Jumat, September 26, 2025

Dendrobium buttercup, Anggrek Hibrida yang Bunganya Elok Rupa

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, September 26, 2025

An orchid’s grace is like poetry in motion, a symphony of delicacy and strength.” — Amer Arat

Di teras rumah Ketua RT di Kampung Boroan, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, sebuah koleksi anggrek sedang berbunga indah pada Rabu (21/05). Terhampar rapi di rak bunga yang tersusun di teras rumah, pot-pot tanah berisi tanaman anggrek yang memesona. Di antara koleksi itu, satu anggrek hibrida mencuri perhatian dengan bunga cerahnya yang elok rupa, yaitu Dendrobium buttercup.

Dendrobium buttercup adalah anggrek hibrida dalam genus Dendrobium, yang nama genusnya berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “déndron” (pohon) dan “bios” (kehidupan), menggambarkan sifat epifit anggrek ini, yang tumbuh menempel di batang pohon. Sedangkan nama "buttercup" merujuk pada warna cerah bunganya yang menyerupai bunga buttercup yang lembut dan ceria.

Tanaman anggrek Dendrobium buttercup di teras rumah Ketua RT di Kampung Boroan, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Anggrek ini pertama kali didaftarkan oleh firma Armstrong & Brown pada 25 April 1915 di Royal Horticultural Society (RHS). Armstrong & Brown adalah penanam dan pembibit anggrek ternama dari Inggris, yang aktif di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Mereka dikenal sebagai pemulia ulung yang menghasilkan banyak hibrida unggul, terutama dari genus Cattleya, Laelia, Odontoglossum, dan Dendrobium. Karya mereka, termasuk Dendrobium buttercup, menunjukkan keahlian tinggi dalam dunia budidaya anggrek.

Dendrobium buttercup merupakan hasil persilangan antara Dendrobium rolfeae x Dendrobium signatum. Genetik hibrida ini didominasi oleh Dendrobium signatum (50%), disusul Dendrobium nobile dan Dendrobium signatum masing-masing 25%. 

Daun anggrek Dendrobium buttercup

Induk seed parent, Dendrobium rolfeae, dikenal dengan pertumbuhan kompak dan bunga berukuran besar yang berwarna kuning keemasan dengan tanda cokelat kemerahan di tepian. Sedangkan induk pollen parent, Dendrobium signatum, memiliki bentuk bunga elegan dan aroma harum yang khas, berwarna putih krem hingga kuning pucat dengan bercak ungu tua di bibir bunga yang menjadi ciri khasnya.

Hibrida ini menggabungkan keindahan warna cerah, bentuk yang anggun, dan wangi harum menjadi satu tanaman yang subur dan cocok bagi para penanam hobi. Dendrobium buttercup bukan hanya menyuguhkan pesona visual, tetapi juga menambah nilai keindahan koleksi anggrek di Kampung Boroan, sebuah perkampungan di tengah kawasan Gunung Geger.

Pseudobulb anggrek Dendrobium buttercup

Meski belum banyak penelitian mengenai penggunaan obat dari Dendrobium buttercup, genus Dendrobium secara luas dikenal memiliki manfaat tradisional dan ilmiah. Beberapa spesies dalam genus ini digunakan untuk memperkuat lambung dan paru-paru, mengobati demam, diabetes, serta memiliki sifat anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba. Informasi ini didukung oleh sumber-sumber terpercaya seperti Gigas Nutrition, National Institutes of Health (NIH), dan WebMD.

Melihat kemegahan dan keanggunan bunga Dendrobium buttercup yang sedang bermekaran di teras rumah Ketua RT Kampung Boroan, kita diingatkan bahwa keindahan alam mampu membawa kedamaian dan inspirasi.

An orchid’s grace is like poetry in motion, a symphony of delicacy and strength,” kata Amer Arat. “Keanggunan anggrek bagaikan puisi yang bergerak, simfoni kelembutan dan kekuatan.” *** [260925]



logoblog

Thanks for reading Dendrobium buttercup, Anggrek Hibrida yang Bunganya Elok Rupa

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog