Senin, Mei 25, 2026

Suket Lumbungan di Tanah Eks Pabrik Sitrun Kepanjen: Riwayat Rumput Liar yang Menyimpan Ingatan

  Budiarto Eko Kusumo       Senin, Mei 25, 2026
Di tanah lapang bekas Pabrik Sitrun Kepanjen, rumput-rumput liar tumbuh dengan suburnya. Sehari sebelumnya, rumpun rumput benggala atau suket londo (Megathyrsus maximus), masih terlihat di sisi timur dan tengah lahan kosong itu. 
Namun pada Ahad (24/05) sore, saya menjumpai jenis tanaman rumput lainnya pada hamparan lain di sisi barat laut, dekat aliran sungai, yaitu suket lumbungan yang tumbuh rapat bersamaan gulma lainnya.
Bagi masyarakat Jawa, nama suket lumbungan terdengar akrab. Orang Sumatra mengenalnya sebagai tetemung, sementara masyarakat Sunda menyebutnya jukut bebalean
Dalam dunia botani, tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Cyperus cyperoides (L.) Kuntze, salah satu anggota famili Cyperaceae atau suku teki-tekian yang kerap dianggap sekadar rumput biasa. Padahal, jika diamati lebih dekat, suket lumbungan menyimpan bentuk yang khas.
 
Spikelet suket lumbungan (Cyperus cyperoides)

Batangnya tegak dengan penampang segitiga, daun-daunnya menyerupai pita yang tumbuh mengumpul di pangkal seperti roset, sementara bunga-bunganya membentuk malai kecil dengan paku-paku silindris. Di antara rerumputan lain yang tampak seragam, suket lumbungan memiliki arsitektur yang nyaris anggun.
Nama genus Cyperus berasal dari bahasa Latin cyperos, istilah lama untuk rumput teki atau sejenis tumbuhan rumput rawa [
1Merriam-Webster. (n.d.). Cyperus. In Merriam-Webster.com dictionary. Retrieved May 24, 2026, from https://www.merriam-webster.com/dictionary/Cyperus
,
2Missouri Botanical Garden. (n.d.). Cyperus involucratus. Missouri Botanical Garden. Retrieved May 24, 2026, from https://www.missouribotanicalgarden.org/PlantFinder/PlantFinderDetails.aspx?taxonid=279762
]. Adapun nama cyperoides berakar dari bahasa Yunani Kuno kyparissos dan eidos, yang kurang lebih berarti “mirip teki”. Penamaan itu seperti menegaskan wataknya, yaitu tumbuhan rumput yang membawa ciri khas keluarga besar teki-tekian [
3Callighan, D. (n.d.). Glossary C – D – The Bible of Botany. The Bible of Botany. Retrieved May 24, 2026, from https://bibleofbotany.com/index/glossary-introduction/glossary-m-z/
].
Riwayat ilmiahnya pun cukup panjang. Tumbuhan ini pertama kali dideskripsikan oleh botanis Swedia Carolus Linnaeus (1707-1778) pada tahun 1771 dengan nama Scirpus cyperoides [
4Linné, Carl von. (1771). Car. a Linné Mantissa plantarum: Altera Generum editionis VI. et Specierum editionis II. Holmiae: Impensis Direct. Laurentii Salvii. https://www.biodiversitylibrary.org/page/42945322
]. Lebih dari satu abad kemudian, botanis Jerman Carl Ernst Otto Kuntze (1843-1907) merevisinya dan memasukkannya ke genus Cyperus pada tahun 1898 [
5Kuntze, Otto. (1898). Revisio generum plantarum: vascularium omnium atque cellularium multarum secundum leges nomenclaturae internationales cum enumeratione plantarum exoticarum in itinere mundi collectarum ... (Vol. 3, Issue 3, p. 333). Leipzig: Arthur. Felix [etc.]. https://www.biodiversitylibrary.org/page/3551
].
 
Batang suket lumbungan (Cyperus cyperoides) yang di atasnya membentuk tajuk roset

Sejak itu, nama Cyperus cyperoides menjadi identitas ilmiah yang digunakan hingga kini, meski tumbuhan ini juga pernah dikenal melalui sinonim seperti Kyllinga sumatrensis maupun Mariscus sumatrensis.
Suket lumbungan sebenarnya bukan penghuni kecil yang terbatas pada satu wilayah. Ia tersebar luas di kawasan tropis basah, mulai Afrika hingga Pasifik. Di berbagai negara, tumbuhan ini memiliki nama berbeda-beda: Pacific island flatsedge di dunia berbahasa Inggris, rumput janggut baung di Malaysia, mangilang di Filipina, hingga zhuān zǐ miáo di Tiongkok. Nama-nama itu memperlihatkan bagaimana satu jenis rumput diam-diam hidup bersama banyak kebudayaan.
Di tanah eks Pabrik Sitrun, keberadaan suket lumbungan seperti menghidupkan kembali relasi lama antara manusia dan tumbuhan liar. Selama ini ia lebih dikenal sebagai pakan ternak, tumbuhan yang tumbuh begitu saja tanpa perhatian khusus. Namun dalam sejumlah kajian etnobotani, suket lumbungan ternyata menyimpan fungsi yang jauh lebih luas.

Daun suket lumbungan (Cyperus cyperoides) di pangkal batang bagian bawah

Di Papua Nugini, tumbuhan ini tercatat digunakan dalam praktik-praktik okultisme [
6Khoi, N. K. (2022, April 24). Cyperus cyperoides (PROSEA) - Pl@ntUse. PlantNet. https://plantuse.plantnet.org/en/Cyperus_cyperoides_(PROSEA)
]. Rimpangnya dapat dipanggang sebagai makanan darurat ketika bahan pangan lain sulit diperoleh. Sari akarnya dipakai untuk mengobati batuk dan demam, sementara rimpang yang ditumbuk digunakan untuk mengatasi gangguan kulit. Bahkan abu tanamannya dipercaya membantu penyembuhan luka dan goresan, sedangkan infus bijinya dimanfaatkan untuk meredakan sakit gigi [
7Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. 2026-05-24.
].
Mungkin itulah yang sering luput dari pandangan ketika melihat rerumputan liar di lahan kosong, bahwa setiap spesies menyimpan sejarah panjang, pengetahuan tradisional, bahkan jejak hubungan manusia dengan alam. 
Suket lumbungan di tepian sungai bekas Pabrik Sitrun bukan sekadar gulma yang tumbuh tanpa arti. Ia adalah penanda bahwa tanah yang tampak terbengkalai pun tetap menyimpan kehidupan, lengkap dengan cerita, nama, dan ingatan yang menempel di dalamnya. *** [250526]


logoblog

Thanks for reading Suket Lumbungan di Tanah Eks Pabrik Sitrun Kepanjen: Riwayat Rumput Liar yang Menyimpan Ingatan

Newest
You are reading the newest post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blog