Menthok, menthok tak kandhaniMung lakumu angisin isiniMbok ya aja ngetok ana kandhang waeEnak enak ngorok ora nyambut gaweMenthok, menthok mung lakumuMegal megol gawe guyu.-- tembang dolanan Menthok-Menthok
![]() |
| Sepasang menthok (Cairina moschata) di tepi kolam di Dusun Sonokembang RT 05 RW 04 Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang |
Pulang dari pertemuan health coaching intervensi ketiga di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Sabtu (04/10), saya langsung meluncur menuju Pustu Sepanjang di Dusun Sonokembang, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi. Tujuannya untuk berkoordinasi kegiatan serupa dengan Penanggung Jawab Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (Pj PTM) Puskesmas Gondanglegi, Ilham Tri Wicaksa, A.Md.Kep.
Selesai urusan itu, saya menyempatkan mampir ke rumah kader SMARThealth Masito, yang juga tinggal di Dusun Sonokembang. Meski tak sempat bertemu langsung, saya justru mendapat kejutan kecil di belakang rumahnya - sepasang menthok berdiri tenang di tepi kolam, sesekali bergerak dengan gaya khasnya yang megal-megol, menggoyangkan pantat seperti penari tradisional yang malu-malu tampil di depan panggung.
Lucu, jenaka, sekaligus memesona. Menthok, memang unggas yang tak hanya menarik secara visual, tapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Dengan warna dominan hitam-putih, kulit menonjol berwarna merah kehitaman di sekitar wajahnya, serta paruh dan kaki yang pendek gemuk, menthok tak sulit dikenali - apalagi kalau sudah mulai berjalan. Megal-megolnya itu seolah punya irama sendiri.
Menthok memiliki nama ilmiah Cairina moschata (Linnaeus, 1758). Nama genus Cairina berasal dari bahasa Latin yang artinya “berasal dari Kairo, Mesir", karena kepercayaan yang keliru bahwa bebek ini berasal dari sana. Sedangkan nama spesies Latin moschata berarti “musk”, merujuk pada aroma musk bebek ini [
1Motard, D. (2020, February 19). MUSCOVY DUCK. Birdsofhawaii; Blogger. https://www.birdsofhawaii.info/p/muscovy-duck.html
]. Spesies ini mula-mula diperkenalkan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1758 sebagai Anas moschata, dan dipublikasikan dalam Systema Naturae per Regna Tria Naturae, Secundum Classes, Ordines, Genera, Species, cum Characteribus, Differentiis, Synonymis, Locis. Tomus I, atau Syst. Nat. ed. 10 p. 124 (1758).
Kemudian seorang ahli biologi dan filosofi berkebangsaan Prancis, Mathurin Jacques Brisson (1723-1806) mengusulkan nama genus Cairina berdasarkan studi anatomi yang lebih rinci. Awal tahun 1800-an Cairina moschata, kombinasi nama binomial baru terbentuk. Komunitas ornitologi mengadopsi genus Brisson, memformalkan pemisahan dari Anas berdasarkan anatomi.
Selain nama binomial, Cairina moschata mempunyai nama-nama umum (common names): Muscovy duck (Inggris); knoppand (Norwegia); myskand (Swedia); myskisorsa (Finlandia); Moskusand (Denmark); Moschusente, Moschus-Ente (Jerman); muskuseend, barbarijse eend (Belanda); canard musqué (Prancis); pato criollo, pato real (Spanyol); pato-do-mato (Portugis); anatra muta (Italia); bitat muskufia (Arab); menthok, entok, itik manila, itik serati, bulawak (Indonesia); yóu bí qī yā, jiāng mǔ yā (China); nobariken (Jepang).
Menthok (Cairina moschata) termasuk dalam famili Anatidae (unggas air), dan daerah asalnya adalah dari Amerika Tengah, Meksiko, dan Amerika Selatan, di mana populasi burung ini hidup alami dan liar di rawa-rawa berhutan dan wilayah berpaya di sekitar danau dan sungai; termasuk di hilir lembah Sungai Rio Grande di Texas. Populasi lepasan yang meliar (feral) juga dijumpai di Florida bagian selatan [
2Putri, Y. I., Kurniawan, M. A., & Putra, A. (2024). MONOGRAF PEMELIHARAAN TERNAK ENTOK DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK (Tahta Media, Ed.; Cetakan Pertama). Tahta Media Group. https://share.google/x5VQVgKUihlNrtgx2
].Cairina moschata (menthok) adalah bebek besar, dengan berat rata-rata 4,3 kilogram. Rentang sayap menthok biasanya antara 137 hingga 154 sentimeter. Menthok jantan umumnya lebih besar daripada betina. Menthok memiliki tonjolan merah dan berdaging di wajahnya. Bulunya berwarna hitam kecokelatan dengan bulu punggung berwarna hijau dan ungu berkilauan, serta bercak putih di sayap. Menthok domestik memiliki beragam warna bulu, kebanyakan berwarna putih, sementara yang lain berwarna belang-belang, krem, cokelat, cokelat muda, ungu muda, dan biru [
3Schagene, A. (2010). Cairina moschata (Muscovy duck). Animal Diversity Web. Accessed October 12, 2025. https://animaldiversity.org/accounts/Cairina_moschata/
].Menthok (Cairina moschata) sudah dikenal sejak zaman pra-Hispanik di daerah asalnya. Konon, menthok telah dibiakkan sebagai hewan domestik atau unggas peliharaan sejak milenium pertama Sebelum Masehi (SM) [
4Sunjata , W. P., Sumarno, & Mumfangati, T. (2014). Kuliner Jawa dalam Serat Centhini (Cetakan Pertama, p. xii+ 158 hlm). Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/23806/1/Kuliner%20jawa%20dalam%20serat%20centhini.pdf
].Di Indonesia unggas ini adalah sepenuhnya hewan peliharaan, yang diternakkan terutama untuk daging dan telurnya. Baik daging maupun telur biasanya menjadi santapan dalam menu kuliner di Indonesia.
Dalam Serat Centhini – ensiklopedia kebudayaan Jawa yang disusun pada 1814 - Jilid VI Pupuh 357 Mijil bait 415-444 dikisahkan setelah melaksanakan salat Maghrib, Kulawirya dan Luci sudah memerintahkan para sinoman untuk menyiapkan kenduri dan ikan atas perintah Ki Bayi Panurta, penguasa Wanamarta. Bermacam-macam ikan utuh, 15 bekakak, kambing, ayam, itik, angsa berjumlah 300. Berbagai olahan dibuatnya, di antaranya endhog menthok (telur menthok) dan opor menthok [
5Gamboa J. 2019. — The modern ontological natures of the Cairina moschata (Linnaeus, 1758) duck. Cases from Perú, the northern hemisphere, and digital communities. Anthropozoologica 54 (13): 123-139. https://doi.org/10.5252/anthropozoologica2019v54a13
].Kini, kita bisa menjumpai aneka menu hidangan kuliner berbahan menthok. Sate bulawak salah satu rekomendasi kuliner di Nusa Tenggara Timur [
6kuliner. (2025, May 10). Sate Bulawak Salah Satu Rekomendasi Kuliner Nusa Tenggara. Tradisi Kuliner: Menggali Kembali Akar Budaya Indonesia. https://tradisikuliner.com/2025/05/10/sate-bulawak-salah-satu-rekomendasi-kuliner-nusa-tenggara/
], rica-rica entog Manado, itiak lado hijau, menthok panggang Kalasan, pedesan entok Indramayu, dan sebagainya.Dan karena sangat ramping, dagingnya menghasilkan lebih sedikit lemak saat dimasak. Menthok memiliki lebih sedikit lemak dan kalori per pon dibandingkan kalkun. Semua ini berkontribusi pada pengalaman makan yang lezat dan sehat. Orang Eropa telah lama menikmati daging menthok, dan popularitasnya semakin meningkat di Amerika Serikat [
7D’Artagnan. (n.d.). What is Muscovy Duck & Guide to Muscovy Ducks. D’Artagnan. Retrieved October 11, 2025, from https://www.dartagnan.com/what-is-muscovy-duck.html
].Selain dikenal sebagai bahan kuliner, menthok juga dibuat tembang yang mengandung filosofi kehidupan yang bermakna. Nur Umar Akashi (2025) [
8Akashi, N. U. (2025, September 27). Lirik Lagu Menthok-menthok Tembang Dolanan Lengkap dengan Maknanya. Detikjateng. https://www.detik.com/jateng/budaya/d-8132948/lirik-lagu-menthok-menthok-tembang-dolanan-lengkap-dengan-maknanya
] yang mengupas “Lirik Lagu Menthok-Menthok Tembang Dolanan Lengkap dengan Maknanya”, menejalaskan bahwa Menthok-Menthok menjadi tembang dolanan yang biasanya dilantunkan anak-anak Jawa saat bermain. Mereka membentuk formasi lingkaran sembari berjalan seperti menthok.Menthok, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI Daring, adalah nama lain dari itik manila atau itik surati. Makhluk ini punya warna dominan hitam dengan badan gemuk dan kaki pendek.
Secara keseluruhan, tembang dolanan Menthok-Menthok berisi sindiran halus kepada orang yang tidak melakukan apa-apa (malas), tetapi percaya dirinya tinggi. Kepercayaan tinggi ini ditunjukkan dengan cara jalan mirip menthok. *** [121025]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar