Selasa, Juni 06, 2023

Sesbania grandiflora, Pohon Turi Yang Kembang dan Daunnya Cukup Digemari

  Budiarto Eko Kusumo       Selasa, Juni 06, 2023
Sepetak tanah di pinggir rel kereta api yang lokasinya berada di depan Balai RW 01 Kepanjen dimanfaatkan oleh Pak Surip, seorang tukang becak, untuk menanam tumbuhan yang dapat dibuat untuk masakan.
Di dekat rumah bedengnya, Pak Surip menanam aneka tumbuhan, seperti singkong dan jagung. Lalu, di pojok selatannya terlihat pohon turi setinggi sekitar 2,5 meter. Pohon turi itu juga bermanfaat untuk peneduh. Bunganya bermunculan dalam warna putih dan polong yang menjulur.
Bunga atau kembang turi ini digemari masyarakat untuk dimasak. Umumnya digunakan sebagai bahan sayuran dalam pecel. Di daerah saya, Solo, selain pecel biasa yang sambalnya pakai kacang juga ada pecel ndeso. Pecel ndeso adalah nasi pecel yang berasal dari beras merah, dicampur sayur yang berisi dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang (tuntut), daun pepaya, daun singkong, polong buah petai cina muda (képék), kembang turi, dan kacang panjang, sambal wijen yang warnanya agak hitam.
Pohon turi termasuk tanaman yang berasal dari keluarga Fabaceae dan genus Sesbania Adans., dan bernama ilmiah Sesbania grandiflora (L.) Poir. dalam dunia botani. Nama genus ini berasal dari bahasa Arab sesban atau saisabān, nama kuno untuk salah satu spesies dari genus ini. Genus Sesbania diterbitkan oleh Michel Adanson pada tahun 1763 [
1Charters, Michael L. California Plant Names: Latin and Greek Meanings and Derivations An Annotated Dictionary of Botanical and Biographical Etymology. Retrieved from http://www.calflora.net/botanicalnames/pageSA-SH.html
].

Kembang turi sedang mekar

Nama spesifiknya, yakni grandiflora, adalah kombinasi dari kata sifat Latin “gradis, e” yang berarti hebat, dan dari substantif “flos, -oris” yang artinya bunga, dengan referensi yang jelas [
2Puccio, P. & Beltramini, M. Sesbania grandiflora. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/sesbania-grandiflora-2/?lang=en
]. Hal ini mungkin mengacu bunganya besar, enak dimakan, dan berkhasiat besar bagi tubuh sehingga disebut “bunga yang hebat.”
Tanaman turi (Sesbania grandiflora) pernah diteliti oleh Carolus Linnaeus, seorang ahli botani Swedia, dan kemudian disempurnakan deskripsinya oleh Jean Louis Marie Poiret (1755 – 1834), seorang ahli botani Prancis (dan pendeta) yang hasilnya diterbitkan di Encyclopédie méthodique: Botanique, Tome Septieme (1806) [
3Lamarck, Jean-Baptiste Pierre Antoine de Monet de & Poiret, Jean-Louis-Marie. (1806).Encyclopédie méthodique: Botanique, Tome Septieme. Paris: Chez H. Agasse, Imprimeur-Libraire. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/item/15265. Accessed on June 05, 2023
].
Pohon turi memiliki banyak cabang, kayunya lunak dan dapat tumbuh dengan cepat. Kulitnya berkerut dalam menjadi lempengan tebal, seperti gabus, abu-abu, merah muda atau keputihan, dan lembut. Daunnya majemuk dan berseling, menyirip dan daunnya kecil berbentuk bulat lonjong. Daunnya yang sudah berubah menjai kuning segera akan berguguran. 
Bunganya menggantung di pangkal daun dan biasanya satu tangkainya bisa bergerombol hingga 5 bunga besar. Bunga turi ada yang berwarna merah muda, merah, kekuningan atau putih. Tapi yang ditanam Pak Surip itu kebetulan kembang turi warna putih.

Pohon turi setinggi 2,5 meter di pinggir pagar rel kereta api Stasiun Kepanjen

Di sela-sela tangkainya juga terlihat polong turi yang panjangnya antara 20-60 cm, menggantung, rata, dengan tepi membengkak setelahh bijinya berubah menjada warna merah cokelat.
Dalam laman CABI Digital Library, pohon turi, dikutip dari Gutteridge & Shelton (1994), dianggap asli di banyak negara Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Myanmar [
4Pasiecznik, N. (2014, October 11). Sesbania grandiflora (sesbania). Retrieved from https://www.cabidigitallibrary.org/doi/10.1079/cabicompendium.49455
]. Kemudian menyebar ke pelbagai negara lainnya.
Di banyak negara, pohon memiliki nama umum maupun nama lokal. West Indian-pea, scarlet wistaria-tree, vegetable-hummingbird (Inggris); sesbania-grandiflora (Portugis) [
5https://www.gbif.org/species/8281950
]; agati a grandes fleurs, fagotier (Prancis); cresta de gallo, gallito (Spanyol); turibaum (Jerman); sesbania (Italia); agathi, agathio, agate, bagphal, bak, basna, chogache, hadga (India); agasta, agate, bak, bokphul, buko (Bangladesh); kathuru murunga (Sri Lanka); agasthi (Nepal); da hua tian jing (China); dan ohai ke'oke'o (Hawaii).
Lalu, so dua (Vietnam); khae, khae-ban, ton kae (Thailand); kacang turi, petai belalang, sesban getih, turi (Malaysia); gauai-gauai, katudang, katurai, pan (Filipina); afai, ofai, ouai, oufai (Polinesia); pakphul (Micronesia); sepania (Samoa); katurai (Palau); August flower (Guyana); flamingo bill (Bahama); pico de flamenco (Mexico) [
4Pasiecznik, N. (2014, October 11). Sesbania grandiflora (sesbania). Retrieved from https://www.cabidigitallibrary.org/doi/10.1079/cabicompendium.49455
]; kh'ê, kha’w (Laos); 'ângkiëdèi (Kamboja) [
6https://uses.plantnet-project.org/en/Sesbania_grandiflora_(PROSEA)
]; dan sisbania kabirat al'awraq (Arab) [
7https://www.feedipedia.org/node/254
].

Kuncup kembang turi yang enak untuk sayuran pelengkap pecel

Sementara itu, di banyak daerah di Indonesia juga punya sebutan untuk tanaman Sesbania grandiflora. Turi (Jawa, Sunda, Ternate, Tidore, Halmahera, Sangihe, Alor); toroy (Madura); tuwi (Bali); ketujur (Sasak/Lombok); turing, suri (Sulawesi Utara), suri (Mangondow); uliango (Gorontalo); tuli (Talaud); tanunu (Sumba); palawu (Bima); gala-gala (Timor); ngganggala, kalala (Rote); kayu jawa (Makassar); dan ajatulana (Bugis) [
8https://id.wikipedia.org/wiki/Turi
].
Selain cocok digunakan untuk wanatani (argoforestry), pohon turi memiliki sejumlah khasiat. Ochse dan Bakhuisen van den Brink (1931) melaporkan bahwa di Jawa, daun dan polong muda Sesbania grandiflora dimakan, terutama oleh ibu menyusui, mengikuti kepercayaan dari Afrika dan Asia bahwa dedaunan Sesbania meningkatkan laktasi hewan perah [
4Pasiecznik, N. (2014, October 11). Sesbania grandiflora (sesbania). Retrieved from https://www.cabidigitallibrary.org/doi/10.1079/cabicompendium.49455
].
Dalam sistem pengobatan tradisional, seluruh tanaman Sesbania grandiflora digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti infeksi bakteri, peradangan, demam, pembengkakan rematik, maag, radang selaput lendir hidung, nyctalopia, cephalalgia, obat penurun panas, diare, gastralgia, dispepsia , dan menyembuhkan scabies [
9Thissera, B., Visvanathan, R., Khanfar, M.A., Qader, M.M., Hassan, M.H., Hassan, H.M., Bawazeer, M., Behery, F.A., Yaseen, M., Liyanage, R., Abdelmohsen, U.R., & Rateb, M.E. (2020). Sesbania grandiflora L. Poir leaves: A dietary supplement to alleviate type 2 diabetes through metabolic enzymes inhibition. South African Journal of Botany, 130, 282-299.
].
Selain itu, ekstrak daun turi dapat bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang ada pada pohon turi dipercaya dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit degeneratif pada manusia. *** [060623


logoblog

Thanks for reading Sesbania grandiflora, Pohon Turi Yang Kembang dan Daunnya Cukup Digemari

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog