Kamis, Januari 29, 2026

Adenanthera pavonina, Pohon Saga yang Buahnya Mirip Petai

  Budiarto Eko Kusumo       Kamis, Januari 29, 2026
Lebaran tahun lalu menjadi momen kecil yang tak terduga. Di sela-sela silaturahmi, saya menyempatkan diri berkunjung ke Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, bersama anak wedok mbarep. Kami berjalan pelan menyusuri jalur kebun, hingga langkah kami terhenti di depan bangunan Bahtera Nabi Nuh. Di sanalah mata saya tertumbuk pada deretan pohon yang tampak familiar, tetapi sekaligus mengundang rasa ingin tahu.
Buahnya menggantung memanjang, melengkung, sekilas mirip petai (Parkia speciosa). Namun ketika polongnya terbuka, terlihat biji-biji kecil berwarna merah menyala, mengilap seperti manik-manik. Daunnya tersusun majemuk ganda, ciri khas keluarga polong-polongan, sementara batangnya berkulit cokelat tua keabu-abuan. Pohon itulah bernama saga, sebuah tanaman yang diam-diam menyimpan cerita panjang tentang alam, budaya, dan pengobatan.
Di berbagai daerah di Indonesia, saga dikenal dengan beragam nama: kitoke laut di tanah Sunda, segawe atau saga di Jawa. Dalam khazanah botani dunia, ia tercatat dengan nama ilmiah Adenanthera pavonina L. Nama ini bukan sekadar rangkaian kata Latin. “Adenanthera” berasal dari bahasa Yunani, gabungan "aden-" (kelenjar) dan "-anthera" (benang sari), merujuk pada benang sari bunganya yang memiliki ujung kelenjar lengket [
1NParks. (n.d.). Adenanthera pavonina. NParks. Retrieved January 29, 2026, from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/6/2697
]. Sementara kata pavonina, dari bahasa Latin "pavoninus" yang berarti merak, diduga terinspirasi oleh bijinya yang merah cerah, menyerupai mata bulu merak yang memesona [
2e-Flora of India. (n.d.). Adenanthera pavonina (Red Wood). e-Flora of India. Retrieved January 29, 2026, from https://eflora.co.in/species/adenanthera-pavonina-red-wood/
].

Buah saga (Adenanthera pavonina) yang masih belum matang

Nama ilmiah tersebut pertama kali dipublikasikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada 1753 dalam karya monumental Species Plantarum [
3Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1753). Caroli Linnaei ... Species plantarum :exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas... (Vol. 1). Impensis Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/358012
]. Sejak itu, saga dikenal luas di berbagai belahan dunia dengan sebutan yang beragam: coral pea, red sandalwood, sandal bead tree di dunia berbahasa Inggris; hingga olho-de-dragão di Portugal dan hai hong dou di Tiongkok. Banyaknya nama lokal dan global seakan menegaskan betapa akrabnya pohon ini dengan kehidupan manusia lintas budaya.
Saga merupakan anggota famili Fabaceae, suku polong-polongan, dengan daerah sebaran asli yang luas: dari Anak Benua India, Indochina, Asia Tenggara, hingga Papua Nugini dan Australia bagian utara [
4EPPO Global Database. (n.d.). Adenanthera pavonina (ADEPA)[Overview]. EPPO. Retrieved January 29, 2026, from https://gd.eppo.int/taxon/ADEPA
]. 
Secara morfologi, pohon ini mudah dikenali dari daun bipinnate-nya, bunga kecil berwarna kuning-putih yang harum, serta buah polong yang akan pecah sendiri saat tua, melepaskan biji-biji merah keras berbentuk lensa.
Lebih dari sekadar peneduh, Adenanthera pavonina memiliki nilai penting dalam sejarah dan kehidupan tradisional. Pada masa lalu, biji saga pernah digunakan sebagai alat penimbang emas karena bobotnya yang konon selalu seragam. Daunnya dapat dikonsumsi dan dipercaya membantu meredakan rematik. Bijinya mengandung asam lemak yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi alternatif, sementara kayunya yang keras dimanfaatkan untuk bahan bangunan dan mebel [
5Gerhat J, S. (2016, July 13). Saga / Adenanthera pavonina | Biodiversity Warriors | Kehati. Kehati. https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/artikel/saga-adenanthera-pavonina/
].

Daun saga (Adenanthera pavonina)

Dalam pengobatan tradisional India kuno, saga menempati posisi istimewa. Biji yang ditumbuk digunakan untuk mengobati bisul dan peradangan. Kulit kayu dan daunnya dimanfaatkan untuk mengatasi cacingan, kolera, tukak lambung, asam urat, hingga berbagai keluhan nyeri. Kayu terasnya dipercaya manjur untuk disentri dan pendarahan, sementara bubuk kayu merah digunakan sebagai pasta antiseptik. Bahkan, ekstrak bijinya disebut-sebut berguna untuk beragam kondisi, mulai dari gangguan pencernaan, demam, epilepsi, hingga rematik [
6Geronço, M. S., Melo , R. C., Barros, H. L. M., Aquino, S. R., de Oliveira, F. de C. E., Islam, M. T., do Ó Pessoa, C., dos Santos Rizzo, M., & da Costa, M. P. (2020). Advances in the research of Adenanthera pavonina: From traditional use to intellectual property. Journal of Medicinal Plants Research, 14(1), 24–53. https://doi.org/10.5897/jmpr2019.6872
].
Penelitian modern pun seakan mengamini kearifan lama itu. Studi terbaru melaporkan bahwa Adenanthera pavonina kaya akan senyawa fitokimia aktif - tannin, flavonoid, alkaloid, saponin, hingga vitamin dan mineral - yang berkontribusi pada berbagai aktivitas farmakologis. Tanaman ini diketahui memiliki potensi sebagai analgesik, antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, antikanker, hingga penyembuh luka [
7ALAM, M., Yadav, A., & Dubey, B. (2022). A BRIEF REVIEW ON ETHNOBOTANICAL AND PHARMACOLOGICAL STUDIES OF ADENANTHERA PAVONINA LAM. INTERNATIONAL JOURNAL OF PHARMACEUTICAL EDUCATION AND RESEARCH (IJPER), 4(1), 14-22. https://doi.org/10.37021/ijper.v4i1.3
].
Di Kebun Raya Indrokilo, di bawah langit Boyolali yang tenang, pohon saga berdiri tanpa banyak gembar-gembor. Namun siapa sangka, di balik buah yang mirip petai dan biji merah yang mencolok itu, tersimpan kisah panjang tentang ilmu pengetahuan, tradisi, dan hubungan manusia dengan alam. Sebuah pengingat bahwa kadang, pengetahuan besar justru tumbuh diam-diam di sepanjang jalan yang kita lalui. *** [290126]


logoblog

Thanks for reading Adenanthera pavonina, Pohon Saga yang Buahnya Mirip Petai

Previous
« Prev Post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog