Jumat, September 29, 2023

Mansoa alliacea, Sejenis Tanaman Liana Yang Bau Bawang Putih

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, September 29, 2023
Pada waktu membeli Soto Koya Betawi dekat gapura Jalan Welirang, Kepanjen, saya melihat tanaman liana yang bunganya sedang bermekaran. Liana adalah sekelompok tumbuhan berkayu yang bertangkai panjang namun berakar di tanah dan melilit tanaman lain untuk menemukan penopang.
Jenis tanaman liana itu berpenopang pagar rumah almarhumah Iswati – mantan Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kepanjen yang berada di Jalan Welirang RT 04 RW 02 Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Dalam literatur, jenis tanaman liana yang sedang berbunga tersebut dikenal dengan nama ilmiah Mansoa alliacea (Lam.) A.H.Gentry. Istilah Mansoa diberikan untuk menghormati ahli botani, dokter dan politikus Brasil António Luiz Patricio da Silva Manso (1788-1848) [
1González, J. "Explicación Etimológica de las Plantas de La Selva". Flora Digital De La Selva: Organización para Estudios Tropicales. Retrieved from https://sura.ots.ac.cr/florula4/docs/ETIMOLOGIA.pdf
].

Bunga Garlic vine (Mansoa alliacea)

Sedangkan, julukan khusus alliacea berasal dari kata sifat Latin “alliaceus, a, um”, yang berarti “mirip dengan bawang putih”, mengacu pada bau bawang putih yang terpancar saat daunnya diremas atau ditumbuk [
2Bissanti, Guido. ( 19 September 2023). Mansoa alliacea. Retrieved from https://antropocene.it/en/2023/09/19/mansoa-alliacea-2/#google_vignette
].
Nama ilmiah Mansoa alliacea dipublikasikan pertama kali oleh Alwyn Howard Gentry (1945-1993), seorang ahli botani dan kolektor tanaman asal Amerika, pada tahun 1980 dalam Annals of the Missouri Botanical Garden Volume 66 [
3Gentry, Alwyn H. (1980). Additional Generic Mergers in Bignoniaceae. In Annals of the Missouri Botanical Garden Volume 66. St. Louis: Missouri Botanical Garden Press. Retrieved from https://www.biodiversitylibrary.org/part/1764
], atau Ann. Missouri Bot. Gard. 66: 782 (1980).
Spesies Mansoa alliacea merupakan tanaman bunga terompet merambat dari keluarga Bignoniaceae, yang berasal dari Amerika Selatan bagian utara. Nama lainnya adalah garlic vine, wild garlic, false garlic, forest garlic.
Kata garlic sendiri berarti bawang putih dalam Bahasa Indonesia. Disebut demikian karena bau bunga/daun yang tergores mirip seperti bawang putih. Bau daun/bunga berwarna ungu itu tidak disukai oleh ulat.

Bunga, buah dan daun garlic vine (Mansoa alliacea)

Nama umum (common names) lainnya selain dalam Bahasa Inggris adalah liane l'ail (Prancis), bejuco de ajo, ajos sacha (Spanyol), lata parul (Bengali), chanameli (Manipuri), lahan bel (Hindi), bellulli balli (Kannada), veluthullichedi (Malayalam), vellullipachai (Tamil), ajo sacha (Peru), campana morada, chica, chirriador (Colombia), alho-de-mata, cipó-alho (Brasil), bejuco de ajo (Venezuela), jalapa (Costa Rica), bejico de ajo, mata de ajo (Puerto Rico) [
4Mansoa alliacea (Desv. ex Beauverd) A.H.Gentry in GBIF Secretariat. GBIF Backbone Taxonomy. Checklist dataset https://doi.org/10.15468/39omei accessed via GBIF.org on 2023-09-28.
,
5http://www.stuartxchange.org/GarlicVine
,
6Puccio, Pietro (Text) & Beltramini, Mario (English translation). Mansoa alliacea. Retrieved from https://www.monaconatureencyclopedia.com/mansoa-alliacea/?lang=en
].
Tanaman garlic vine (Mansoa alliacea) dengan bunga mekar yang mencolok dan melimpah dengan pertumbuhan yang agak lambat, dibudidayakan sebagai tanaman hias yang indah di lahan daerah tropis dan subtropis yang lembab.
Selain dibudidayakan sebagai tanaman hias, tanaman garlic vine (bawang putih anggur) atau false garlic (bawang putih palsu) ini memiliki nilai leluhur yang besar bagi masyarakat setempat yang berada di lembah Amazon. Daunnya digunakan sebagai bumbu karena rasa dan bau bawang putihnya. Daunnya juga dapat digunakan untuk membuat teh.

Tanaman garlic vine (Mansoa alliacea) melilit atau berpenopang pagar

Di samping itu, tanaman Mansoa alliacea ini juga dimanfaatkan oleh suku Indian asli di wilayah Amazon dalam pengobatan tradisional karena adanya beberapa kandungan yang memiliki sifat farmakologis yang penting. 
Dalam pengobatan tradisional Mansoa alliacea banyak digunakan untuk berbagai penyakit seperti pilek, sebagai penolong kesuburan, biasa ditambahkan ke dalam bak mandi untuk mengobati demam, flu, nyeri badan, kram, kelelahan, pengusir nyamuk dan ular, epilepsi, kelainan rahim [
7Sreelakshmi KP, Ragunathan Muthuswamy. Review on garlic creeper-Mansoa alliacea (Lam.) A.H. Gentry (Bignoniaceae). Int. J. Pharmacognosy Pharm. Sci. 2021;3(1):22-25. DOI: 10.33545/27067009.2021.v3.i1a.25
],  penurunan tekanan darah terhadap aterosklerosis, radang sendi dan rematik [
8Tasambay Salazar, A.; Scalvenzi, L.; Piedra Lascano, A.S.; Radice, M. Ethnopharmacology, biological activity and chemical characterization of Mansoa alliacea. A review about a promising plant from Amazonian region, in Proceedings of the MOL2NET'17, Conference on Molecular, Biomed., Comput. & Network Science and Engineering, 3rd ed., 15 January–15 December 2017, MDPI: Basel, Switzerland, doi:10.3390/mol2net-03-04617
].
Tumbuhan ini terdiri dari antara lain diallyl disulphide, diallyl trisulphide, alliin, allicin, propyl allyl, divinyl sulfide, diallyl sulfide, dimethyl sulfide, daucosterol, beta-sitosterol, fucosterol, stigmasterol, iridoides dan isothiocyanates, naphthoquinones, alkaloids, saponin, flavones. Aktivitas farmakologi Mansoa alliacea adalah antioksidan, antibakteri, antijamur, antiinflamasi, larvasida, dan antiplasmodial. *** [290923


logoblog

Thanks for reading Mansoa alliacea, Sejenis Tanaman Liana Yang Bau Bawang Putih

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog