Kamis, September 28, 2023

Sphenoclea zeylanica, Si Gulma Gunda Yang Senang Hidup Di Paya

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, September 28, 2023
Di sela-sela areal persawahan, sering kita menjumpai tumbuhan liar (gulma) yang kerap mengganggu tanaman padi. Oleh sebab itu, petani harus rajin menyiangi agar tumbuh tanaman padi bisa maksimal.
Salah satu di antaranya yang menjadi gulma padi sawah adalah gunda. Gunda merupakan tanaman yang dapat tumbuh baik di lahan yang tergenang air (paya) seperti di persawahan yang ada di belakang Sekretariat SMARThealth yang berada di Dusun Lemah Duwur, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Nama ilmiahnya adalah Sphenoclea zeylanica Gaertn.
Nama genus Sphenoclea berasal dari bahasa Yunani yang merupakan kombinasi dari kata “spheno” (berbentuk baji) dan “kleio” (untuk melampirkan). Pengertian ini mengacu pada kapsul yang berbentuk baji [
1https://casabio.org/taxa/sphenoclea-zeylanica
].

Bunga gunda (Sphenoclea zeylanica)

Sedangkan, julukan khusus zeylanica berasal dari bahasa Latin yang berarti Ceylon atau Sri Lanka. Ini mengacu pada tempat asalnya atau tempat jenis spesies ini dikumpulkan [
2Puccio, Pietro (Text) & Beltramini, Mario (English translation). Mangifera zeylanica. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/mangifera-zeylanica/?lang=en
,
3Marco F. Duretto. Sphenoclea zeylanica, in Russell L. Barrett; P.G. Kodela (ed.), Flora of Australia. Australian Biological Resources Study, Department of Climate Change, Energy, the Environment and Water: Canberra. https://profiles.ala.org.au/opus/foa/profile/Sphenoclea%20zeylanica [Date Accessed: 28 September 2023]
].
Spesies Sphenoclea zeylanica dipublikasikan pertama kali oleh Joseph Gaertner (1732-1791), seorang ahli botani Jerman, pada tahun 1788 dalam De Fructibus et Seminibus Plantarum: accedunt seminum centuriae quinque priores cum tabulis Aeneis LXXIX, atau Fruct. Sem. Pl. 1: 113, T. 24, F. 5 (1788) [
4Sphenoclea zeylanica Gaertn. in GBIF Secretariat. GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-09-26.
].
Selain nama ilmiah (preferred scientific name), tanaman gunda (Sphenoclea zeylanica) memiliki nama umum (common names). Chickenspike, gooseweed, wedgewort (Inggris), desconocido,  campanilla, sfenoclea (Spanyol), herbes aux oies (Prancis), ekologwe (Nigeria), mirch booti (Pakistan), jiān bàn huā (China), xa bong (Vietnam), pak pawd, phak pot (Thailand), cabai kera; cempedak air (Malaysia), gunda (Indonesia), mais-mais, silisilihan (Filipina), pinda grasie (Suriname), dan esfenoclea (Kuba) [
5https://avrdc.org/chickenspike-sphenoclea-zeylanica/
,
6‘Sphenoclea zeylanica (wedgewort)’ (2022) CABI Compendium. CABI. doi: 10.1079/cabicompendium.51031.
].

Daun gunda (Sphenoclea zeylanica)

Tanaman gunda (chickenspike) termasuk dalam famili Sphenocleaceae yang sebaran asalnya dari Afrika, Madagaskar, Asia Tropis dan Subtropis hingga Australia. Ia merupakan herba tahunan tegak, bunga majemuk berbentuk paku terminal yang padat dengan bunga kecil berwarna kuning kehijauan, yang bisa ditemukan di daerah rawa, di sepanjang aliran air dan di sawah.
Tanaman ini dikenal dengan sebutan gondo di Bali, sementara di Jawa Tengah bisa disebut gundo dan di Jawa barat terkenal dengan nama gunda. Para petani biasanya agak kesal saat tanaman ini tumbuh di sawahnya karena membuat pertumbuhan tanaman padi terganggu.
Namun, menurut George Usher dalam A Dictionary of Plants (1984, New Delhi: CBS Publishers and Distributor), daun dan pucuk tanaman gunda yang empuk dapat dimakan dengan dikukus atau direbus sebagai sayur bersama nasi di Jawa. 

Tanaman gunda (Sphenoclea zeylanica)

Di Jawa, gunda populer jadi bahan campuran pecel atau untuk gudangan (urap). Bahkan masyarakat juga kerap mengolahnya dengan hanya dikukus lalu disantap dengan sambal terasi.
Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Di Bali, gunda menjadi sayuran favorit. Rasanya yang enak membuat sayuran ini sering diolah jadi masakan. Salah satu yang favorit adalah disajikan dengan sambal plecing yang pedas.
Selain bisa dimakan orang, gunda juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun sebagai obat. Daunnya digunakan dalam tapal untuk melawan sengatan hewan berbisa dan untuk menyembuhkan bisul [
7http://publish.plantnet-project.org/project/riceweeds_en/collection/collection/information/details/SPHZE#:~:text=Medicinal%20use%3A%20The%20leaves%20are,as%20a%20vegetable%20in%20Indonesia.
].
Ekstrak metanol daun, bunga dan batang Sphenoclea zeylanica dianalisis dan ditemukan aktivitas antimikroba [
8Gowri, J., Sahayaraj, P.A., & Amaladasan, M. (2016). ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF THE LEAF, FLOWER AND STEM EXTRACTS OF SPHENOCLEA ZEYLANICA. International Journal of Applied Sciences and Biotechnology, 4, 325-329.
]. Senyawa fitokimia pada tanaman gunda (Sphenoclea zeylanica) berupa saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, dan steroid yang memiliki aktivitas antibakteri [
9Sukadiasa, P. I. K., Wintariani, N. P., & Putra, I. G. N. A. W. W. (2023). Antibacterial Effectiveness Test of 96% Ethanol Extract of Gonda Plant (Sphenoclea zeylanica Gaertn) against Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Medicamento, 9(1), 61–69. https://doi.org/10.36733/medicamento.v9i1.4644
]. *** [280923]





logoblog

Thanks for reading Sphenoclea zeylanica, Si Gulma Gunda Yang Senang Hidup Di Paya

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog