Senin, Oktober 06, 2025

Epidendrum secundum, Anggrek Bintang Miring yang Mungil

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, Oktober 06, 2025
Kamis (02/10) pagi, suasana tenang menyelimuti rumah kader Pikati di Dusun Jamuran RT 02 RW 01, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Di teras rumah berlantai 2 itu, ketika sesi wawancara pasien kontrol kedua dalam health coaching berlangsung, pandangan mata sesekali tertarik pada sebatang anggrek mungil yang sedang mekar. Dialah lopsided star orchid, si anggrek bintang miring - meski kecil, pesonanya tetap anggun.
Batangnya menyerupai buluh yang panjang dan ramping, daun-daunnya tumbuh berseling dan lebat, menyembul dari sela-sela batang seperti semak yang rapi. Perbungaan padat berjejal di ujung tangkainya, menampilkan bunga berbentuk bintang yang tak selalu simetris, namun justru itulah daya tariknya. 
Warna-warna cerah - umumnya merah muda atau ungu - menghiasi kelopaknya, seolah melambai lembut diterpa angin. Buahnya kelak membentuk kapsul elipsoid, menandai siklus hidup yang terus berjalan.

Buah anggrek bintang miring (Epidendrum secundum)

Anggrek ini tumbuh tanpa banyak menuntut, namun kehadirannya memberi warna di tengah aktivitas pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Di antara percakapan tentang tekanan darah, pola makan, dan pengelolaan stres, anggrek bintang miring menjadi saksi bisu bahwa keindahan dan ketelatenan bisa hadir dalam bentuk yang paling sederhana - bahkan dari bunga mungil yang tumbuh di teras rumah seorang kader desa.
Nama ilmiah dari anggrek bintang miring ini adalah Epidendrum secundum Jacq. Nama genus Epidendrum berasal dari bahasa Yunani dari gabungan kata “epi” (di atas) dan “dendron” (pohon), merujuk pada kebiasaan epifit pada sebagian besar spesies [
1American Orchid Society. (n.d.). Epidendrum. American Orchid Society. Retrieved October 05, 2025, from https://www.aos.org/explore/epidendrum
].
Sedangkan, julukan khusus secundum berasal dari kata sifat Latin “secundus” (kedua, mengikuti, satu demi satu), yang kemungkinan menggambarkan cara bunga-bunga tersusun di sepanjang batang, seperti dalam kelompok satu sisi [
2Puccio, P. (n.d.). Dendrobium secundum. Monaco Nature Encyclopedia: Discover the Biodiversity. Retrieved October 05, 2025, from https://www.monaconatureencyclopedia.com/dendrobium-secundum/?lang=en
].

Bunga anggrek bintang miring (Epidendrum secundum)

Nama ilmiah Epidendrum secundum pertama kali diperkenalkan oleh botanis Austria kelahiran Belanda, Nikolaus Joseph von Jacquin (1727-1817) pada tahun 1760, dan dipublikasikan dalam Enumeratio Systematica Plantarum, Quas In Insulis Caribaeis vicinaque Americes continente detexit nouas, aut jam cognitas emandauit, atau Enum. Syst. Pl. 29 (1760).
Anggrek bintang miring (Epidendrum secundum) termasuk dalam famili Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan), dan habitat asli spesies ini ditemukan di Lesser Antilles hingga Amerika Utara dan Selatan Barat [
3Orchid Roots. (n.d.). Epidendrum secundum, Jacq. 1760 (Kew). Orchid Roots. Retrieved October 05, 2025, from https://orchidroots.com/display/summary/orchidaceae/69534/
].
Epidendrum secundum adalah anggrek epifit berukuran sedang yang dapat tumbuh hingga 2 meter panjangnya. Anggrek ini memiliki batang tipis dan silindris yang ditutupi daun-daun kasar yang berselang-seling di sepanjang batang. Daunnya berbentuk oval dan panjangnya sekitar 10 hingga 15 sentimeter.

Akar dan pseudobulb anggrek bintang miring (Epidendrum secundum)

Bunga Epidendrum secundum tersusun dalam tandan dan dapat ditemukan dalam beragam warna, termasuk nuansa merah muda, ungu, kuning, dan putih. Bunga-bunganya memiliki bentuk unik seperti "jengger ayam jantan", dengan bibir tengah yang memanjang dan melengkung ke atas seperti jengger ayam jantan [
4Botanico Hub. (n.d.). Epidendrum secundum. Botanico Hub. Retrieved October 06, 2025, from https://www.botanicohub.com/plant-species/epidendrum-secundum
].
Epidendrum secundum adalah spesies anggrek yang memiliki nilai ekonomi karena terkenal di kalangan penggemar hortikultura dan kolektor. Anggrek ini sering dibudidayakan karena keindahan dan aroma bunganya, yang sering dipakai dalam rangkaian bunga maupun sebagai tanaman hias.
Secara ekologis, anggrek memiliki peranan penting dalam berbagai ekosistem, dengan menyediakan habitat dan sumber makanan bagi beragam organisme seperti serangga, burung, dan mamalia. Selain itu, anggrek meningkatkan keanekaragaman hayati, dengan lebih dari 25.000 spesies yang telah dikenali oleh dunia ilmiah.

Tanaman anggrek bintang miring (Epidendrum secundum) di Dusun Jamuran RT 02 RW 01 Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang

Dalam sejumlah budaya, Epidendrum secundum juga digunakan sebagai tanaman obat, meski bukti ilmiah yang mendukung manfaat tersebut masih terbatas. Tanaman ini dipercaya memiliki sifat antibakteri dan antijamur, dan beberapa praktisi memanfaatkannya untuk mengatasi masalah kulit, gangguan pencernaan, serta penyakit pernapasan.
Selain itu, ekstrak organik dari daun tanaman anggrek bintang miring (Epidendrum secundum) menunjukkan efek antibakteri sedang terhadap bakteri Staphylococcus aureus [
5Cazar, M. E., Abad, D. H., Idrovo, A. M., & Barrera, D. A. (2023). Assessment of antioxidant activities of Epidendrum secundum Jacq., a terrestrial orchid from southern Ecuadorian highlands. South African Journal of Botany, 154, 380–386. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2023.01.050
]. Staphylococcus aureus (staph) adalah bakteri yang umum ditemukan pada kulit dan hidung sekitar 30% individu. Umumnya, staph tidak berbahaya, tetapi terkadang dapat menyebabkan infeksi. Di lingkungan pelayanan kesehatan, infeksi dapat menyebabkan kondisi serius atau fatal [
6U.S. Centers For Disease Control and Prevention. (2024, April 15). Staphylococcus aureus Basics. CDC. https://www.cdc.gov/staphylococcus-aureus/about/index.html
].
Sementara itu, Lipińska et. al. (2023) [
7Lipińska, M. M., Haliński, Ł. P., Gołębiowski, M., & Kowalkowska, A. K. (2023). Active Compounds with Medicinal Potential Found in Maxillariinae Benth. (Orchidaceae Juss.) Representatives—A Review. International Journal of Molecular Sciences, 24(1), 739. https://doi.org/10.3390/ijms24010739
] mengisahkan bahwa di Ekuador, Epidendrum secundum tumbuh di dataran tinggi selatan dan digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati demam dan gangguan saraf.
Los curanderos atau para tabib Ekuador umumnya menggunakan ekstrak batang dan bunga Epidendrum secundum (anggrek bintang miring) untuk menyembuhkan gangguan saraf dan penyakit hati. *** [061025]


logoblog

Thanks for reading Epidendrum secundum, Anggrek Bintang Miring yang Mungil

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog