Di tengah semarak Kejuaraan Pencak Silat Antar Pelajar Se-Malang Raya “GANESHA CUP 2” yang digelar di SMA Negeri 1 Sumberpucung pada Ahad (05/10), perhatian saya sempat teralihkan sejenak dari deru semangat para pesilat.
Saat langkah kaki membawa saya melewati halaman tengah sekolah, tepatnya di sebelah timur tulisan Atika Brata, pandangan saya tertuju pada sekumpulan bunga kecil berwarna biru keunguan yang tumbuh subur di depan Ruang G-102.
Di sanalah saya menjumpai legundi - tanaman tropis yang tak hanya memesona secara visual, tetapi juga menyimpan beragam manfaat tersembunyi. Di Indonesia, tanaman legundi mempunyai sebutan lokal di berbagai daerah: sialagundi (Batak), langgundi (Minang), gandasari (Palembang), lagondi (Sunda), legundi (Jawa), liligundi (Bali), galumi (Sumbawa), lego (Lombok), sangari (Bima), laura (Makassar), lawarani (Bugis).
![]() |
| Bunga legundi (Vitex trifolia) |
Meski penampilannya tampak sederhana, bunganya yang mungil dan berwarna ungu itu menyuguhkan keindahan yang menenangkan di sela hiruk-pikuk acara. Selain mempercantik lingkungan sekolah, tanaman ini juga cocok dijadikan bonsai karena pertumbuhannya yang relatif cepat. Tak hanya itu, sejak dahulu legundi dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan alaminya yang bermanfaat bagi kesehatan.
Tanaman legundi memiliki nama ilmiah Vitex trifolia L. Nama genus Vitex adalah nama Latin yang diberikan oleh Gaius Olinius Secundus atau Pliny untuk pohon Chaste (Vitex agnus-castus L.), berasal dari kata kerja Latin “vieo” (mengikat), dengan mengacu pada penggunaan cabang-cabang untuk membuat keranjang [
1Puccio, P. (n.d.). Vitex trifolia. Monaco Nature Encyclopedia: Discover the Biodiversity. Retrieved October 06, 2025, from https://www.monaconatureencyclopedia.com/vitex-trifolia-2/?lang=en
].Sedangkan, julukan khusus trifolia berasal dari bahasa Latin dari gabungan kata “tri-“ (tiga) dan “folium” (daun), mengacu pada spesies ini dengan tiga helai daun atau bersusunan tiga helai daun [
2NParks. (n.d.). Vitex trifolia. NParks. Retrieved October 06, 2025, from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/5/2547
].![]() |
| Daun legundi (Vitex trifolia) |
Nama ilmiah Vitex trifolia pertama kali diperkenalkan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1753, dan dipublikasikan dalam Species Plantarum, Exhibentes Plantas Rite Cognitas, Ad Genera Relatas, Cum Differentiis Specificis, Nominibus Trivialibus, Synonymis Selectis, Locis Natalibus, Secundum Systema Sexuale Digestas. (Tomus II), atau Sp. Pl. [Linnaeus] 2: 638 (1753).
Selain nama binomial, Vitex trifolia mempunyai nama-nama umum (common names): Arabian lilac, common blue vitex, simple-leaf chastetree (Inggris); lilas mauve d'Arabie (Prancis); jalanirgundi (Sansekerta); khon dinso, phee suea noi (Thailand); lagundi, halban (Malaysia), legundi, galumi, muning (Indonesia); lagundi-dagat, lipuk (Tagalog); kok pa pay (Laos); dein balas, so hu'o'ng luan sinh (Vietnam); mán jīng (China); mitsu-ba-hama-go (Jepang); pitipitikoto (Papua Nugini).
Legundi (Vitex trifolia) termasuk dalam famili Lamiaceae (suku nilam-nilaman), dan habitat spesies ini tumbuh di daerah tropis, mulai dari Afrika, Asia Barat, Anak Benua India, Asia Tenggara hingga Pasifik.
Vitex trifolia (legundi) merupakan semak berukuran besar. Berbatang kayu bulat, ranting berambut. Daunnya majemuk tiga hingga lima anak daun, berbentuk lonjong atau bulat telur sungsang dengan tepi rata, tulang daun hijau berbulu halus, serta permukaan bawah yang juga berbulu. Bunganya berwarna ungu hingga biru keunguan. Bunga legundi keluar di ujung cabang berupa malai dan memiliki kelopak, mahkota, serta benang sari. Buahnya bedaging, bulat kecil berwarna hijau kehitaman saat masak.
![]() |
| Batang legundi (Vitex trifolia) |
Legundi dikenal sebagai jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengobatan. Di Kabanjahe, Sumatera Utara, pedagang tradisional tumbuhan obat atau herba telah lama memperjualbelikan dan menggunakannya untuk mengatasi batuk dan demam. Sedangkan, etnis Batak Simalungun memanfaatkan daun legundi untuk mengatasi hipertensi, gangguan ginjal, maupun gangguan saluran pencernaan. Daunnya juga dikonsumsi untuk meningkatkan daya ingat, menghilangkan rasa sakit, menghilangkan rasa tidak enak di mulut dan menyembuhkan demam [
3Silalahi, M., & Asra, R. (2024). Vitex trifolia L. (Botani, Metabolit Sekunder, dan Bioaktivitasnya). Pro-Life, 11(2), 96–110. https://doi.org/10.33541/pro-life.v11i2.5813
].Sameton Bali di sekitar Denpasar memanfaatkan minyak atsiri dari legundi sebagai losion pengusir nyamuk Aedes aegypti yang efektif [
4Arpiwi, N. L., Muksin, I. K., & Kriswiyanti, E. (2020). Essential oils from Vitex trifolia as an effective repellent for Aedes aegypti. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(10). https://doi.org/10.13057/biodiv/d211060
]. Lalu, masyarakat Lombok di Nusa Tenggara Barat menggunakan daun legundi untuk mengobati rematik dengan cara daunnya dikunyah lalu diludahkan [5Damayanti, R., Umami, S. S., & Suhirman. (2021). The Ethnobotany Study of Medicinal Plants in Lombok Island. Biota, 14(2), 56–73. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/jb.v14i2.386
].Kamal et. al. (2022) [
6Kamal, N., Mio Asni, N. S., Rozlan, I. N. A., Mohd Azmi, M. A. H., Mazlan, N. W., Mediani, A., Baharum, S. N., Latip, J., Assaw, S., & Edrada-Ebel, R. A. (2022). Traditional Medicinal Uses, Phytochemistry, Biological Properties, and Health Applications of Vitex sp. Plants, 11(15), 1944. https://doi.org/10.3390/plants11151944
], melaporkan bahwa dalam pengobatan tradisional Tiongkok, buah tanaman ini digunakan untuk meredakan sakit kepala, migrain, flu biasa, nyeri mata, dan di beberapa wilayah Tiongkok, digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati kanker tertentu. Tercatat bahwa bantal yang diisi dengan daun lergundi efektif untuk menyembuhkan pilek dan sakit kepala.![]() |
| Tanaman legundi (Vitex trifolia) di halaman tengah SMAN 1 Sumberpucung, Dusun Mentaraman, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang |
Di Papua Nugini, penduduk asli menggunakan batang legundi untuk mengobati disentri. Daun tanaman ini juga digunakan untuk mengelola disentri di Kaledonia Baru dan orang Samoa mengoleskannya secara topikal untuk meredakan nyeri sendi terkilir dan rematik.
Dilaporkan juga bahwa daunnya digunakan dalam pengobatan di Kaledonia Baru, Rotuma, dan Kepulauan Solomon untuk meredakan sakit kepala dengan memanaskannya dan menggosokkannya di dahi atau meminumnya sebagai infus. Di Tonga, mereka menggunakan tanaman ini untuk menyembuhkan infeksi dan peradangan mulut.
Sementara itu, Yan et. al. (2023) [
7Yan, C.-X., Wei, Y.-W., Li, H., Xu, K., Zhai, R.-X., Meng, D.-C., Fu, X.-J., & Ren, X. (2023). Vitex rotundifolia L. f. and Vitex trifolia L.: A review on their traditional medicine, phytochemistry, pharmacology. Journal of Ethnopharmacology, 308, 116273. https://doi.org/10.1016/j.jep.2023.116273
] menginformasikan bahwa studi farmakologis telah menunjukkan bahwa Vitex trifolia (legundi) memiliki beragam aktivitas farmakologis, seperti antitumor, analgesik, antipiretik, antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan aktivitas mirip estrogen. Penggunaan klinis modern untuk mengobati sakit kepala akibat pilek, diare, disentri, menstruasi tidak teratur, dan penyakit lainnya. *** [071025]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar