“Breakfast is everything. The beginning, the first thing. It is the mouthful that is the commitment to a new day, a continuing life.” -- A. A. Gill
Ahad (28/09) pagi di Surabaya terasa berbeda. Udara panas kota Pahlawan belum terlalu menyengat, tapi cukup untuk membuat es teh terasa seperti anugerah. Pagi itu, saya mendapat kejutan kecil yang hangat, yaitu “oleh-oleh” yang dibawa Mas Atip - nama lengkapnya Muhammad Suatip dari REDI (Regional Economic Development institute) - ketika menginap di Kost Griya Krukah.
Tapi bukan hanya “oleh-oleh” yang ia bawa, melainkan juga ajakan yang sulit ditolak, yakni sarapan bersama di Warung Cinta Rasa, sebuah warung sederhana namun kaya rasa yang terletak di Jalan Bratang Gede No. 5, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo.
Warung Cinta Rasa memang sederhana ala rumahan. Ia menyuguhkan kehangatan rumah melalui masakan khas Jawa Timur yang lengkap dan menggoda. Mulai dari bening bayam, bobor sawi, sayur asem, hingga sop, cap jay, kare, lodeh, dan kotokan. Seolah ingin memeluk setiap pengunjung dengan kenangan rasa yang tak pernah usang.
![]() |
| Warung Cinta Rasa di Jalan Bratang Gede No. 5 Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya |
Sarapan bukan sekadar rutinitas. Ia adalah awal dari segala hal. Seperti kata Adrian Anthony Gill (1954-2016), seorang penulis Inggris, yang terkenal; karena tulisannya tentang makanan dan perjalanan, serta karyanya di televisi:
“Sarapan adalah segalanya. Awal, hal pertama. Sesuap itulah yang menjadi komitmen untuk hari baru, kehidupan yang berkelanjutan.”
![]() |
| Sarapan bersama |
Di sela-sela sarapan, obrolan kami mengalir. Masih seputar dunia yang kami tekuni: penelitian. Diskusi ringan tapi bernas, mulai dari inovasi penelitian hingga strategi mengoptimalkan manajemen riset. Seolah obrolan semalam saat nongkrong di Metangkring belum tuntas, pagi ini kami lanjutkan dengan latar aroma dapur yang mengepul dan suara riuh pelanggan lainnya yang juga sedang menikmati pagi.
Sarapan bersama di Warung Cinta Rasa tidak hanya mengisi tubuh, tapi juga menyuburkan pikiran dan mempererat pertemanan. Ada cinta dalam rasa, dan rasa dalam kebersamaan. Dari satu meja sarapan, kami membangun pagi yang penuh makna - bukan hanya untuk lambung, tapi juga untuk semangat hari itu. *** [011025]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar