Di lereng perbukitan Dusun Tulungrejo RT 17 RW 09, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, udara Sabtu (14/02) siang itu terasa sejuk menyelimuti hamparan hijau ladang warga yang menghijau nan asri.
Seusai berkegiatan membantu Pengabdian Masyarakat (Pengmas) bertajuk The Impact of Air Pollution Due to Open Waste Burning on Cardiovascular Health in Rural Indonesia di Gedung Posyandu di Dusun Maron, kader Debit Devita menuju ke ladang Bu Mariya.
![]() |
| Polong kapri (Lathyrus oleraceus) |
Di hadapannya, sulur-sulur tanaman kapri merambat lincah pada ajir bambu. Ia pun mengabadikan momen itu, sebuah potret sederhana tentang tanaman yang akrab, namun menyimpan kisah panjang peradaban.
Di Kabupaten Malang, kapri lebih dikenal dengan sebutan kercis. Nama ilmiahnya adalah Lathyrus oleraceus Lam., anggota famili Fabaceae atau suku polong-polongan. Meski disebut tanaman tahunan, kapri menjalani siklus hidup satu tahun. Ia tumbuh subur di wilayah beriklim sejuk seperti Pujon. Penanamannya dapat dimulai dari musim dingin hingga awal musim panas, menyesuaikan kondisi geografis.
Secara morfologis, kapri merupakan herba semusim yang tumbuh merambat dengan batang silindris lemah sepanjang 1–3 meter. Daunnya majemuk paripinnate dengan sulur di ujungnya, membantu tanaman ini memanjat.
![]() |
| Bunga kapri (Lathyrus oleraceus) |
Bunganya berbentuk kupu-kupu, tampil dalam warna putih, merah muda, hingga ungu. Buahnya berupa polong berisi biji bulat berwarna hijau atau cokelat [
1Muehlbauer, F. J., & Tullu, A. (1997). Pisum sativum L. Purdue; Purdue University: Center for New Crops & Plant Products. https://hort.purdue.edu/newcrop/CropFactSheets/pea.html
]. Biji ini merupakan bagian yang paling sering diolah menjadi hidangan.Nama Lathyrus berasal dari bahasa Yunani “lathyros”, sebutan kuno untuk kacang polong [
2FloraFinder.org. (n.d.). Lathyrus oleraceus (Garden pea). FloraFinder. Retrieved February 16, 2026, from https://www.florafinder.com/Species/Lathyrus_oleraceus.php
]. Sementara “oleraceus” berakar dari bahasa Latin ólus óleris, yang berarti sayuran, menandakan penggunaannya sebagai bahan pangan [3ecosostenibile. (2022, October 31). Lathyrus oleraceus. An Eco-Sustainable World. https://antropocene.it/en/2022/10/31/pisum-sativum-en/
]. Nama ilmiah ini pertama kali dipublikasikan pada 1778 oleh botanis Prancis Jean-Baptiste Pierre Antoine de Monet de Lamarck (1744-1829) dalam karyanya Flore françoise [
4Lamarck, Jean-Baptiste-Pierre-Antoine de Monet de & Gogué & Née (Firm). (1778). Flore françoise, ou, Description succincte de toutes les plantes qui croissent naturellement en France : disposée selon une nouvelle méthode d’analyse, & à laquelle on a joint la citation de leurs vertus les moins équivoques en médecine, & de leur utilité dans les arts (Tome Second). A Paris: De L’Imprimerie Royale. https://www.biodiversitylibrary.org/page/10002583
]. Sebelumnya, tanaman ini sempat dikenal dengan sejumlah sinonim seperti Pisum sativum dan Pisum arvense, menandai perjalanan panjang klasifikasinya dalam dunia botani [5North Carolina Extension Gardener Plant Toolbox. (n.d.). Lathyrus oleraceus. NC State University. Retrieved February 16, 2026, from https://plants.ces.ncsu.edu/plants/lathyrus-oleraceus/
].![]() |
| Daun dan sulur kapri (Lathyrus oleraceus) |
Jejak sejarah kapri bahkan lebih tua dari catatan ilmiah modern. Tanaman ini telah dibudidayakan di Timur Tengah sejak sekitar 7000 SM, lalu menyebar ke kawasan Mediterania. Di Inggris, kapri dipastikan telah hadir setidaknya dua ribu tahun lalu dan menjadi bagian dari kebun-kebun sejak Abad Pertengahan. Kini, budidayanya tersebar luas secara komersial maupun sebagai sayuran rumahan, bahkan tercatat tumbuh liar sejak abad ke-18 [
6Botanical Society of Britain and Ireland. (n.d.). Lathyrus oleraceus Lam. (Garden Pea). Botanical Society of Britain and Ireland. Retrieved February 16, 2026, from https://bsbi.org/taxa/2cd4p9h.va1yx0/lathyrus-oleraceus
].Di Indonesia, kapri akrab di meja makan. Polong mudanya dimasak dalam sup, timlo, atau capcai. Di Siprus, daun dan sulurnya disajikan sebagai salad, sementara bijinya diolah menjadi sup tradisional [
7Chervenkov, M., & Ivanova, T. (2023). Traditionally used wild nitrogen-fixing plants in Bulgaria: the forgotten Lathyrus tuberosus. Phytologia Balcanica, 29(3). https://doi.org/10.7546/phb.29.3.2023.6
]. Tak hanya sebagai pangan manusia, kapri juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak serta tanaman penutup tanah yang membantu memperbaiki kualitas lahan [8Selina Wamucii. (n.d.). Lathyrus oleraceus - Uses, Benefits & Common Names. Selina Wamucii. Retrieved February 16, 2026, from https://www.selinawamucii.com/plants/fabaceae/lathyrus-oleraceus/
].Lebih dari sekadar sayuran, kapri menyimpan potensi kesehatan. Biji kapri mengandung saponin yang dilaporkan memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah, meski senyawa ini dapat berkurang selama proses pengolahan [
9Nugroho, L. H., & Sri Hartini, Y. (2023). Tumbuhan Obat Antidiabetik: Etnomedisin, Ramuan, dan Mekanisme Aksi (S. Nurhayati, Ed.). Gadjah Mada University Press. https://people.usd.ac.id/~dosen/repository/yustina/tumbuhan.pdf
].![]() |
| Deretan tanaman kapri (Lathyrus oleraceus) di ajir bambu di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang |
Ćujić Nikolić et. al. dalam research article di Frontiers in Nutrition (2026) [
10Ćujić Nikolić, N., Mutavski, Z., Šavikin, K., Živković, J., Pavlović, S., Jones, P., Copperstone, C., Can Aytar, E., Aydin, B., Van Bavegem, E., Kunili, I. E., Özmen, Ö., Küşümler, A. S., Unal, D. O., Gunduz, S., Lara, S. W., Akin, M., Orahovac, A., Balázs, B., … Knez, M. (2026). Peas, natural resources for a sustainable future: a multifaceted review of nutritional, health, environmental, and market perspectives. Frontiers in Nutrition, 12. https://doi.org/10.3389/fnut.2025.1703760
], menjelaskan bahwa minat global terhadap pola makan berbasis nabati turut mendongkrak popularitas kapri sebagai sumber protein nabati berkelanjutan, karbohidrat kompleks, dan serat pangan. Tanaman ini kaya vitamin C, vitamin K, folat, serta mineral seperti zat besi, seng, fosfor, magnesium, tembaga, dan mangan. Kandungan senyawa bioaktif, termasuk asam fenolik, flavonoid, dan saponin, yang memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, hingga potensi antikanker.Di tengah isu kesehatan dan perubahan iklim, kapri tampil bukan sekadar tanaman rambat di lereng Pujon. Ia adalah penghubung antara tradisi dan ilmu pengetahuan, antara dapur rumah tangga dan laboratorium riset.
Dari sulur-sulurnya yang halus hingga kandungan gizinya yang kaya, Lathyrus oleraceus (kapri) menghadirkan narasi tentang ketahanan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan. Semua tumbuh diam-diam di tanah yang sejuk. *** [170226]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar