Jumat, Februari 06, 2026

Erythrina subumbrans, Dadap Serep yang Berkhasiat Nyerep Panas

  Budiarto Eko Kusumo       Jumat, Februari 06, 2026
Di pekarangan belakang rumah Ketua RT 41 RW 09, Bapak Maruki, yang beralamat di Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, dua pohon dadap serep berdiri tenang. Saya menemukannya pada Ahad pagi (01/02), ketika menghadiri kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk The Impact of Air Pollution Due to Open Waste Burning on Cardiovascular Health in Rural Indonesia.
Satu pohon tumbuh menjulang di sisi barat, rimbun dan kokoh, menjadi sandaran tanaman pepe (Gymnema sylvestre) yang menjalar setia di batangnya. Sementara satu lagi di sisi timur tampak telah dipangkas, menyisakan batang yang seolah menunggu giliran untuk tumbuh kembali. Dua pohon itu diam, namun kehadirannya seperti menyimpan cerita panjang, tentang tradisi, ingatan masa kecil, dan khasiat yang diwariskan lintas generasi.

Pohon dadap serep (Erythrina subumbrans) di Dusun Bekur RT 41 RW 09 Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang

Ingatan saya melayang ke masa bocah. Kala itu, saya pernah menyaksikan tetangga menempelkan bobokan daun dadap serep di dahi anak yang demam. Tak ada sirene ambulans, tak ada obat sirup berlabel modern; yang ada hanya daun hijau yang ditumbuk, lalu keyakinan bahwa alam tahu cara menurunkan panas.
Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Dadap serep tercatat dalam Serat Centhini, naskah monumental kebudayaan Jawa, sebagai bagian dari ramuan jamu atau jampi. Dalam tradisi tersebut, dadap serep dikenal berkhasiat mendinginkan. Nama “sêrêp” sendiri dalam bahasa Jawa berarti reda, sejuk, atau menurunkan panas, sebuah penamaan yang jujur pada manfaatnya.
Secara ilmiah, tanaman ini dikenal sebagai Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr., anggota famili Fabaceae atau suku polong-polongan. Nama genus Erythrina berasal dari bahasa Yunani eruthros yang berarti merah, merujuk pada warna bunga yang menyala [
1NParks. (n.d.). Erythrina fusca. NParks. Retrieved February 06, 2026, from https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2879
]. Sementara kata subumbrans berasal dari bahasa Latin dari gabungan kata sub (di bawah) dan umbra (naungan), yang menggambarkan tajuknya yang rindang dan meneduhkan [
2Latin is Simple. (n.d.). umbro, umbras, umbrare A, umbravi, umbratum. Latin Is Simple. Retrieved February 06, 2026, from https://www.latin-is-simple.com/en/vocabulary/verb/6829/?h=subumbrans
].

Daun dadap serep (Erythrina subumbrans)

Riwayat penamaannya pun berliku. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh botanis Jerman Justus Carl Hasskarl (1811-1894), pada 1848 dengan nama Erythrina secundiflora yang kelak dinyatakan tidak sah. Tahun 1858, ia dipublikasikan sebagai Hypaphorus subumbrans [
3Hasskarl, J. K. 1811-1894. (1858). Hortus Bogoriensis descriptus: sive Retziae editio nova valda aucta et emendata. Pars prima. Amstelodami: F. Günst. https://catalog.hathitrust.org/Record/011546016
], hingga akhirnya pada 1910 dipindahkan ke genus Erythrina oleh botanis Amerika, Elmer Drew Merrill (1876-1956). Nama itulah yang bertahan hingga kini [
4Merril, E. D. (1910). An Enumeration of Philippine Leguminosae with Keys to The Genera and Species. The Philippine Journal of Science, 5(2), 113. https://www.biodiversitylibrary.org/page/695659#page/127/mode/1up
].
Dadap serep dikenal luas di berbagai belahan dunia dengan nama yang beragam: December-tree di Inggris, ye-katit di Myanmar, tawng lan di Laos, thonglang-pa di Thailand, hingga dadap atau dadap serep di Indonesia. Daerah sebaran alaminya membentang dari India, China bagian selatan, Asia Tenggara, hingga Pasifik barat daya.
Sebagai pohon, dadap serep tergolong bisa tumbuh besar. Tingginya bisa mencapai 22 meter. Daunnya majemuk, terdiri atas tiga anak daun berbentuk hampir bulat hingga belah ketupat. Ia mudah dibudidayakan; cabang yang dipotong dapat berakar kembali saat ditanam.
 
Batang bawah dadap serep (Erythrina subumbrans)

Tak heran jika ia kerap dimanfaatkan sebagai pagar hidup. Kayunya yang ringan digunakan untuk ukiran dan peralatan sederhana, sementara daunnya menjadi pakan ternak [
5FORRU-CMU. (n.d.). Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. Tawng Lahng Bah (LEGUMINOSAE, PAPILIONOIDEAE). Forru. Retrieved February 06, 2026, from https://cdn.forru.org/attachments/Erythrina_subumbrans_Merr.pdf
]. Di Bali, selain sebagai sarana upacara Hindu, daun dadap serep juga dimasak sebagai sayuran dan dijadikan obat tradisional [
6Arsana, I. N. (2021). Pemanfaatan Tumbuhan Dapdap dan Canging (Erythrina) dalam Pengobatan Usada. In PROSIDING Seminar Nasional Etnobiologi Ke-5 Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia (pp. 144–148). Perhimpunan Masyarakat Etnobiologi Indonesia (PMEI). http://repo.unhi.ac.id/bitstream/123456789/1823/9/Erythrina.pdf
].
Manfaat kesehatannya pun lintas wilayah. Di Jawa, selain untuk menurunkan demam, daun dadap serep dipercaya dapat mengobati telinga tuli. Di Jawa Barat, ia digunakan untuk menurunkan kadar gula darah, mengatasi edema, dan meredakan peradangan kulit. Daunnya ditumbuk atau direbus menjadi teh herbal [
7Susilawati, E., Levita, J., Susilawati, Y., & Sumiwi, S. A. (2023). Pharmacology activity, toxicity, and clinical trials of Erythrina genus plants (Fabaceae): an evidence-based review. Frontiers in Pharmacology, 14. https://doi.org/10.3389/fphar.2023.1281150
]. Di Lombok, bijinya dikunyah langsung sebagai obat malaria [
8Damayanti, R., Umami, S. S., & Suhirman. (2021). The Ethnobotany Study of Medicinal Plants in Lombok Island. Biota, 14(2), 56–73. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/jb.v14i2
]. Di Thailand, daunnya masuk dapur, sementara kulit kayunya dimanfaatkan untuk mengatasi mual dan infeksi mikroba [
9Phukhatmuen, P., Meesakul, P., Suthiphasilp, V., Charoensup, R., Maneerat, T., Cheenpracha, S., Limtharakul, T., Pyne, S. G., & Laphookhieo, S. (2021). Antidiabetic and antimicrobial flavonoids from the twigs and roots of Erythrina subumbrans (Hassk.) Merr. Heliyon, 7(4), e06904. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06904
].
Ilmu pengetahuan modern mulai menyingkap apa yang selama ini dipercaya secara tradisional. Sejumlah senyawa pterokarpan dan flavonoid telah diisolasi dari tanaman ini dan terbukti memiliki aktivitas antibakteri.
 
Pohon dadap serep (Erythrina subumbrans) yang dipangkas

Bahkan, penelitian Herlina dan kolega (2024) menemukan isolasi isolupalbigenin dari kulit batang Erythrina subumbrans yang menunjukkan aktivitas sitotoksik yang membuka peluang pengembangan tanaman ini sebagai terapi alternatif kanker [
10Herlina, T., Akili, A. W. R., Nishinarizki, V., Hardianto, A., Sulaeman, A. P., Gaffar, S., Julaeha, E., Mayanti, T., Supratman, U., Nafiah, M. A., & Latip, J. B. (2024). Cytotoxic Evaluation, Molecular Docking, Molecular Dynamics, and ADMET Prediction of Isolupalbigenin Isolated from Erythrina subumbrans (Hassk). Merr. (Fabaceae) Stem Bark: Unveiling Its Anticancer Efficacy. OncoTargets and therapy, 17, 829–840. https://doi.org/10.2147/OTT.S482469
].
Di tengah isu polusi udara, kesehatan jantung, dan krisis lingkungan yang dibahas dalam forum ilmiah, dua pohon dadap serep di pekarangan sederhana itu seakan memberi pengingat, bahwa kearifan lokal dan pengetahuan tradisional kerap tumbuh sunyi di sekitar kita. Meneduhkan, menurunkan panas, dan diam-diam menyimpan potensi besar, seperti dadap serep yang setia nyêrêp panas, dari tubuh manusia hingga ingar-bingar zaman. *** [060226]


logoblog

Thanks for reading Erythrina subumbrans, Dadap Serep yang Berkhasiat Nyerep Panas

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog