Senin, Juli 03, 2023

Passiflora vitifolia, Tanaman Hias Merambat Berbunga Indah

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, Juli 03, 2023
Bunga Passiflora vitifolia terlihat mekar di beranda Resto Hotel Grand Miami Kepanjen (Dipotret pada 17/05/2023)

Di beranda Resto Hotel Grand Miami Kepanjen, Anda bisa menikmati makan siang sambil menikmati taman bila sedang berkegiatan di sana. Seperti ketika saya menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Program PTM Di Kabupaten Malang Tahun 2023 Gelombang 2, dua bulan yang lalu.
Beranda itu menghadap ke utara. Di dinding taman yang terbuka, terlihat anjang-anjang terbuat dari besi yang menempel dinding. Anjang-anjang itu menjadi sandaran dekoratif bagi tanaman hias berbunga indah, Passiflora vitifolia.
Di Indonesia, Passiflora vitifolia sering ditemukan sebagai tanaman hias pergola karena memiliki bentuk pohon yang merambat, panjang batangnya bisa mencapai 6 meter. Bunganya ada yang warna ungu dan merah. Kebetulan yang ada di Hotel Grand Miami Kepanjen itu warna merah.
Saya belum menjumpai nama Indonesianya. Kalau nama umum dalam bahasa Inggris disebut Perfumed Passion Flower atau Grape Leaved Passion Fruit. Sepemahaman saya berdasarkan kajian literatur atau studi kepustakaan, nama yang umum di Indonesia masih mengadopsi dari nama ilmiahnya dalam dunia flora, yaitu Passiflora vitifolia Kunth. 
Sejarah Passiflora atau “Bunga Gairah” (Flos passionis) menarik dan unik. Nama genus itu diperoleh dari deskripsi bagian bunganya yang dipasok pada abad ke-17 oleh pendeta Spanyol di Amerika Selatan. Bagi orang Spanyol, bunga tersebut dikenal sebagai "La Flor de las cinco Llagas" atau “Bunga Dengan Lima Luka.”
Passionis” mengacu pada penderitaan (Kristus). Bagian-bagian itu ditafsirkan dari gambar dan tumbuhan kering oleh Giacomo Bosio, seorang gerejawan dan sejarawan, di Roma (1609), yang mewakili berbagai unsur penyaliban (crucifixion) [
1https://www.passionflow.co.uk/passion-flower-history/
].
Sebagai contoh, 72 filamen radial (atau korona) melambangkan Mahkota Duri. Sepuluh kelopak dan sepal mewakili sepuluh rasul yang setia. Tiga stigmata teratas mewakili 3 paku dan 5 kepala sari yang lebih rendah mewakili 5 luka. Bunga itu telah diberi nama terkait dengan simbolisme ini di seluruh Eropa sejak saat itu. Di Spanyol, itu dikenal sebagai Espina de Cristo (Duri Kristus). Di Jerman pernah dikenal sebagai Muttergottes-Schuzchen (Bintang Bunda Allah) [
2https://www.wikidoc.org/index.php/Passion_flower
].
Sedangkan, nama spesiesnya, vitifolia, berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari gabungan kata “vitis” (merambat) [
3Merriam-Webster. (td). Vitis. Dalam kamus Merriam-Webster.com . Diambil 3 Juli 2023, dari https://www.merriam-webster.com/dictionary/Vitis
] dan “folia” (dedaunan) [
4NS Gill. (March 10, 2019). TheMeaning of Leaf Names in Latin or Greek. Retrieved from https://www.thoughtco.com/foliage-words-meaning-of-leaf-names-117905
]. Selain merambat, bentuk daun spesies ini juga menyerupai daun anggur yang terkadang "vitis" diidentikkan dengan "vini" dalam bahasa Latin, yang berarti anggur.
Spesies Passiflora vitifolia dideskripsikan awal oleh Karl Sigismund Kunth (1788 - 1850) dalam Nova genera et species plantarum :quas in peregrinatione ad plagam aequinoctialem orbis novi collegerunt, descripserunt, partim adumbraverunt Amat. Bonpland et Alex. de Humboldt ; ex schedis autographis Amati Bonplandi in ordinem digessit Carol. Sigismund. Kunth. Tomus Secundus (quarto ed.) [
5Bonpland, A., Humboldt, A. & Kunth, K.S.(1817). Nova genera et species plantarum :quas in peregrinatione ad plagam aequinoctialem orbis novi collegerunt, descripserunt, partim adumbraverunt Amat. Bonpland et Alex. de Humboldt ; ex schedis autographis Amati Bonplandi in ordinem digessit Carol. Sigismund. Kunth. Tomus Secundus (quarto ed.). Lutetiae Parisiorum: Sumtibus Librariae Graeco-Latino-Germanicae
]. Kunth adalah seorang ahli botani Jerman dan salah satu orang pertama yang mempelajari dan mengkategorikan tanaman dari benua Amerika [
6https://theonlineportraitgallery.com/portrait/carl-sigismund-kunth/
].
Hutan di wilayah dari Venezuela hingga Peru adalah asal dari tanaman Passiflora vitifolia. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cepat. Bercabang kuat dari pangkalnya, ia memiliki batang silindris yang herba di atasnya dan semi-kayu di bawahnya. Sulur-sulur yang terlilit rapat di ketiak daun mendapatkan dukungan untuk pertumbuhan panjang dari tanaman yang berdekatan.
Daunnya bercuping tiga di tengah daun dan panjangnya mencapai 6 inci. Bunganya berbentuk bintang. Kelopaknya berwarna oranye kemerahan dan filamen bagian dalamnya berwarna merah cerah. Bunga mekar di musim semi hingga musim panas. Sinar matahari penuh, penyiraman teratur [
7https://www.smgrowers.com/products/plants/plantdisplay.asp?plant_id=1203
].
Pada spesies ini, warna merah tua semakin diperkuat oleh mahkota besar, dan uniknya semua bagian bunga mampu masuk ke dalam kuncup. Tanaman yang indah dan menarik ini adalah salah satu yang paling mudah tumbuh, dan bisa direproduksi dengan stek.
Selain dikenal akan keindahannya sebagai tanaman hias, tumbuhan ini menunjukkan kegunaan yang luar biasa di sektor pengobatan; dan digunakan dalam pengobatan tradisional terutama karena sifat obat penenangnya [
8Basavarajappa, D. S., Kumar, R. S., Almansour, A. I., Chakraborty, B., Bhat, M. P., Nagaraja, S. K., ... & Nayaka, S. (2022). Biofunctionalized silver nanoparticles synthesized from Passiflora vitifolia leaf extract and evaluation of its antimicrobial, antioxidant and anticancer activities. Biochemical Engineering Journal, 187, 108517.
].
Dalam penelitiannya Rohit Pal (2021) yang diterbitkan dalam Acta Scientific Microbiology [
9Rohit Pal. “A Review on the Pharmacological Importance of Crimson Passion Flower (Passiflora vitifolia: Passifloraceae) - An Endangered Species". Acta Scientific Microbiology 4.9 (2021): 92-98.
], memperlihatkan bahwa tanaman Passiflora vitifolia, baik daun, kulit maupun biji, memiliki bahan kimia yang berbeda seperti minyak atsiri, glikosida, flavonoid, dan lain-lain. Tanaman memberikan efek berharga pada pemeriksaan efek anti-inflamasi, antioksidan, antihiperglikemik. 
Temuan lain dari penelitian uji farmakologi yang datang dari Ángel Arturo Jiménez Rodríguez, dkk [
10Jiménez ÁAR, Méndez JJA, Murillo WA, Guerrero MFP. Vasodilator effect of ethanolic extracts of Passiflora vitifolia and Passiflora edulis f. edulis seeds. J Appl Pharm Sci, 2021; 11(10):061–069.
], mendalilkan bahwa spesies Passiflora vitifolia berkemungkinan besar menjadi sumber ekstrak dengan potensi antihipertensi. Uji farmakalogi yang dilakukan, memperkuat penggunaan etnobotani tanaman ini untuk pngendalian hipertensi.
Dari hasil dua penelitian tersebut menunjukkan bahwa tanaman Passiflora vitifolia  mengandung unsur kimia yang berharga. Konstituen kimia ini berharga untuk banyak tujuan farmakologis. Oleh karena itu, tanaman ini sangat penting untuk dieksplorasi secara luas karena mengungkapkan nilai farmakognostik. *** [030723]


logoblog

Thanks for reading Passiflora vitifolia, Tanaman Hias Merambat Berbunga Indah

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog