Rabu, Oktober 01, 2025

Sarapan Rasa Persahabatan di Warung Cinta Rasa Bratang Gede

  Budiarto Eko Kusumo       Rabu, Oktober 01, 2025

Breakfast is everything. The beginning, the first thing. It is the mouthful that is the commitment to a new day, a continuing life.” -- A. A. Gill

Ahad (28/09) pagi di Surabaya terasa berbeda. Udara panas kota Pahlawan belum terlalu menyengat, tapi cukup untuk membuat es teh terasa seperti anugerah. Pagi itu, saya mendapat kejutan kecil yang hangat, yaitu “oleh-oleh” yang dibawa Mas Atip - nama lengkapnya Muhammad Suatip dari REDI (Regional Economic Development institute) - ketika menginap di Kost Griya Krukah.

Tapi bukan hanya “oleh-oleh” yang ia bawa, melainkan juga ajakan yang sulit ditolak, yakni sarapan bersama di Warung Cinta Rasa, sebuah warung sederhana namun kaya rasa yang terletak di Jalan Bratang Gede No. 5, Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo.

Warung Cinta Rasa memang sederhana ala rumahan. Ia menyuguhkan kehangatan rumah melalui masakan khas Jawa Timur yang lengkap dan menggoda. Mulai dari bening bayam, bobor sawi, sayur asem, hingga sop, cap jay, kare, lodeh, dan kotokan. Seolah ingin memeluk setiap pengunjung dengan kenangan rasa yang tak pernah usang.

Warung Cinta Rasa di Jalan Bratang Gede No. 5 Kelurahan Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya

Saya memilih sayur bayam bening, disajikan hangat, diberi sambal secukupnya dan lauk telur asin - paduan sederhana yang mengandung kearifan lokal dan kelezatan yang tidak neko-neko. Minumnya tentu saja es teh manis. Di tengah udara Surabaya yang masih menyisakan panas malam sebelumnya, segelas es teh jadi penyeimbang sempurna.

Sarapan bukan sekadar rutinitas. Ia adalah awal dari segala hal. Seperti kata Adrian Anthony Gill (1954-2016), seorang penulis Inggris, yang terkenal; karena tulisannya tentang makanan dan perjalanan, serta karyanya di televisi: 

“Sarapan adalah segalanya. Awal, hal pertama. Sesuap itulah yang menjadi komitmen untuk hari baru, kehidupan yang berkelanjutan.” 

Sarapan bersama

Maka, sarapan itu menjadi momen yang lebih dari sekadar mengisi perut - ia adalah komitmen untuk hari baru, dengan energi dan niat yang lebih segar.

Di sela-sela sarapan, obrolan kami mengalir. Masih seputar dunia yang kami tekuni: penelitian. Diskusi ringan tapi bernas, mulai dari inovasi penelitian hingga strategi mengoptimalkan manajemen riset. Seolah obrolan semalam saat nongkrong di Metangkring belum tuntas, pagi ini kami lanjutkan dengan latar aroma dapur yang mengepul dan suara riuh pelanggan lainnya yang juga sedang menikmati pagi.

Sarapan bersama di Warung Cinta Rasa tidak hanya mengisi tubuh, tapi juga menyuburkan pikiran dan mempererat pertemanan. Ada cinta dalam rasa, dan rasa dalam kebersamaan. Dari satu meja sarapan, kami membangun pagi yang penuh makna - bukan hanya untuk lambung, tapi juga untuk semangat hari itu. *** [011025]



logoblog

Thanks for reading Sarapan Rasa Persahabatan di Warung Cinta Rasa Bratang Gede

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog