Di sela-sela kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk The Impact of Air Pollution Due to Open Waste Burning on Cardiovascular Health in Rural Indonesia pada Ahad pagi (8/2), suasana di Pendopo Balai Desa Sumberejo cukup ramai. Setelah pemeriksaan gratis selesai, saya berbincang ringan dengan perawat Ponkesdes Sumberejo, Hari Purnomo, S.Kep.Ners, di sisi selatan kantor balai desa yang berada di Dusun Bandarangin RT 17 RW 05, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
Di antara rerumputan yang tumbuh liar dan rimbunnya tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium) di sekitar halaman, saya melihat sebuah tanaman kecil dengan daun tiga yang tampak sederhana. Dalam literatur Indonesia, tanaman tersebut dikenal dengan belimbingan. Tanaman yang sering dianggap gulma ini ternyata menyimpan cerita botani yang cukup panjang.
Belimbingan dikenal luas dengan nama ilmiah Oxalis barrelieri. Di berbagai daerah di Indonesia, tanaman ini memiliki sebutan lokal yang beragam: belimbing tanah atau blimbing-blimbingan dalam bahasa Jawa, serta cacalincingan dalam bahasa Sunda. Rasa daunnya yang masam menjadi ciri khas yang mudah dikenali.
![]() |
| Bunga belimbingan (Oxalis barrelieri) wrana merah muda |
Nama genus Oxalis berasal dari bahasa Yunani oxys yang berarti “asam” [
1Britannica Editors (2013, July 17). Oxalis. Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/plant/Oxalis
], merujuk pada rasa tajam yang muncul ketika daun atau batangnya dicicipi. Sementara itu, nama spesies barrelieri diambil dari nama seorang biarawan sekaligus ahli botani Prancis, Jacques Barrelier (1606–1673) [2Bingham, M.G., Willemen, A., Wightman, N., Wursten, B.T., Ballings, P. and Hyde, M.A. (2026). Flora of Zambia: Genus page: Barleria
].Nama ilmiah tanaman ini pertama kali dideskripsikan dan dipublikasikan oleh botanis Swedia terkenal, Carolus Linnaeus (1707-1778), dalam karya monumental Species Plantarum [
3Linné, Carl von, & Salvius, Lars. (1762). Caroli Linnaei ... Species plantarum: exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus trivialibus, synonymis selectis, locis natalibus, secundum systema sexuale digestas (Tomus I). Holmiae: Impensis Direct. Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/11628439
] pada tahun 1762.Di dunia internasional, tanaman ini juga dikenal dengan berbagai nama umum. Dalam bahasa Inggris disebut barrelier’s woodsorrel atau lavender sorrel, dalam bahasa Prancis dikenal sebagai oseille marron atau oseille savane, sementara di Vietnam disebut khế đất. Di Malaysia, tanaman ini kerap disebut belimbing tanah atau tongkong.
Belimbingan (Oxalis barrelieri) termasuk dalam famili Oxalidaceae, kelompok tumbuhan yang juga dikenal sebagai suku belimbing-belimbingan. Tanaman ini berasal dari kawasan Hindia Barat serta wilayah Amerika Tengah dan Selatan [
4Ayurveda Initiative for Global Health. (2023, October 24). Lavender Sorrel ,Oxalis barrelieri from West Indies, Central and South America. | Ayurveda Initiative For Global Health. Ayurveda Initiative For Global Health. https://www.ayurvedainitiative.com/2023/10/lavender-sorrel-oxalis-barrelieri-from.html?m=0
], tetapi kini telah menyebar luas ke berbagai daerah tropis, termasuk Asia Tenggara.![]() |
| Daun belimbingan (Oxalis barrelieri) |
Bentuknya berupa semak kecil dengan batang silindris, halus, dan berwarna hijau kecokelatan. Daunnya trifoliate yang terdiri dari tiga helai kecil berbentuk lonjong dengan pangkal membulat dan ujung meruncing. Bunganya tumbuh pada tangkai panjang di ketiak daun, tersusun majemuk dengan warna putih atau merah muda. Kelopak bunganya kehijauan dengan bintik kekuningan, sementara bagian tengah bunga berwarna kuning cerah dan berbentuk menyerupai terompet kecil.
Di Indonesia, belimbingan kerap muncul sebagai gulma yang tumbuh subur saat musim hujan. Ia mudah berkembang biak dan sering menghiasi halaman, kebun, hingga tepi jalan. Meski sering dipandang sebagai tanaman liar, dalam tradisi pengobatan di berbagai negara, belimbingan justru memiliki nilai yang cukup penting.
Di Malaysia, misalnya, tanaman ini telah lama dimanfaatkan oleh praktisi pengobatan tradisional sebagai tanaman obat. Penelitian menunjukkan bahwa Oxalis barrelieri memiliki potensi dalam membantu pengobatan diabetes melitus. Seiring berkembangnya tren makanan fungsional dan produk herbal, tanaman ini bahkan mulai diolah menjadi minuman herbal yang diyakini dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe II [
5Chao, Teh Yu (2013) Proximate, total phenolic and total flavonoid content of oxalis barrelieri juice. Other. Universiti Sains Malaysia. https://eprints.usm.my/56511/
].![]() |
| Tanaman belimbingan (Oxalis barrelieri) di antara pohon pucuk merah |
Dalam praktik pengobatan Ayurveda, belimbingan digunakan untuk mengatasi gangguan lambung [
4Ayurveda Initiative for Global Health. (2023, October 24). Lavender Sorrel ,Oxalis barrelieri from West Indies, Central and South America. | Ayurveda Initiative For Global Health. Ayurveda Initiative For Global Health. https://www.ayurvedainitiative.com/2023/10/lavender-sorrel-oxalis-barrelieri-from.html?m=0
]. Tanaman ini juga dipercaya memiliki sifat mendinginkan tubuh, membantu meredakan sengatan matahari, serta mengatasi keluhan urin berwarna kuning pekat dan gangguan buang air kecil. Biasanya, seluruh bagian tanaman ditumbuk dan airnya diminum sebagai ramuan sederhana [6epharmacognosy. (2022, April 26). Oxalis barrelieri. Pharmacognosy | Plants | Herbal | Herb |Traditional Medicine| Alternative | Botany. http://www.epharmacognosy.com/2022/04/oxalis-barrelieri.html
].Pemanfaatan lain juga ditemukan di Afrika. Di Kamerun, tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai jenis diare. Penelitian laboratorium bahkan menunjukkan bahwa ekstrak air dari Oxalis barrelieri memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab disentri, Shigella dysenteriae tipe 1 [
7Fokam Tagne, M. A., Noubissi, P. A., Fankem, G. O., & Kamgang, R. (2017). Effects of Oxalis barrelieri L. (Oxalidaceae) aqueous extract on diarrhea induced by Shigella dysenteriae type 1 in rats. Health science reports, 1(2), e20. https://doi.org/10.1002/hsr2.20
].Tak hanya itu, belimbingan juga dilaporkan memiliki aktivitas antijamur dan kemampuan menangkap radikal bebas, yang berarti berpotensi sebagai antioksidan alami [
8Nurraihana, H., Norfarizan-Hanoon, N. A., Hasmah, A., & Wan Rosli, W. I. (2017). Phytochemical and Antioxidant Potential of Four Traditional Malaysian Medicinal Plants. Journal of Tropical Resources and Sustainable Science (JTRSS), 5(1), 9–14. https://doi.org/10.47253/jtrss.v5i1.648
]. Kandungan antibakterinya bahkan membuka kemungkinan penggunaan tanaman ini sebagai bahan dasar pembuatan hand sanitizer alami tanpa alkohol [9Debby Fadhilah Pazra, Ikhwan Multida, Mutia Sari, & Siti Nurlita. (2022). Pemanfaatan Tanaman Cacalincingan (Oxalis barrelieri L.) sebagai Bahan Dasar Hand Sanitizer Tanpa Alkohol. JURNAL TRITON, 13(1), 11-21. https://doi.org/10.47687/jt.v13i1.222
].Melihat kembali tanaman kecil yang tumbuh di halaman balai desa itu, rasanya menarik menyadari bahwa gulma yang sering diabaikan ternyata menyimpan begitu banyak potensi. Belimbingan mungkin tumbuh liar dan sederhana, tetapi di balik rasa asamnya tersimpan kisah panjang tentang botani, pengobatan tradisional, dan kemungkinan pemanfaatan di masa depan. *** [060326]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar