Taker.
Tanggal 28 Februari 2014, kami menggelar lagi FGD untuk kategori peserta Banked di tempat dan jam yang sama dengan sebelumnya. Pekerjaan responden bervariasi. Ada yang menjadi honorer cleaning service MTsN 29 Jakarta, makelar, tenaga keamanan MTsN 29 Jakarta, penjual cireng, PNS Pemkot Jakarta Pusat, karyawan cleaning service, dan ibu rumah tangga.

Mendampingi Local Assistant mendaftar bakal peserta FGD di Jangga House Medan (Foto: 13/03/2014)

Tanggal 28 Februari 2014, kami seharian merampungkan transkrip dan laporan pelaksanaan FGD di Hotel Lotta Sera. Keluar hotel hanya mencari makan.
Esok harinya, check out dari Hotel Lotta Sera pagi hari, dan terus mengembalikan sepeda motor rental ke Pondok Ranggon. Dari Pondok Ranggon, terus naik taxi ke Bandara Soekarno Hatta. Pesawat Lion Air lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 10.00 dan mendarat di Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 11.30 WIB.
Dari Bandara Juanda, kami naik taxi menuju ke Kantor REDI yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim No. 152 Galaxi Bumi Permai Blok B1-03 Surabaya. Di kantor, kami menyerahkan laporan pelaksanaan FGD dan transkrip.

Foto bersama usai FGD Banked di Jangga House Medan (Foto: 15/03/2014)

Tanggal 11 Maret 2014, saya meeting dengan Manajer Survey, Manajer Data dan Manajer Logistik serta Bagian Keuangan REDI untuk membahas persiapan pelaksanaan FGD di Medan. Hasil meeting itu, untuk Medan yang berangkat saya dan Manajer Survey. Mananjer Survey berkenan melakukan FGD di sana, dan saya harus memfasilitasinya.
Tanggal 12 Maret 2014, saya mempersiapkan perbekalan yang harus dibawa dalam pelaksanaan FGD di sana, seperti Surat dari Kesbang Jawa Timur, Guidelines (Banked dan Unbanked), Lembar Identifikasi, Tabel Transaksi Keuangan dan Cara Pembayaran, Surat Keterangan, FGD Attendance List, Transportation Cost of FGD Participants, Gambar Peraga, Buku untuk Note Taker, Bolpoin, Tape Recorder, Kertas Plano, Baterai, dan Selotip.
Setelah mempersiapkan perbekalan, saya langsung kontak dengan Local Assistant Ita Laksari yang berada di Medan mengenai persiapan FGD di sana. Local Assistant ini dulu pernah sama-sama terlibat dalam STAR (The Study of the Tsunami Aftermath and Recovery) semasa saya masih di SurveyMETER Yogyakarta.

Mengantar Manajer Survey cari oleh-oleh Bolu Meranti Medan bersama Local Assistant (Foto: 16/03/2014)

Tanggal 13 Maret 2014, saya berangkat duluan ke Medan karena harus mempersiapkan segala sesuatunya dalam pelaksanaan FGD. Berangkat dari Bandara Surabaya pagi, dan tiba di Bandara Kualanamu sekitar pukul 09.00 WIB. Lalu, naik Airport Railink Services dari Bandara Kualanamu menuju ke Stasiun Medan sekitar 45 menit. 
Keluar dari Stasiun Medan lewat pintu belakang terus jalan sedikit ke kiri menyusuri Jalan Jawa, saya berjumpa dengan Gedung PT KAI (Persero) Divre I Sumatera Utara. Setelah itu lanjut jalan kaki menuju ke arah Lapangan Merdeka Medan, rencana mau sarapan dulu.
Pas di depan Kantor Pos Besar Medan, saya sarapan di warung kaki lima depan Kantor Pos tersebut, sambal memotret Kantor Pos. Habis sarapan, saya masih jalan kaki mengarah ke penginapan. Dalam perjalanan saya menjumpai Hotel Inna Dharma Deli yang menjulang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, dan Balai Kota Medan serta Bank Mandiri KCP Medan Balai Kota.
Dari depan Bank Mandiri itu, saya kemudian naik bentor menuju Jangga House untuk booking venue sebagai pelaksanaan FGD. Setelah cari penginapan yang tak jauh dari Jangga House. Saya menginap di Hotel Graha Buana yang terletak di Jalan K. H. Wahid Hasyim No. 73 R, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Mengantar Manajer Survey cari oleh-oleh di Durian House Sekip Medan bersama Local Assistant (Foto: 16/03/2014)

Usai check in, saya langsung berkoordinasi dengan Local Assistant mengenai persiapan FGD terutama terkait dengan kesediaan respondennya. Saya dan Local Assistant beredar mencari responden Unbanked dan Banked di wilayah rumah Local Assistant maupun koleganya.
Ketika memastikan peserta FGD, langsung ditulis di lembar identifikasi yang sudah tersedia. Dalam mencari peseta FGD itu harus berimbang gendernya, dan pekerjaan peserta diusahakan yang majemuk.
Tanggal 14 Maret 2014, Manajer Survey yang akan bertindak sebagai Moderator dalam pelaksanaan FGD tiba di Medan, dan langsung menuju ke Hotel Graha Medan. Saya telah memesankan kamar utama untuk Manajer Survey yang beda lantai dengan kamar saya.
Rencana menjelang sore, akan dijadwalkan FGD yang pertama namun ternyata menurut Local Assitant pesertanya pada hari itu tidak bisa. Sehingga, akhirnya pelaksanaan FGD untuk Unbanked dan Banked dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2014 secara marathon.
Karena pelaksanaan FGD untuk tanggal 14 urung, saya berkoordinasi dengan Local Assistant di lobby Hotel Graha Buana, sambil memperkenalkannya kepada Manajer Survey. Dalam koordinasi itu sekaligus diajak briefing oleh Manajer Survey bersama Local Assistant.

Naik kereta bandara Airport Railink Services dari Stasiun Medan menuju Bandara Kualanamu (Foto: 16/03/2014)

Usai briefing, Manajer Survey beristirahat dulu setelah perjalanan jauh dari Surabaya ke Medan. Sementara dengan urungnya FGD hari itu, saya manfaatkan untuk jalan-jalan keliling Kota Medan. Saya sempat mengunjungi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Gereja Katedral Santa Maria Tak Bernoda Asal, GPIB Immanuel Medan, Kuil Shri Mariamman, Gedung BKPPS, Gedung Bank Mandiri Cabang Kesawan, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung BTN Cabang Medan, Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, dan Rumah Tjong A Fei.
Usai jalan-jalan, saya kembali menghubungi Local Assistant perihal untuk kesiapan pelaksanaan FGD secara marathon antara kategori peserta Banked dan Unbanked di Jangga House. Setelah itu balik ke penginapan untuk berisitirahat. Malamnya, saya diajak mencari makam malam di sekitar penginapan tersebut.
Tanggal 15 Maret 2014, dilaksanakan FGD dua kali sekaligus secara bergantian. Pertama, FGD untuk kategori peserta Unbanked dan uang kedua adalah FGD Banked. Sekitar pukul 14.00 WIB, pelaksanaan FGD di Jangga House selesai.
Esok harinya, saya dan Manajer Survey check out dari Hotel Graha Buana pagi, karena Manajer Survey akan membeli oleh-oleh. Karena saya belum hafal tempat pusat oleh-oleh khas Medan, maka saya mengajak Local Assistant.
Oleh Local Assistant, kami diantar ke Bolu Meranti yang ada di Jalan Sisingamangaraja No. 19B dan Durian House Sekip. Dari cari oleh-oleh, kami pun langsung berpamitan dan melanjutkan langkah menuju ke Stasiun Medan untuk naik Airport Railink Services menuju ke Bandara Kualanamu.
Berangkat dari Bandara Kualanamu siang hari, dan mendarat di Bandara Juanda Surabaya sore hari. Dari Bandara Juanda naik taxi menuju ke arah Galaxi Bumi Permai, tapi saya turun di Medokan Semampir, dan esok harinya, masuk kerja seperti biasa di Kantor REDI untuk merampungkan transkrip hingga 2 April. ***


logoblog

Thanks for reading Penelitian Kualitatif e-MITRA

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog